Awas, Ini Bahayanya Kalau Anda Sering Makan Pakai Saus Tomat dan Sambal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kalau sedang menyantap gorengan, rasanya kurang lengkap kalau tidak ditemani saus tomat atau sambal. Kedua jenis saus ini memang bisa menambah cita rasa yang khas pada berbagai jenis makanan.

Saus memang dibuat dari bahan alami yaitu buah tomat dan cabai. Namun, bukan berarti keduanya sehat dan bisa dikonsumsi sebanyak mungkin. Tanpa disadari, ada bahaya yang terselubung kalau Anda sering makan saus botolan.

Lebih jelasnya, simak berbagai manfaat dan bahaya saus tomat dan sambal di bawah ini.

Manfaat saus tomat dan sambal

Sebenarnya makan tomat dan cabai segar memang lebih baik buat kesehatan. Namun, Anda tetap bisa mendapatkan beragam manfaat tomat dan cabai dari saus kemasan. Ini dia manfaatnya.

Kaya vitamin A dan C

Tomat dan cabai tinggi akan kandungan vitamin A dan C. Dua jenis vitamin ini tidak bisa dihasilkan oleh tubuh sehingga Anda perlu asupan keduanya dari makanan. Di dalam tubuh Anda, vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, kulit, tulang, dan gigi. Sedangkan vitamin C sangat dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Mengandung antioksidan

Buah yang berwarna merah menyala seperti tomat dan cabai merah mengandung karotenoid khusus bernama likopen. Likopen sendiri berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, mencegah kerusakan sel, sekaligus memperbaiki sel-sel yang rusak. Kandungan ini juga diketahui mampu mencegah tumbuhnya sel kanker dalam tubuh Anda.

Rendah lemak dan kalori

Jika dibandingkan dengan saus lainnya seperti mayones atau Thousand island, saus sambal dan tomat memang lebih rendah lemak dan kalori. Maka, Anda bisa menyantap makanan Anda dengan saus sambal dan tomat tanpa tambahan terlalu banyak kalori.   

Bahaya kebanyakan makan saus tomat dan sambal

Meski saus tomat dan sambal sebenarnya merupakan pilihan yang cukup sehat, terlalu sering mengonsumsinya juga ada risikonya buat kesehatan. Perhatikan hal-hal berikut ini, ya.

Tinggi kadar garam

Tanpa disadari, saus tomat dan sambal kemasan adalah sumber natrium yang tinggi. Pasalnya, saus kemasan sudah ditambahkan banyak garam yang mengandung natrium. Menurut Food Standards Agency (FSA), yaitu badan pengawas makanan di Inggris, makanan yang termasuk tinggi garam mengandung 0,5 sampai 0,6 gram natrium per 100 gram. Sedangkan saus botolan mengandung hingga 1,2 gram natrium per 100 gram.

Ini berarti saus kemasan sangat tinggi kadar garamnya. Kebanyakan konsumsi garam sendiri bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Tinggi kadar gula

Selain tinggi kadar garam, saus tomat dan cabai juga ternyata tinggi gula. Dalam satu sendok makan saus botolan, Anda bisa mendapatkan asupan gula hingga empat gram. Padahal sekali makan, Anda mungkin pakai hingga lima sendok makan sambal, berarti 20 gram gula. Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan, dalam sehari sebaiknya Anda tidak mengonsumsi lebih dari 50 gram gula.

Belum lagi kalau Anda pakai sambal dan saus sebagai cocolan kentang goreng atau tahu tepung. Kadar gula dari makanan-makanan itu sendiri sudah cukup tinggi tanpa ditambah gula dari saus botolan. Jadi, sebaiknya batasi konsumsi saus secukupnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit