Ramen adalah hidangan mie asal Jepang. Namun untuk menikmatinya, Anda sebetulnya tidak perlu sampai repot-repot mengunjungi negeri Matahari Terbit itu. Sekarang sudah banyak restoran khas Jepang di Indonesia yang menjajakan mie ramen dalam daftar menunya. Anda pun juga bisa beli ramen versi instan di supermarket mana pun. Namun sebenarnya, ramen sehat atau tidak, sih?

Kandungan nutrisi dalam ramen

mie ramen sehat

Hampir sama seperti mie instan, bahan dasar ramen adalah tepung terigu. Beberapa ada yang menggunakan tepung gandum.

Namun, untuk benar-benar menggali kandungan nutrisi lainnya dalam semangkuk ramen, nyatanya perlu kejelian yang lebih tajam. Pasalnya, ada banyak variasi sajian ramen di dunia ini dengan jenis dan takaran bahan dasar berbeda-beda, tergantung siapa yang membuatnya.

Ada mie ramen putih (tepung terigu biasa) dan ada pula yang warna-warni karena ditambahkan pewarna dari sayur-sayuran atau tinta hitam cumi. Belum lagi mempertimbangkan bahan pembuat kaldu sup yang berbeda serta macam-macam topping antar satu menu ramen dan lainnya.

Semua variasi bahan pendukung ini akan ikut andil dalam menentukan jenis dan berapa banyak kandungan nutrisi dalam seporsinya. Proses pembuatannya pun akan memengaruhi kandungan nutrisinya. Kandungan ramen segar yang langsung dibuat di tempat dengan topping sayuran dan daging segar tentu akan sangat berbeda dengan ramen instan yang lewat proses pabrikan.

Sebagai contoh, ini nilai gizi salah satu produk mie ramen instan:

  • Energi (kalori): 188 kalori
  • Karbohidrat: 27 gram (gr)
  • Protein: 5 gr
  • Lemak: 7 gr
  • Serat 1 gr

Itu kenapa kandungan nutrisi dalam setiap porsi ramen tidak akan pernah sama.

Jadi, sehatkah makan mie ramen?

Sumber: The Simple Veganista

Kita tidak bisa pukul rata untuk men-cap ramen sebagai makanan sehat atau tidak. Pasalnya, tidak semua ramen dibuat sama persis. Sehat tidaknya ramen akan kembali lagi akan tergantung dari proses pembuatannya dan apa saja bahan-bahan yang ada dalam semangkuk ramen tersebut.

Ramen sebenarnya sudah tinggi kalori karena bahan dasarnya adalah karbohidrat tepung. Dihidangkan polos tentu tidak akan banyak membantu mencukupi kebutuhan gizi harian Anda. Beda ketika Anda menyantap sajian ramen yang lengkap dengan variasi topping. 

Meski tentu jumlah kalorinya akan ikut meningkat, variasi topping sebagai teman lauk makan ramen dan bumbu-bumbu masaknya bisa membuat semangkuk ramen menyehatkan jika pilihannya tepat. Misalnya, sayuran segar untuk asupan serat dan vitamin, potongan daging untuk sumber protein, hingga jahe, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya yang menyediakan asupan antioksidan.

Sedikit berbeda dengan ramen instan.

Ramen instan tinggi sodium

Ramen instan biasanya sudah melewati proses pabrikan untuk ditambahkan dengan sodium (garam), monosodium glutamat (MSG), dan bahan kimia pengawet lainnya dalam jumlah banyak. Tujuannya untuk memperkaya cita rasa dan agar usia simpannya tahan lama di toko.

Berbagai zat tambahan kimiawi ini tidak baik untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi kebanyakan dalam jangka panjang. Asupan garam sodium berlebihan, misalnya, telah lama dikaitkan dengan risiko hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.

Sebaliknya, pada sebagian orang terlalu banyak makan makanan yang mengandung MSG bisa menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual, kekakuan otot, tekanan darah meningkat, hingga tubuh yang melemah.

Ramen tidak cocok untuk yang sedang diet

Secara umum, ramen baik yang segar maupun yang instan bisa dibilang makanan tinggi kalori. Terlebih jika Anda menambahkan macam-macam topping di atasnya. Itu sebabnya mie asal negeri sakura ini tidak tepat dijadikan sebagai menu makan jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan.

Maka, Anda harus benar-benar memahami dulu bahan dasar apa saja yang ada di dalam mie ramen tersebut untuk menentukan sehat atau tidaknya bagi diri Anda sendiri.

Begini cara membuat mie ramen yang sehat

mie ramen

Meski sehat tidaknya ramen masih “abu-abu”, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh memakannya kalau lagi ingin. Ramen sah-sah saja dimakan sebagai makanan utama, asal Anda bisa memastikan bahwa Anda bisa mendapatkan cukup variasi gizi dari semangkuk mie hangat tersebut. Misalnya, pakai topping sayuran segar, daging tanpa lemak, atau potongan seafood segar (bukan makanan beku).

Apabila Anda ingin menyantap ramen instan, coba kurangi porsi bumbu penyedap yang biasanya sudah sepaket dalam bungkus ramen itu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi asupan garam sodium dan pengawet kimiawi.

Sebagai gantinya, tambahkan penyedap alami yang jauh lebih bernutrisi, misalnya bawang putih, bawang merah, lada, dan lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca