MIND, Jenis Diet Baru yang Mencegah Penyakit Alzheimer

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/04/2020
Bagikan sekarang

Sebuah jenis diet baru telah muncul. Diet ini disebut dengan diet MIND yang tidak hanya dianggap baik untuk kesehatan secara keseluruhan, namun juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Pola makan sangat berhubungan dengan kemampuan kognitif maupun motorik seseorang. Selain itu, pola makan juga dapat menentukan apakah ketika nanti Anda memasuki usia lanjut, Anda rentan terhadap demensia dan Alzheimer atau tidak.

Apa itu MIND diet?

Diet MIND diperkenalkan pertama kali oleh para peneliti yang berasal dari Rush University Medical Center pada awal tahun 2016. Diet MIND adalah perpaduan antara dua jenis diet yang digabungkan, dan bertujuan untuk menurunkan risiko terkena Alzheimer dan menjaga kesehatan otak. Kata MIND merupakan singkatan dari Mediterranean-Dash Intervention for Neurodegenerative Delay, yang menyatukan diet mediterania, yaitu diet yang biasa digunakan untuk menurunkan berat badan, dan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang biasanya dianjurkan untuk dilakukan orang yang memiliki riwayat hipertensi. Kedua diet ini telah terbukti dapat menurunkan risiko beberapa penyakit degeneratif, seperti serangan jantung mendadak dan stroke.

Sementara untuk sekarang, peneliti telah membuktikan bahwa dengan menggabungkan kedua jenis diet ini, dapat menunjang fungsi otak, menurunkan risiko demensia, serta menjaga daya ingat orang yang sudah memasuki lanjut usia. Oleh karena itu, diet MIND sering juga disebut sebagai diet untuk otak karena bertujuan untuk menjaga kesehatan otak.

Diet MIND dapat mencegah Alzheimer

Para peneliti mencoba untuk menerapkan diet MIND ini kepada kelompok orang dewasa dengan rentang umur antara 58 tahun hingga 98 tahun yang hampir 75%nya merupakan perempuan. Penelitian ini melibatkan sebanyak 923 lansia yang diikuti dan diperhatikan gaya hidup serta pola makannya selama 4,5 tahun. Setiap partisipan diminta untuk mengisi kuesioner tentang makanan, serta menjawab pertanyaan terkait pola makan mereka selama ini dan kemudian dibandingkan dengan kesesuaian diet MIND. Selain itu, para peneliti juga melakukan berbagai tes untuk melihat kemampuan kognitif serta daya ingat dari partisipan. Terdapat 5 bagian yang diukur dalam tes fungsi otak yang dilakukan pada partisipan, yaitu:

Memori episodik, yaitu memori jangka panjang, seperti pengalaman serta situasi tertentu

Memori kerja, yaitu memori jangka pendek yang berhubungan dengan proses belajar dan sangat erat hubungannya dengan kemampuan indera.

Memori semantik, adalah memori yang berkaitan dengan ide dan konsep yang muncul pada seseorang.

Kemapuan visuospatial, merupakan kemampuan untuk mengerti sebuah bentuk atau jarak yang terjadi ketika sedang mengerjakan sesuatu hal.

Kecepatan perseptual, adalah kemampuan untuk cepat tanggap dan akurat dalam memahami sebuah tulisan, huruf, gambar, objek, dan suatu pola.

Lalu, hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah, setelah 4,5 tahun berlalu, diketahui terdapat 144 orang yang tidak menjalani diet MIND terbukti mengalami demensia, sementara kelompok yang menerapkan diet MIND sehari-hari memiliki risiko yang lebih rendah mengalami demensia. Dari hasil penelitian tersebut juga diketahui bahwa menerapkan diet MIND dapat menurunkan kejadian demensia pada kelompok lanjut usia hingga mencapai 53%.

Bagaimana cara melakukan diet MIND?

Dalam diet MIND, terdapat prinsip serta pengelompokkan jenis makanan yang dianggap sehat bagi kesehatan secara keseluruhan, baik kesehatan tubuh maupun kesehatan otak. Ada makanan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat merusak fungsi otak.

Makanan yang harus diperbanyak

Berikut adalah 10 makanan yang dianggap sebagai makanan sehat untuk otak, yaitu:

  • Seluruh sayuran yang berdaun hijau, seperti bayam, setidaknya dikonsumsi 6 kali dalam seminggu
  • Berbagai jenis sayuran lainnya, dianjurkan untuk dikonsumsi minimal 1 porsi dalam sehari
  • Kacang-kacangan, lebih baik jika mengonsumsinya sebanyak 5 porsi dalam satu minggu
  • Buah jenis berry, seperti strawberry dan blueberry dengan penyajian minimal 2 porsi dalam satu minggu
  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan gandum. Sebaiknya mengonsumsi makanan jenis ini 3 kali dalam satu hari
  • Berbagai jenis ikan baik dikonsumsi satu kali dalam seminggu
  • Daging ayam, boleh dimakan 2 kali dalam seminggu
  • Minyak zaitun, sebagai minyak yang digunakan untuk memasak seperti menumis, namun tidak boleh untuk menggoreng.

Makanan yang harus dikurangi atau dihindari

Sedangkan berikut adalah makanan yang harus dihindari jika ingin menjaga kesehatan otak dan terhindar dari demensia, yakni:

  • Daging merah, lebih baik untuk tidak mengonsumsi daging merah lebih dari 4 kali dalam satu minggu
  • Mentega dan margarin, hanya diperbolehkan paling banyak dipakai hingga satu sendok makan per hari
  • Keju, mengonsumsinya tidak boleh lebih dari satu kali dalam satu minggu
  • Makanan manis, tidak boleh melebihi 5 kali penyajian dalam satu minggu
  • Gorengan atau junk food, dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya lebih dari 1 kali dalam satu minggu.

Apakah diet MIND sehat untuk dilakukan?

Diet MIND telah terbukti dapat menurunkan risiko demensia serta menjaga kesehatan otak. Meskipun Anda memiliki riwayat penyakit Alzheimer di dalam keluarga, tidak ada salahnya untuk menerapkan diet ini, karena bukan hanya baik untuk kesehatan otak namun juga baik untuk kesehatan jantung. Jika Anda memutuskan untuk melakukan diet MIND maka berikut adalah anjuran tambahan yang Anda perlu lakukan:

  • Menjaga porsi makan Anda, tetap sesuai dengan kebutuhan serta kecukupan Anda dalam sehari
  • Hindari makanan yang diolah, seperti saus dan kecap, yang sebenarnya memiliki kandungan gula dan garam yang tersembunyi
  • Mengonsumsi air putih yang banyak, sesuai dengan kebutuhan
  • Melakukan olahraga teratur

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

    Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

    Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
    Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    karbohidrat untuk diet

    7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020