Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar mengenai prosedur operasi tummy tuckTummy tuck adalah operasi untuk memperbaiki bentuk dan tampilan perut. Ya, memiliki perut yang rata dan kencang tampaknya menjadi dambaan setiap orang, khususnya kaum hawa.

Sayangnya, meski sudah rutin melakukan olahraga dan mengatur pola makan, terkadang bentuk perut tidak kunjung berubah dan tetap bergelambir. Berawal dari hal ini, prosedur bedah ini kerap menjadi jalan pintas untuk mempercantik penampilan.

Apa itu tummy tuck?

Dokter memeriksa gejala hepatitis B

Jarang olahraga, kenaikan berat badan drastis, sudah pernah hamil dan melahirkan, hingga konsumsi gula yang berlebih bisa saja membuat perut bergelambir.

Tak jarang, tampilan perut dapat terlihat berlipat-lipat bahkan seolah “jatuh” ke bawah. Bagi para wanita, hal ini tentu menurunkan kepercayaan diri, terutama bila Anda suka mengenakan pakaian yang cenderung ketat.

Salah satu solusi yang ditawarkan untuk memperbaiki tampilan perut adalah dengan prosedur tummy tuck. Meski demikian, operasi ini tetap bisa dilakukan oleh siapa saja selama memenuhi kriteria.

Tummy tuck adalah sebuah prosedur operasi bedah kosmetik untuk mengencangkan sekaligus memperbaiki bentuk perut. Dengan begitu, perut yang tadinya bergelambir diharapkan dapat lebih rata, kencang, dan indah dilihat.

Tummy tuck, atau dalam istilah medis disebut abdominoplasti, adalah prosedur yang dilakukan dengan membuang kelebihan kulit dan lemak dari perut.

Apa tujuan prosedur tummy tuck?

Selain membantu membuang kelebihan lemak dan perut, otot-otot perut juga akan ikut dikencangkan selama prosedur ini berlangsung.

Tummy tuck juga adalah operasi yang bermanfaat untuk membuang kulit berlebih di bagian bawah pusar dan menghilangkan bekas luka di daerah tersebut.

Hanya saja, prosedur ini tidak dapat memperbaiki bekas luka yang berada di luar area tersebut.

Siapa saja yang boleh melakukan operasi ini?

Tummy tuck adalah jenis bedah kecantikan yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Artinya, ada beberapa kriteria tertentu jika Anda ingin menjalani operasi yang satu ini.

Menurut American Board of Cosmetic Surgery, beberapa kriteria yang diperbolehkan dokter untuk melakukan tummy tuck adalah sebagai berikut:

  • Sudah berusaha melakukan olahraga dan diet menurunkan badan, tetapi perut masih bergelambir dan berlipat-lipat.
  • Kehilangan cukup banyak berat badan sehingga kulit di area perut menjadi “longgar” dan tampak berlebih.
  • Kulit dan otot-otot perut meregang dan kendur usai hamil dan melahirkan.
  • Bukan seorang perokok.
  • Memiliki kondisi fisik yang baik dan berat badan stabil.

Namun, bedah abdominoplasti ini tidak bisa langsung dilakukan bila seorang wanita masih berencana untuk hamil maupun menurunkan berat badan secara drastis.

Itu sebabnya, biasanya operasi ini dianjurkan untuk dilakukan setelah seseorang melahirkan atau berhasil melakukan penurunan berat badan.

Bagaimana prosedur tummy tuck berlangsung?

efek operasi ganti kelamin

Sebelum prosedur operasi ini dilakukan, Anda akan diberikan anestesi umum atau bius total. Pemberian bius total akan membuat Anda tidak sadarkan diri sepenuhnya saat operasi berlangsung.

Dokter kemudian memulai operasi dengan membuat dua sayatan, yaitu dari tulang pinggul satu ke tulang pinggul lainnya dan di sekitar pusar sampai ke rambut kemaluan.

Melansir dari Mayo Clinic, jaringan ikat yang ada di atas otot perut akan dikencangkan dengan dijahit permanen. Selanjutnya, dokter akan merapikan kulit yang ada di sekitar pusar dan menjahit pusar dalam posisi normal.

Sayatan dari sisi pinggul satu dan lainnya yang ada di atas rambut kemaluan juga akan dijahit bersama sehingga meninggalkan sedikit bekas luka. Tummy tuck adalah prosedur bedah yang biasanya memakan waktu sekitar 2-5 jam.

Apakah prosedur operasi ini berisiko?

Prosedur medis umumnya membawa risiko setelahnya. Beberapa risiko yang juga ada di balik prosedur operasi perut ini yaitu:

  • Penumpukan cairan berlebih di bawah kulit.
  • Proses penyembuhan luka pasca operasi tidak berjalan dengan baik.
  • Muncul jaringan parut pada bekas luka sayatan saat operasi. Jaringan parut adalah bagian dari proses saat luka akan sembuh.
  • Kerusakan jaringan di area bekas operasi.
  • Perubahan sensasi rasa pada perut, seperti mati rasa, setelah operasi karena pengaruh saraf.

Penting untuk selalu mengonsultasikan dengan dokter terkait prosedur operasi apa pun, termasuk tummy tuck. Dokter dapat memberikan saran dan tindakan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Operasi Usus Buntu (Appendektomi)

Usus buntu yang mengalami infeksi dan berisiko pecah harus dikeluarkan lewat operasi. Apa saja yang harus Anda ketahui sebelum masuk kamar operasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Operasi A-Z, Kesehatan A-Z 3 September 2019 . Waktu baca 7 menit

3 Hal yang Wajib Dilakukan Agar Darah Tak Menggumpal Setelah Operasi

Setelah operasi, seseorang berisiko tinggi mengalami gumpalan darah di tubuhnya. Coba lakukan beberapa hal ini untuk mencegah darah menggumpal di tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

Ungkap 3 Rahasia Mengecilkan Bokong Tanpa Harus Operasi

Cara mengecilkan bokong tidak selalu dengan operasi, kok. Anda bisa mencoba cara lainnya. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

8 Makanan Pendukung untuk Mengecilkan Perut

Punya perut buncit bikin Anda minder? Jika Anda sedang dalam program mengecilkan perut, konsumsi beberapa makanan ini supaya hasilnya lebih maksimal.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 9 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Makanan setelah operasi

Jenis Makanan Setelah Operasi yang Dapat Membantu Pemulihan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
prostatektomi

Mengenal Prostatektomi, Operasi untuk Masalah Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mengukur lingkar perut

Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit