home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, Ini Bahayanya Kalau Anda Sering Makan Pakai Saus Tomat dan Sambal

Awas, Ini Bahayanya Kalau Anda Sering Makan Pakai Saus Tomat dan Sambal

Kalau sedang menyantap gorengan, rasanya kurang lengkap kalau tidak ditemani saus tomat atau sambal. Kedua jenis saus ini memang bisa menambah cita rasa yang khas pada berbagai jenis makanan.

Saus memang dibuat dari bahan alami yaitu buah tomat dan cabai. Namun, bukan berarti keduanya sehat dan bisa dikonsumsi sebanyak mungkin. Tanpa disadari, ada bahaya yang terselubung kalau Anda sering makan saus botolan.

Lebih jelasnya, simak berbagai manfaat dan bahaya saus tomat dan sambal di bawah ini.

Manfaat saus tomat dan sambal

Sebenarnya makan tomat dan cabai segar memang lebih baik buat kesehatan. Namun, Anda tetap bisa mendapatkan beragam manfaat tomat dan cabai dari saus kemasan. Ini dia manfaatnya.

Kaya vitamin A dan C

Tomat dan cabai tinggi akan kandungan vitamin A dan C. Dua jenis vitamin ini tidak bisa dihasilkan oleh tubuh sehingga Anda perlu asupan keduanya dari makanan. Di dalam tubuh Anda, vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, kulit, tulang, dan gigi. Sedangkan vitamin C sangat dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.

Mengandung antioksidan

Buah yang berwarna merah menyala seperti tomat dan cabai merah mengandung karotenoid khusus bernama likopen. Likopen sendiri berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, mencegah kerusakan sel, sekaligus memperbaiki sel-sel yang rusak. Kandungan ini juga diketahui mampu mencegah tumbuhnya sel kanker dalam tubuh Anda.

Rendah lemak dan kalori

Jika dibandingkan dengan saus lainnya seperti mayones atau Thousand island, saus sambal dan tomat memang lebih rendah lemak dan kalori. Maka, Anda bisa menyantap makanan Anda dengan saus sambal dan tomat tanpa tambahan terlalu banyak kalori.

Bahaya kebanyakan makan saus tomat dan sambal

Meski saus tomat dan sambal sebenarnya merupakan pilihan yang cukup sehat, terlalu sering mengonsumsinya juga ada risikonya buat kesehatan. Perhatikan hal-hal berikut ini, ya.

Tinggi kadar garam

Tanpa disadari, saus tomat dan sambal kemasan adalah sumber natrium yang tinggi. Pasalnya, saus kemasan sudah ditambahkan banyak garam yang mengandung natrium. Menurut Food Standards Agency (FSA), yaitu badan pengawas makanan di Inggris, makanan yang termasuk tinggi garam mengandung 0,5 sampai 0,6 gram natrium per 100 gram. Sedangkan saus botolan mengandung hingga 1,2 gram natrium per 100 gram.

Ini berarti saus kemasan sangat tinggi kadar garamnya. Kebanyakan konsumsi garam sendiri bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Tinggi kadar gula

Selain tinggi kadar garam, saus tomat dan cabai juga ternyata tinggi gula. Dalam satu sendok makan saus botolan, Anda bisa mendapatkan asupan gula hingga empat gram. Padahal sekali makan, Anda mungkin pakai hingga lima sendok makan sambal, berarti 20 gram gula. Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan, dalam sehari sebaiknya Anda tidak mengonsumsi lebih dari 50 gram gula.

Belum lagi kalau Anda pakai sambal dan saus sebagai cocolan kentang goreng atau tahu tepung. Kadar gula dari makanan-makanan itu sendiri sudah cukup tinggi tanpa ditambah gula dari saus botolan. Jadi, sebaiknya batasi konsumsi saus secukupnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Benefits of Ketchup. http://www.livestrong.com/article/508583-the-benefits-of-ketchup/. Diakses pada 11 Juli 2017.

The Glycemic Index of Condiments. http://www.livestrong.com/article/286754-the-glycemic-index-of-condiments/. Diakses pada 11 Juli 2017.

Behind the Label: tomato ketchup. http://www.theecologist.org/green_green_living/behind_the_label/686422/behind_the_label_tomato_ketchup.html. Diakses pada 11 Juli 2017.

Which Has More Sugar? http://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-more-sugar. Diakses pada 11 Juli 2017.

https://ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/show/3546?fgcd=&manu=&lfacet=&format=&count=&max=50&offset=&sort=default&order=asc&qlookup=ketchup&ds=Standard+Reference&qt=&qp=&qa=&qn=&q=&ing=

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 16/07/2017
x