3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Glaukoma adalah penyakit yang terjadi akibat kerusakan saraf mata. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan permanen bila tidak cepat diobati dengan tepat. Nah, selain pakai obat tetes mata dan obat minum, ternyata ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi glaukoma di rumah lho! Apa saja? Yuk, intip ulasan lengkap berikut.

Beragam cara mengatasi glaukoma

Dalam kasus yang ringan, gejala glaukoma biasanya akan mereda setelah minum obat atau pakai obat tetes mata. Namun, penelitian menemukan bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi glaukoma. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Makan makanan tinggi astaxanthin

Astaxanthin adalah jenis karotenoid yang paling banyak mengandung antioksidan. Antioksidan sendiri berperan penting untuk membantu menangkal radikal bebas penyebab berbagai macam penyakit, seperti glaukoma.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Vison menemukan astaxanthin dapat membantu mengurangi kerusakan retina yang disebabkan oleh stres oksidatif. Meski uji coba baru dilakukan pada tikus, hasil penelitian ini cukup memberikan angin segar sebagai cara mengatasi glaukoma.

Anda bisa mengonsumsi astaxanthin dalam bentuk alami atau suplemen. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum minum suplemen astaxanthin. Pasalnya, tidak semua orang membutuhkan suplemen makanan.

Dalam bentuk alami, Anda bisa mendapatkan asupan astaxanthin dari:

  • Wortel
  • Ubi jalar
  • Semangka
  • Blewah
  • Paprika merah dan kuning
  • Mangga
  • Tomat
  • Salmon
  • Udang
  • Lobster
  • Alga merah
  • Telur ikan

2. Perbanyak asupan omega 3

Lemak tidak selalu buruk untuk tubuh. Bila Anda cermat dalam memilah makanan, maka Anda akan mendapatkan banyak manfaat ketimbang mudaratnya.

Nah, salah satu lemak baik yang terbukti banyak manfaatnya untuk tubuh adalah asam lemak omega-3. Usut punya usut, rutin mengonsumsi makanan yang tinggi asam lemak omega-3 bisa jadi cara efektif untuk mengatasi glaukoma, lho. Hal ini pun didukung studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Melbourne.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan tekanan intraokular pada orang dengan gejala glaukoma dini. Penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu melindungi mata orang dewasa dari risiko degenerasi makula dan sindrom mata kering.

Asam lemak omega-3 banyak terkandung dalam ikan berlemak (ikan cod, salmon, sarden, dan tuna)  dan makanan laut lain, seperti udang, kepiting, dan kerang. Anda juga bisa mendapatkan asupan asam lemak omega 3 dari suplemen minyak ikan yang banyak dijual di toko obat atau apotek.

3. Minum suplemen koenzim Q10 (CoQ10)

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi glaukoma adalah dengan minum suplemen koenzim Q10 (CoQ10).

CoQ10 adalah antioksidan yang sebenarnya ada di hampir setiap sel tubuh Anda. Antioksidan ini berperan untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel serta melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Mengutip dari Medical Daily, koenzim Q10 dapat membantu mengurangi sejumlah gejala glaukoma yang membuat mata tak nyaman. Antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel neuroretinal dan juga mengurangi jumlah radikal bebas yang dihasilkan mata.

Penelitian dalam Journal of Glaucoma juga menemukan bahwa gabungan suplemen CoQ10 dan vitamin E efektif membantu meredakan stres oksidatif yang dialami pasien glaukoma sudut terbuka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Salah satu pengobatan untuk mengatasi kebutaan yang disebabkan penyakit glaukoma adalah pemasangan implan. Tahukah Anda mengenai implan glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 27/06/2019 . 5 menit baca

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 09/06/2019 . 4 menit baca

Nyaman, Sih, Tapi Ini Bahayanya Jika Membaca Sambil Tiduran

Anda suka membaca sambil tiduran karena lebih nyaman? Eits, tunggu dulu, coba perhatikan efek apa saja yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/04/2019 . 4 menit baca

Mata Merah dan Sensitif Akibat Keratitis? Ini 3 Kunci Penting Mengobatinya

Keratitis bisa menyebabkan mata merah, terasa pedih, dan sensitif terhadap cahaya. Temukan berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis disini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/03/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca
pusing pakai kacamata baru

Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . 4 menit baca
ciri glaukoma pada anak

Tanda Glaukoma pada Anak yang Perlu Diwaspadai oleh Orangtua

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 4 menit baca
obat mata untuk anak

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . 3 menit baca