Seberapa Banyak Teh Hijau yang Sebaiknya Dikonsumsi Per Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/12/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda suka minum teh hijau? Teh hijau memang dianggap sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia. Teh ini berasal  dari tanaman Camellia sinensis. Daunnya tidak teroksidasi dan merupakan salah satu jenis teh yang minim proses. Oleh karenanya, teh hijau mengandung antioksidan dan polifenol yang paling tinggi dibandingkan dengan teh yang lain. Antioksidan dan polifenol dikenal memiliki banyak manfaat bagi tubuh di antaranya ialah menangkal efek buruk dari radikal bebas, memberi efek anti kanker dan anti peradangan.

Jenis teh ini dipercaya banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Banyak penelitian membuktikan bahwa orang yang minum teh hijau lebih baik kondisi kesehatannya daripada mereka yang sama sekali tidak mengonsumsinya.

Manfaat mengonsumsi teh hijau

Teh hijau sarat dengan nutrisi dan senyawa tanaman yang memiliki efek positif. Ada banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan jika mengonsumsi teh hijau dalam porsi yang pas, yaitu:

  • Menangkal kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum teh hijau secara rutin cenderung tidak berisiko terkena kanker dibandingkan mereka yang sama sekali tidak meminumnya.
  • Teh hijau menurunkan risiko terkena penyakit diabetes dan jantung. 
  • Teh hijau dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena antioksidan yang dikandungnya.

Efek samping jika terlalu banyak minum teh hijau

Kafein dan katekin (antioksidan) dalam teh hijau dikenal banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Namun, selain itu juga dapat menyebabkan efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Berikut efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi teh hijau secara berlebihan.

  • Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa meningkatkan perasaan cemas, gangguan tidur, hingga sakit pada perut dan kepala bagi beberapa orang.
  • Minum kafein dalam jumlah besar pada saat kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir dan keguguran.
  • Jika diminum dengan obat tertentu, teh hijau bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
  • Katekin dalam teh hijau bisa mengganggu penyerapan zat besi dari makanan yang Anda makan.
  • Minum teh hijau dapat menganggu pengobatan tertentu dan menurunkan keefektifannya akibat antioksidan di dalamnya yang terlalu kuat.
  • Berisiko mengalami defisiensi zat besi jika dikonsumsi oleh anak kecil, wanita hamil, serta wanita yang sedang menstruasi.

Lalu, berapa gelas teh hijau yang sebaiknya dikonsumsi per hari?

Harvard Health Publications merekomendasikan minum beberapa cangkir teh hijau setiap hari untuk mendapatkan manfaatnya.

Dr. Zuo Feng Zhang, peneliti epidemologi kanker dari University of California Los Angeles dan University of Maryland Medical Center mengatakan, minum dua hingga tiga cangkir teh hijau setiap hari dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Hal ini didasarkan pada jumlah polifenol atau senyawa antioksidan aktif dalam teh hijau.

Para ahli lainnya menyarankan, untuk mendapatkan 240 sampai 320 miligram polifenol setiap harinya, maka konsumsi teh hijau yang disarankan yaitu sekitar dua hingga tiga gelas per harinya pada orang yang sehat.

Karena itu, tiga cangkir per hari adalah jumlah yang wajar bagi orang yang sehat. Akan tetapi, dosis minum teh hijau memang perlu diperhatikan karena jika dikonsumsi berlebihan pun akan menimbulkan efek samping pada tubuh.

Terutama kalau Anda punya kondisi kesehatan tertentu seperti insomnia (susah tidur), refluks asam lambung (GERD), anemia defisiensi besi, dan sebagainya. Pasalnya, kandungan kafeinnya mungkin membuat Anda semakin susah tidur dan asam lambung bisa terpicu naik. Sedangkan bagi orang yang anemia defisiensi besi, kebanyakan teh hijau akan semakin menyulitkan tubuh menyerap dan memenuhi asupan zat besi.

Jadi, kalau Anda punya kondisi-kondisi tertentu yang gejalanya akan tambah parah dengan konsumsi teh hijau kebanyakan, batasi jadi satu atau dua cangkir saja sehari. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk rekomendasi yang paling sesuai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit