Sebenarnya, Sabun Mandi Itu Baik Atau Justru Merusak Kulit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/11/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk menjaga kesehatan kulit, Anda tentu harus rutin membersihkannya. Pada beberapa kasus, keseringan membersihkan kulit dengan sabun malah menimbulkan beberapa masalah seperti kulit kering, gatal, bahkan meradang. Jauh dari yang diinginkan, bukan? Sebenarnya bagaimana, sih, cara kerja sabun pada kulit? Apakah sabun mandi baik atau justru merusak kulit? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Bagaimana cara sabun membersihkan kulit?

Sabun adalah bahan pembersih yang terbuat dari asam lemak dengan hidroksida logam alkali. Secara sederhana, sabun bekerja untuk membersihkan kulit dari kotoran, keringat, dan sebum (minyak yang dihasilkan tubuh secara alami) pada kulit.

Zat yang berperan dalam hal ini adalah surfaktan. Surfaktan adalah bahan kimia yang menstabilkan campuran minyak dan air. Ini karena sabun yang terbuat dari lemak tidak bisa bercampur dengan air. Jadi, surfaktan pada sabun tidak hanya membersihkan tetapi juga bisa membuat sabun mudah dibilas dengan air.

Tidak hanya pada sabun, surfaktan juga bisa ditemukan pada losion, parfum, dan pada produk lainnya khususnya untuk tubuh dan rambut.

Selain itu, surfaktan dapat membantu proses pengelupasan kulit alami dengan mengeluarkan sel-sel mati dari epidermis (lapisan terluar kulit) dan membuat kulit terasa segar.

Nyatanya, tidak selalu demikian. Surfaktan juga memiliki efek buruk pada bagian terluar epidermis yang disebut stratum korneum. Efeknya adalah merusak fungsi pelindung kulit yang alami sehingga mempermudah racun, bakteri, dan zat lainnya menembus ke dalam kulit. Kerusakan tersebut biasanya ditandai dengan kulit kering dan kemerahan. Bahkan, bisa terjadi iritasi jangka panjang.

membersihkan vagina dengan sabun aman atau tidak

Benarkah sabun mandi bisa merusak kulit?

Meskipun sabun memang bisa membantu membersihkan kulit, zat kimia yang terkandung dalam sabun bisa menimbulkan efek samping tertentu pada kulit. Intinya, sama saja dengan obat-obatan yang Anda konsumsi. Meski bermanfaat, ada juga efek samping yang mungkin muncul.
Lalu apa saja efek sabun mandi pada kulit manusia? Begini penjelasan lengkapnya.

Iritasi

Stratum korneum terdiri dari lapisan sel keratinosit yang sudah mati yang memang akan mengelupas sendiri. Ketika ini terjadi, inti sel dan sitoplasma (cairan dalam sel) menjadi keras dan mengering. Nah, kandungan surfaktan dalam sabun mandi akan lantas bereaksi dengan proses tersebut, sehingga menyebabkan lapisan kulit membengkak.

Pembengkakan ini sebenarnya akan membantu bahan-bahan dalam sabun mandi untuk masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Namun, bila bahan-bahan ini berinteraksi dengan ujung-ujung sel saraf dan sistem kekebalan tubuh, iritasi dan rasa gatal bisa timbul.

Kulit kering dan dehidrasi

Stratum korneum mengandung lipid (sel lemak) yang fungsinya membantu kulit mempertahankan kelembapan. Diyakini, surfaktan dalam sabun mandi mampu menembus stratum korneum dan mengganggu lipid sehingga jumlah lipid menjadi semakin menurun. Jika jumlah lipid menurun, maka kelembapan pada kulit juga berkurang.

Air secara alami menguap dari kulit, jika kulit sudah berkurang kelembapannya tentu akan menyebabkan kulit kering dan dehidrasi.

Mengganggu keseimbangan kadar pH kulit

Menurut Verywell.com, zat surfaktan yang terkandung pada sabun umumnya memiliki tingkat pH (juga disebut tingkat keasaman) sekitar 10, sedangkan kulit memiliki ph sekitar 5,5.

Kadar pH yang berbeda tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan sehingga akhirnya menyebabkan iritasi. Bahan pembersih yang baik adalah dapat menyeimbangkan kadar asam pada kulit.

Jadi, apakah sabun mandi tidak disarankan bagi kulit?

Anda masih sangat disarankan untuk mandi dengan sabun agar bersih dari kuman, virus, dan jamur. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya Anda tidak kena efek samping pakai sabun mandi.

Gunakan sabun dengan kandungan emolien yang dapat menjaga kelembapan kulit. Biasanya, emolion terdapat pada banyak sabun cair. Jika sabun sudah sesuai, cara dan aturan pemakaiannya juga harus benar. Misalnya, tidak menggosokkannya terlalu kuat pada kulit atau tidak menggunakan air yang terlalu panas ketika membilasnya.

Anda juga tidak disarankan untuk mandi berlama-lama karena bisa membuat kulit kering. Cukup basahi badan, sabuni hingga merata, dan segera bilas bersih tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Memilih Sabun untuk Orang dengan Kulit Alergi

Memiliki alergi pada kulit mengharuskan Anda berhati-hati ketika memakai sabun. Jangan cemas, simak tips memilih sabun untuk kulit alergi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kulit, Health Centers 13/09/2019 . Waktu baca 4 menit

5 Kiat Memilih Sabun Jerawat untuk Muka dan Badan

Jerawat tak cuma muncul di wajah, tapi bisa juga di dada dan punggung. Jangan khawatir, simak panduan memilih sabun jerawat yang tepat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Kulit, Jerawat, Health Centers 03/10/2018 . Waktu baca 3 menit

Sabun Mandi Seperti Apa yang Paling Cocok untuk Jenis Kulit Anda?

Beda jenis kulit, beda juga jenis sabun mandi yang Anda butuhkan. Kira-kira mana yang paling cocok buat Anda? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 08/10/2017 . Waktu baca 4 menit

3 Risiko Kesehatan Akibat Keseringan Pakai Hand Sanitizer

Hand sanitizer memang lebih praktis ketimbang harus bolak-balik cuci tangan. Tapi, waspadai juga bahayanya untuk kesehatan kalau keseringan dipakai

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/10/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gonta-ganti sabun mandi

Efek Sering Gonta-Ganti Sabun Mandi Terhadap Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Sabun membunuh COVID-19

Bagaimana Sabun Membunuh COVID-19 dan Kuman-Kuman Jahat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22/03/2020 . Waktu baca 5 menit
sabun muka kulit kombinasi

5 Kiat Memilih Sabun Cuci Muka yang Cocok untuk Kulit Kombinasi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit