4 Sumber Makanan yang Bisa Mengurangi Radikal Bebas Dalam Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Radikal bebas bisa masuk ke dalam tubuh Anda dari mana saja. Dari udara yang Anda hirup, dari makanan yang Anda makan, dari sinar matahari yang memapar kulit Anda, dan lain sebagainya. Dalam tubuh, radikal bebas ini bisa berbahaya karena dapat merusak sel, menyebabkan peradangan, bahkan sampai bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengurangi jumlah radikal bebas yang masuk ke tubuh Anda. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang dapat membunuh radikal bebas. Apa saja?

Makanan mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas

Untuk bisa melawan dan menyeimbangkan jumlah radikal bebas dalam tubuh, Anda perlu mengonsumsi banyak makanan yang mengandung antioksidan. Antioksidan merupakan molekul yang dapat berinteraksi dengan radikal bebas dengan aman, sehingga dapat mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh sebelum menyebabkan kerusakan sel.

Tubuh tidak dapat menghasilkan antioksidan, sehingga Anda perlu mendapatkan antioksidan dari luar tubuh. Antioksidan ini dapat Anda temukan dalam berbagai macam makanan, terutama makanan yang mengandung vitamin E, vitamin C, dan betakaroten (vitamin A), serta dalam mineral selenium.

1. Vitamin E

Vitamin E atau d-alfa tokoferol merupakan vitamin larut lemak yang mempunyai sifat sebagai antioksidan dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan vitamin E ini dari konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, minyak nabati, gandum, beras merah, oatmeal, dan sayuran hijau.

2. Vitamin C

Asam askorbat atau biasa dikenal sebagai vitamin C juga merupakan salah satu vitamin yang memiliki sifat antioksidan. Sehingga, dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin C, ini dapat membantu Anda dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Selain itu, antioksidan dalam vitamin C juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda sehingga Anda tidak mudah sakit.

Anda bisa mendapatkan sumber vitamin C ini dari jeruk, stroberi, tomat, nanas, pepaya, kiwi, mangga, bayam, brokoli, asparagus, kol brussels, dan masih banyak lagi.

3. Betakaroten (vitamin A)

Betakaroten merupakan prekursor vitamin A yang juga mempunyai sifat antioksidan kuat. Sangat mudah sebenarnya menemukan makanan yang mengandung vitamin A ini. Kandungan betakaroten dapat memberi warna oranye atau merah pada makanan. Jadi, Anda dapat mengenali dengan mudah makanan yang mengandung betakaroten dari warnanya.

Beberapa contoh makanan yang mengandung vitamin A adalah wortel, tomat, blewah, ubi jalar, kuning telur, susu, bayam, brokoli, hati, dan biji-bijian. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan tinggi vitamin A (seperti hati) secara berlebihan, karena kandungan vitamin A dalam tubuh yang berlebihan dapat berubah menjadi racun.

4. Selenium

Selenium merupakan mineral yang juga bersifat antioksidan, sehingga memainkan peran penting dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Anda bisa memeroleh selenium dari berbagai macam makanan yang berasal dari tanah dan dari makanan hewani yang mendapat pakan kaya selenium. Beberapa contoh makanan sumber selenium adalah nasi merah, oatmeal, gandum, biji-bijian, bawang, ayam, telur, dan berbagai sayuran.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

WebMD. Antioxidants-Topic Overview. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/food-recipes/tc/antioxidants-topic-overview [Accessed 26 May 2017].

Antioxidants and Free radicals. [online] Available at: http://www.rice.edu/~jenky/sports/antiox.html [Accessed 26 May 2017].

Ipatenco, S. (2014). Which Foods Prevent Free Radicals in Your Body?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/500329-what-foods-prevent-free-radicals-in-your-body/ [Accessed 26 May 2017].

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Tindakan untuk mencegah demam berdarah tak hanya menjaga kebersihan ingkungan saja tetapi Anda juga perlu memenuhi nutrisi seperti asupan vitamin C harian.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 08/04/2020

3 Kandungan Jambu Biji yang Ampuh Menjaga Imun Tubuh

Entah itu dibuat jus atau dimakan secara langung, kandungan pada jambu biji ternyata memberi manfaat untuk menjaga dan meningkatkan sistem imun Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 07/04/2020

Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan Ketika Sedang Sakit Batuk Pilek?

Ada anggapan dosis vitamin C tinggi baik dikonsumsi saat sakit untuk mengurangi kekambuhan gejala. Studi ini menjawab pengaruh dosis terhadap tubuh Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 06/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

10 Jenis Sayur dan Buah yang Bisa Jadi Sumber Vitamin C Saat Sahur

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

Apakah Kebutuhan Vitamin C dalam Tubuh Meningkat saat Sakit atau Sama Saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020