Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/03/2020
Bagikan sekarang

Beras atau nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang utama bagi masyarakat di Indonesia. Terdapat berbagai jenis beras yang sudah lama dikenal di Indonesia, seperti beras putih, beras coklat dan beras merah. Selain ketiga jenis beras tersebut, ada pula jenis beras lainnya yang sama-sama diyakini bermanfaat untuk menurunkan berat badan, yaitu beras shirataki.

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan atau diet, maka beras merah dikenal memiliki kalori paling rendah. Namun, di antara beras merah dan beras shirataki ini, mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Perhatikan informasi berikut ini.

Membandingkan kandungan beras merah dan beras shirataki

Beras merah dan beras shirataki sama-sama memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh manusia. Untuk membandingkan kedua bahan makanan tersebut, kita perlu memperhatikan kandungan gizi di dalamnya. Berikut adalah rinciannya.

  • Beras merah

Meski dikenal dapat membantu diet, sebenarnya beras merah memiliki kandungan gizi yang melimpah. Jenis beras ini tidak melewati proses penggilingan, sehingga kandungan magnesium dan serat yang terkandung di bagian kulit arinya (aleuron) masih tetap terjaga.

Beras merah mengandung antosianin (zat warna merah) yang tinggi sehingga bahan makanan ini memiliki warna merah. Selain sebagai zat pewarna, antosianin juga berperan sebagai antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas.

Beras merah memiliki kandungan nutrisi, serat, vitamin, dan mineral yang tinggi. Pada 100 gram beras merah mentah mengandung 352 kalori, 7,3 gram protein, 0,9 gram lemak, 76,2 gram karbohidrat, 0,8 gram serat, 15 mg kalsium, 4,2 mg zat besi, 202 mg kalium, 1,9 mg zinc, serta 0,34 mg Vitamin B1.

  • Beras shirataki

Dibandingkan beras shirataki, mungkin Anda lebih mengenal mie shirataki untuk membantu diet. Sebenarnya kandungan keduanya hampir sama.

Beras shirataki terbuat dari zat bernama glukomanan. Glukomanan merupakan salah satu jenis serat makanan alami yang larut dalam air, yang diambil dari ekstrak akar ubi gajah atau dikenal dengan konjak. Glukomanan mengandung 40% berat kering ubi gajah yang berasal dari Asia Tenggara.

Glukomanan terkenal memiliki kandungan kalori yang sangat rendah. Bahkan, glukomanan kerap disebut “zero calorie” karena hampir tidak memiliki kandungan kalori atau nol kalori dan nol karbohidrat. Karena kandungan kalorinya yang sangat rendah, glukomanan dalam beras shirataki dikenal sebagai bahan yang efektif untuk diet.

Selain kandungan kalori dan karbohidrat yang sangat rendah, glukomanan juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Menurut hasil sistematis dari 14 studi, glukomanan dapat menurunkan kolesterol sebesar 19 mg/dL, kolesterol LDL “jahat” sebesar 16 mg/dL, trigliserida sebesar 11 mg/dL, dan gula darah sebesar 7,4 mg/dL.

Beras mana yang lebih efektif untuk diet?

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam diet atau menurunkan berat badan, yaitu kandungan kalori yang Anda makan dalam satu hari. Semakin tinggi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, semakin mungkin berat badan seseorang bertambah.

Begitupun sebaliknya, semakin sedikit kalori yang masuk ke dalam tubuh, penambahan berat badan seseorang pun semakin minim. Oleh karena itu, bila Anda sedang melaksanakan diet, penting sekali untuk mengonsumsi makanan rendah kalori.

Dari fakta-fakta di atas, dapat diketahui bahwa beras shirataki memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan beras merah. Hal ini berarti beras shirataki dinilai sangat efektif untuk diet. Bahkan, karena kandungan gulanya yang rendah, beras shirataki pun sangat baik untuk penderita diabetes.

Apalagi faktanya, glukomanan yang terkandung dalam beras shirataki juga dapat meningkatkan rasa kenyang seseorang. Dengan demikian, setelah memakan nasi beras shirataki, seseorang yang sedang diet bisa secara otomatis mengurangi asupan makanan pada waktu makan berikutnya.

Namun perlu diingat pula, dalam upaya diet berat badan, tidak hanya kalori yang harus diperhatikan. Anda pun harus mengubah pola makan dan gaya hidup lebih sehat dengan olahraga, memenuhi kebutuhan air yang cukup, serta meningkatkan protein dan mengurangi karbohidrat. Disarankan untuk berkonsultasi ke dokter, jika Anda ingin menurunkan berat badan, untuk langkah-langkah yang tepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Cemas Berat Badan Naik, Ini Pilihan Camilan Selama di Rumah Saja

Takut naik berat badan karena kerja sambil ngemil? Coba beberapa camilan tepat dan sehat ini sebagai teman ngemil saat Anda bekerja!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Coronavirus, COVID-19 April 30, 2020

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan April 30, 2020

Perlukah Memilih Makanan yang Rendah IG Meski Tak Terkena Diabetes?

Makanan rendah indeks glikemik (IG) bisa dikonsumsi para diabetesi ataupun yang bukan, karena memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh keseluruhan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat April 24, 2020

4 Sumber Protein Rendah Kalori yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Untuk mendukung penurunan berat badan, Anda bisa mengonsumsi deretan sumber sehat dengan tinggi protein dan rendah kalori berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat April 24, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

makanan lebaran sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Maizan Khairun Nissa
Tanggal tayang Mei 21, 2020
menu sahur untuk diet keto

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 16, 2020
sirtfood diet

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 12, 2020
Manfaat masak sendiri

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 3, 2020