5 Persiapan Penting Sebelum Konsultasi ke Psikolog Pertama Kalinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tak perlu ragu mencari bantuan psikolog untuk memecahkan permasalahan Anda. Apalagi bila saat ini Anda tertekan dan butuh teman curhat. Nah, konsultasi ke psikolog adalah salah satu cara untuk mengatasi rasa tertekan Anda. Bingung karena baru pertama kalinya konsultasi ke psikolog? Tenang, Anda hanya perlu melakukan hal-hal berikut agar konsultasi psikologis pertama Anda berjalan lancar.

Apa yang harus dipersiapkan ketika konsultasi ke psikolog pertama kali?

Mungkin pada awalnya, Anda ragu untuk berkunjung ke psikolog. Anda malu dan cemas karena pandangan orang-orang sekitar. Ya, sebagian besar memang menganggap bahwa orang yang ke psikolog adalah orang yang mengalami gangguan jiwa. Padahal, ketika Anda stres dan tidak bisa mengelolanya dengan baik, bisa jadi tanda bahwa Anda perlu konsultasi ke psikolog. 

Wajar jika pada pertemuan pertama Anda merasa khawatir, cemas, dan tidak nyaman. Akan tetapi, agar masalah Anda cepat selesai, maka Anda harus memaksimalkan pertemuan pertama Anda dengan psikolog. Nah, agar pertemuan pertama Anda berjalan dengan lancar, sebaiknya ikuti tips-tips berikut ini.

1. Jadi diri sendiri, tak perlu takut

Hampir setiap orang yang baru pertama kali konsultasi ke psikolog merasa takut dan tak nyaman. Namun, jangan sampai hal ini membuat Anda menutup diri. Ketakutan di awal sangat wajar, tapi jika Anda sudah beradaptasi maka sebaiknya nikmati obrolan dengan psikolog.

Psikolog adalah seorang yang profesional, jadi apapun masalah Anda pasti akan menjadi rahasia antara kalian berdua. Jadi, jangan takut untuk jujur dan menceritakan apa yang Anda rasakan.

Psikolog atau terapis juga memiliki tujuan untuk membantu, bukan menghakimi Anda. Maka, tidak perlu berbohong atau menutup-nutupi kenyataan tertentu hanya karena Anda takut dipandang secara negatif oleh psikolog Anda. Ibaratnya, bila Anda tidak mau memberi tahu dokter kalau Anda sakit perut dan mual, bagaimana dokter bisa mendiagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat?

2. Siapkan diri untuk menjawab banyak pertanyaan

Pada sesi pertama, psikolog akan berusaha untuk mengenal Anda dan masalah yang Anda alami. Dengan begitu, pasti ada banyak pertanyaan yang ditanyakan pada Anda, sehingga siapkan semua jawaban dan cerita Anda sejujurnya.

Mungkin pertanyaan pertama yang akan dilontarkan oleh psikolog adalah, “Apa yang membuat Anda datang ke sini?” atau “Mengapa baru sekarang datang berkonsultasi, mengapa tak sebelumnya?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang mungkin Anda hadapi di pertemuan pertama, yang ditujukan untuk mengetahui apa yang Anda rasakan saat itu dan menilai kondisi emosional Anda.

konseling psikologi

3. Jangan malu bertanya, catat berbagai pertanyaan saat berkonsultasi

Dalam satu sesi, biasanya terapi dilakukan selama kurang lebih 45-50 menit. Hal ini tergantung kebijakan masing-masing tempat konseling yang Anda datangi.

Anda berhak untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan pada psikolog. Justru, sesi pertama adalah kesempatan Anda untuk mengetahui bagaimana rencana terapi yang akan Anda jalani ke depannya. Beberapa hal yang sebaiknya Anda tanyakan pada psikolog adalah:

  • Terapi apa yang akan diterapkan pada saya?
  • Seberapa sering saya harus konsultasi ke psikolog?
  • Apakah terapi ini merupakan terapi jangka pendek atau jangka panjang?
  • Apakah ada yang harus saya lakukan di rumah demi menunjang terapi?
  • Apakah anggota keluarga atau orang terdekat saya perlu dilibatkan?

Jika ada hal lain yang masih membuat Anda ragu dan bingung tentang terapi yang akan dilakukan, jangan sungkan untuk bertanya pada psikolog Anda. 

4. Datang dengan jurnal harian Anda

Jika Anda memiliki jurnal atau buku harian, maka sebaiknya bawa ketika Anda berkonsultasi. Ini akan memudahkan Anda menjawab berbagai pertanyaan psikolog. Terkadang, Anda mungkin lupa kejadian apa yang membuat Anda marah di waktu lampau, sehingga dengan membawa buku harian, Anda dapat mudah mengingatnya kembali.

5. Jangan terlambat

Bila Anda sudah membuat janji dengan terapis, datanglah sekitar 10 menit lebih awal. Datang lebih awal akan membantu Anda mempersiapkan mental, memfokuskan pikiran, dan mengurus administrasi.

Sedangkan kalau datang terlambat, Anda mungkin jadi merasa bersalah dan gugup sehingga konsultasinya tidak berjalan lancar. Anda juga yang akan rugi, karena terlambat berarti memotong jam konsultasi dengan terapis Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit