Awas, Sering Minum Minuman Bersoda Ternyata Bikin Cepat Tua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Mengonsumsi minuman bersoda mungkin sudah menjadi tren atau mungkin gaya hidup sebagian orang. Di siang hari yang sedang panas memang paling enak minum-minuman dingin dan manis, seperti minuman bersoda. Namun hati-hati, terlalu sering mengonsumsi minuman manis bersoda dapat membawa dampak buruk untuk Anda.

Selain karena dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan, belakangan ini juga ditemukan bahwa minuman bersoda dapat menyebabkan Anda menjadi cepat tua. Bagaimana bisa?

Minuman bersoda menyebabkan cepat tua

Sebuah penelitian dari University of California-San Francisco (UCSF) telah menemukan bahwa rutin minum minuman manis bersoda dapat mempercepat penuaan dari sel kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit kronis.

Menurut Prof. Elissa Epel, peneliti dari penelitian tersebut, mengonsumsi minuman manis bersoda secara rutin dapat memengaruhi perkembangan penyakit. Minuman manis bersoda tidak hanya dapat menyebabkan kurangnya kontrol metabolik gula dalam tubuh, tetapi juga dapat mempercepat penuaan sel-sel dalam jaringan tubuh.

Bagaimana bisa minuman bersoda menyebabkan cepat tua?

Hal ini berkaitan dengan panjang telomer. Telomer dapat menjadi penanda penuaan sel. Telomer merupakan urutan DNA yang berulang yang menutupi ujung kromosom agar tidak berjuntai. Hal ini berfungsi untuk melindungi DNA dari kerusakan. Telomer ini akan menjadi lebih pendek setiap kali sel membelah. Namun, jika telomer terlalu pendek, maka sel bisa berhenti membelah dan mati. Sehingga, panjang telomer dapat menggambarkan atau bahkan menentukan usia biologis sel.

Penelitian sebelumnya juga telah menghubungkan panjang telomer dalam sel darah putih dengan usia. Selain itu, telomer yang pendek juga dapat dihubungkan dengan kerusakan jaringan, pembengkakan, dan resistensi insulin, disertai dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes yang berhubungan dengan penuaan.

Penelitian dari UCSF membuktikan bahwa partisipan yang mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak cenderung memiliki telomer yang lebih pendek. Para peneliti membandingkan panjang telomer (yang dilihat dari sampel darah) dan konsumsi minuman manis bersoda pada setiap partisipan dalam penelitian tersebut, dan hasilnya ada perbedaan. Penelitian yang melibatkan 5309 orang usia 20-65 tahun ini juga menghitung bahwa konsumsi minuman bersoda sebanyak kurang lebih 600 ml setiap hari berhubungan dengan penambahan usia biologis sekitar 4,6 tahun.

Epel menambahkan bahwa walaupun penelitian tersebut hanya melibatkan orang dewasa, namun hasil penelitian ini juga dapat menggambarkan konsumsi minuman bersoda terkait pemendekan telomer pada anak-anak. Penelitian ini dilakukan tanpa memandang usia, ras, pendapatan serta tingkat pendidikan. Lagipula, pemendekan telomer terjadi sebelum penyakit muncul. Jadi, tubuh Anda membutuhkan banyak waktu sampai bisa memunculkan penyakit, yang mungkin Anda mulai memicu penyakit tersebut sejak kecil.

Kesimpulan

Penelitian dari UCSF ini menambah temuan tentang dampak dari konsumsi banyak minuman bersoda, selain dapat menyebabkan obesitas, sindrom metabolik, diabetes, dan penyakit jantung. Minuman bersoda menjadi salah satu hal yang dapat memperpendek panjang telomer Anda, sehingga bisa membuat sel-sel dalam tubuh menjadi lebih cepat menua.

Hal lain yang juga bisa memengaruhi panjang telomer Anda adalah merokok, diet, ras, jenis kelamin, dan kecepatan sel darah dalam membelah. Artinya, dengan menerapkan pola hidup sehat, dengan diet gizi seimbang, olahraga teratur, mengelola stres, dan tidak merokok, maka Anda dapat mempertahankan panjang telomer Anda, sehingga membuka peluang lebih besar untuk hidup lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . 6 menit baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . 5 menit baca

5 Cara Memilih Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

Menerapkan pola makan sehat merupakan cara untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Apa saja makanan sehat untuk penderita jantung koroner?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 17/06/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 1 menit baca