Buah Segar vs Buah Kering: Mana yang Lebih Sehat?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Buah kering telah banyak dikonsumsi dewasa ini, karena buah kering dapat lebih tahan lama dibandingkan dengan buah segar. Selain itu, buah yang dikeringkan juga lebih murah ketimbang buah yang masih segar. Karena buah kering terbuat dari buah segar, maka banyak orang yang percaya bahwa buah kering sama sehatnya seperti buah segar. Tapi, apakah itu benar? Mari kita lihat perbedaan keduanya di bawah ini.

Proses pengeringan buah menurunkan kadar gizinya

Proses pengeringan biasanya dilakukan setelah buah dipetik untuk mencegah nutrisi hilang. Semua buah dapat kering secara efektif, dan ini biasanya dilakukan dengan pengeringan matahari, pengeringan udara hangat, dan dengan pembekuan. Dari ketiga jenis pengeringan tersebut, pembekuan dapat mempertahankan nutrisi paling banyak, namun pengeringan matahari dan udara juga hanya melepas nutrisi cukup kecil. Lagipula, proses pembekuan lebih mahal dan jarang digunakan.

Pengeringan dengan udara hangat adalah yang paling umum, karena ini lebih cepat dari pengeringan matahari dan tidak semahal pembekuan. Ini berarti, buah-buahan kering yang banyak diproduksi untuk konsumen memiliki nilai gizi yang sedikit lebih rendah dari buah segar.

Buah kering mengandung sulfur dioksida

Setelah buah dikeringkan, buah dikemas menggunakan sulfur dioksida, yang merupakan antioksidan buatan dan agen antibakteri. Ini dapat mencegah buah kering berubah warna dan memperpanjang umur simpan buah. Buah-buahan kering mengandung tingkat sulfur dioksida yang lebih tinggi dari makanan lain, dan jumlah yang tinggi ini menjadi perhatian banyak orang. Dalam dosis yang relatif rendah seperti yang ditemukan pada banyak buah kering, kebanyakan orang tidak merasakan sakit (meskipun ini masih termasuk racun).

Namun, sebagian kecil orang sensitif terhadap sulfur dioksida, terutama penderita asma. Mengonsumsi sulfur dioksida dapat menyebabkan sakit kepala, masalah pernapasan, dan kulit gatal. Bahkan dalam keadaan ekstrem, ini akan menyebabkan masalah jantung. Jadi, Anda lebih baik menghindari buah kering yang memiliki sulfur dioksida, namun sering kali ini sulit ditemukan dan biasanya lebih mahal.

Buah kering sering mendapat tambahan gula

Satu-satunya bahan tambahan yang umum ditambahkan ke buah-buahan kering adalah gula, dan ini biasanya digunakan untuk menambah rasa. Buah sudah relatif tinggi gula, sehingga menambah lebih banyak gula dapat berkontribusi pada efek penyakit. Gula dari buah-buahan kering sebenarnya tidak menyebabkan efek samping, namun menggabungnya dengan gula tambahan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Buah sebagian besar terdiri dari air, dan dengan mengeringkannya, Anda menghilangkan banyak massa buah. Misalnya buah blueberry memiliki 85% air, maka jika dikeringkan, 80 gram blueberry kering akan memberikan jumlah yang sama dengan 148 gram blueberry segar. Ini berarti 80 gram blueberry kering memiliki nutrisi yang sama dengan 148 gram blueberry segar, dan ini berlaku untuk semua jenis buah. Jadi, Anda akan mendapatkan lebih banyak vitamin dan mineral pada buah kering, namun mendapatkan banyak gula dan tidak ada air.

Bagaimana dengan buah segar?

Setelah buah dipetik, nilai nutrisi buah mulai menurun. Dalam beberapa buah-buahan, kandungan vitamin C akan menurun drastis setelah 3 hari, dan bahkan bisa benar-benar hilang. Ini artinya, penting untuk memakan buah sesegar mungkin, meskipun tidak semua buah akan seperti ini. Buah dari supermarket mungkin akan disimpan secara khusus untuk mencegah penurunan nutrisi, yang mencakup penyimpanan pada tingkat oksigen rendah atau suhu rendah. Ini akan memperlambat proses degenerasi, yang berarti nutrisi tidak akan hilang dengan cepat. Meskipun begitu, tetap saja buah segar memiliki nilai nutrisi yang paling tinggi dan lebih sehat.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Desember 8, 2016 | Terakhir Diedit: November 19, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca