Begini Cara Membuat Burger yang Lezat Tapi Sehat dan Padat Gizi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa bilang Anda tidak bisa membuat burger yang enak seperti gerai fast food di luar sana? Anda juga bisa, kok! Burger bukan hanya makanan cepat saji yang bisa Anda beli saat buru-buru, tapi Anda juga bisa membuatnya sendiri dengan cara yang mudah. Bahkan menurut Penny Kris-Etherton, Ph.D., RD, seorang ahli gizi sekaligus peneliti dari Penn State University, burger bisa jadi makanan yang sehat. Lantas, bagaimana cara membuat burger yang sehat nan lezat? Baca terus ulasan berikut!

Panduan membuat burger yang lebih sehat dan lezat

Sehat atau tidaknya burger yang Anda buat terletak pada pemilihan bahan dan cara memasaknya. Bila Anda mampu memilih bahan dan memasak dengan tepat, maka rasa dan kandungan gizinya sudah pasti dijamin lebih sehat.

1. Pilih daging rendah lemak

Sumber: Food Republic

Yang terpenting dari membuat burger sehat terletak pada pemilihan dagingnya. Pilih daging sapi atau unggas tanpa lemak. Lebih baik lagi kalau Anda pakai daging ikan yang tinggi akan asam lemak esensial omega-3 seperti tuna dan salmon.

Bahkan sekalipun Anda tidak makan daging, Anda juga tetap bisa menikmati burger vegetarian versi Anda atau menggantinya dengan jamur atau tempe.

2. Pilih cara memasak terbaik

Sumber: The Padilla Group

Proses pembakaran atau pemanggangan adalah metode terbaik untuk membuat daging  burger lebih empuk dan juicy. Menurut Richard Chamberlain, seorang koki sekaligus penulis The Healthy Beef Cookbook, daging sapi lebih baik dimasak dengan api sedang hingga cukup kecokelatan. Namun, hindari tekstur daging terlalu gosong agar tidak menimbun karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Berikut adalah beberapa tips memasak daging burger yang lebih sehat dan lezat:

  • Bumbui daging burger dengan garam, lada, atau bumbu lainnya sebelum dipanggang.
  • Panaskan panggangan atau wajan sebelum memasak daging.
  • Biarkan daging dimasak dengan baik dan matang pada satu sisi sebelum dibalik ke sisi selanjutnya. Cukup balik daging sekali saja.
  • Agar daging burger tetap empuk dan juicy, hindari menekan-nekan daging saat memasak.

3. Pilih isian burger yang lebih sehat

Sumber: Food-Blogger

Untuk memperkaya nutrisi burger yang Anda buat, isi burger dengan banyak sayuran. Pilihlah sayuran yang rendah kalori seperti bawang, tomat, paprika, selada, timun, atau jamur untuk membuat burger rendah kalori.

Untuk membuat burger yang sehat, perhatikan juga topping yang Anda pilih. Contohnya saus tomat atau mayonaise rendah lemak. Anda boleh menambahkan keju yang rendah atau bebas lemak agar burger yang Anda buat semakin sehat, misalnya keju parmesan ketimbang keju cheddar.

Pasalnya, menurut Susan Mitchell, RD, PhD, seorang penulis Fat is Not Your Fate, keju cheddar menawarkan kalori yang lebih tinggi, yaitu 113 kalori.

Contoh resep burger yang sehat

Sajian: 6 porsi

Kandungan gizi: 232 kalori, 9 gram lemak, 18 gram protein, 19 gram karbohidrat

Alat dan bahan:

  • 6 roti gandum utuh
  • ½ kg daging sapi tanpa lemak
  • 4 sdm tepung roti
  • 2 sdm air
  • 1 putih telur
  • 4 sdm wortel parut halus
  • 2 sdm bawang merah cincang halus
  • 2 sdm paprika merah cincang halus
  • 2 sdm keju parmesan
  • ¼ sdt garam
  • ⅛ sdt merica
  • Selada dan irisan tomat atau timun sesuai selera

Cara membuat:

  1. Campurkan putih telur, air, tepung roti, wortel, bawang merah, paprika, garam, dan lada ke dalam mangkuk besar.
  2. Tambahkan keju parmesan dan daging sapi, kemudian aduk hingga rata.
  3. Bentuk menjadi enam bagian isian dengan diameter 10 cm.
  4. Panggang daging burger selama 7-13 menit pada kedua sisi dalam suhu 70 derajat Celcius hingga matang.
  5. Siapkan roti burger yang telah dipanggang sebelumnya. Lalu letakkan selada, irisan tomat, dan daging burger. Tutup dengan roti burger lainnya.
  6. Sajikan selagi hangat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit