3 Langkah Memilih Pelembab yang Sehat Bagi Kulit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perawatan kulit wajah sehari-hari yang tergolong baik mencakup pemakaian pelembab dan tabir surya untuk melawan radikal bebas dan melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Mengapa menggunakan pelembab? Pelembab wajah berfungsi sebagai pelindung bagi kulit, menjaga agar kulit wajah Anda tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. Pelembab bekerja dengan memerangkap kelembaban pada lapisan luar kulit dan menarik uap air dari lapisan kulit yang lebih dalam ke lapisan kulit luar. The American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan pelembab wajah setelah mandi agar kulit Anda yang masih lembab dapat mengikat cairan dengan baik. Tapi, bagaimana cara memilih pelembab yang sehat untuk kulit, dan tidak akan malah menimbulkan masalah?

Tips memilih pelembab yang sehat

1. Kenali jenis kulit Anda

Sebelum menggunakan pelembab, Anda harus mengenal jenis kulit Anda terlebih dulu untuk memastikan bahwa pelembab yang Anda gunakan memang sesuai dengan kebutuhan. Jenis kulit Anda ditentukan oleh berbagai faktor seperti genetik dan makanan. Secara umum, terdapat lima golongan jenis kulit:

  • Kering: Cocok menggunakan pelembab yang berbahan dasar minyak
  • Berminyak: Cocok menggunakan pelembab berbahan dasar air
  • Dewasa (mature): Sebaiknya menggunakan pelembab berbahan dasar minyak
  • Sensitif: Sebaiknya menggunakan pelembab yang mengandung aloevera atau bahan yang sejuk di kulit
  • Normal/kombinasi: Cocok menggunakan pelembab berbahan dasar air

BACA JUGA: 9 Langkah Mencuci Muka Dengan Benar Jika Kulit Anda Berminyak

2. Cermati kandungan dalam pelembab Anda

Sekarang, setelah Anda mengetahui jenis kulit Anda, dan telah berhadapan dengan produk pelembab berbahan dasar sesuai dengan kulit Anda, langkah selanjutnya adalah membaca baik-baik label pada kemasan produk Anda. Pelembab yang baik adalah pelembab yang dapat melindungi kulit dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

Bahan aktif dan inaktif

Anda bingung saat membaca label yang tertera pada kemasan pelembab? Biasanya, pada pelembab akan dicantumkan kandungan yang terdapat di dalam produk tersebut. Secara umum, kandungan dalam pelembab dapat digolongkan menjadi dua, yaitu bahan aktif dan inaktif. Secara sederhana, bahan aktif adalah bahan yang membuat produk tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Contohnya, pelembab yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV akan mengandung titanium oksida yang berfungsi sebagai bahan tabir surya utama.

Bahan aktif yang paling sering digunakan pada pelembab adalah lanolin, gliserin, dan petrolatum. Dari ketiga produk tersebut, gliserin merupakan bahan yang paling jarang menimbulkan alergi. Bahan inaktif, di sisi lain, merupakan bahan pendukung yang melengkapi produk Anda.

BACA JUGA: Tips Mengenali Krim Pemutih Kulit yang Berbahaya

Non-comedogenic

Produk yang melabel dirinya bersifat non-comedogenic berarti memiliki sifat yang tidak menyumbat pori-pori. Produk ini biasa tidak mengandung minyak, yang berarti sangat ideal untuk Anda jika Anda memiliki jenis kulit yang berminyak dan cenderung berjerawat.

Hypoallergenic

Istilah ini berarti bahwa produk tersebut lebih sedikit menimbulkan reaksi alergi pada konsumen. Produk ini cocok bagi Anda yang memiliki kulit yang sensitif  dan mudah alergi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hal ini tidak menjamin produk tersebut tidak dapat menimbulkan alergi. Jadi, apa yang dapat Anda lakukan? Jika Anda memiliki reaksi alergi sebelumnya terhadap suatu pelembab, Anda harus memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam pelembab tersebut dan menghindarinya di lain kesempatan.

Natural vs organik

Anda mungkin merasa bingung, beberapa produk pelembab mengklaim dirinya menggunakan produk natural, sementara sebagian lagi mengklaim menggunakan produk organik, apa bedanya? Suatu produk dikatakan produk natural apabila menggunakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan (dengan atau tanpa produk kimia). Sementara itu, suatu produk dikatakan organik jika bahan-bahan yang dikandung tidak menggunakan produk kimia, pestisida, atau pupuk buatan sama sekali.

BACA JUGA: 7 Fakta Tentang Skin Care Organik yang Perlu Anda Tahu

3. Pakai pelembab Anda dengan benar

Setelah menemukan pelembab yang sesuai, pastikan Anda mengaplikasikan produk tersebut dengan benar untuk memperoleh hasil yang optimal. Selalu pakai pelembab Anda setelah wajah Anda dalam keadaan bersih. Segera setelah mencuci wajah adalah waktu yang paling baik, karena wajah yang lembab akan membantu memerangkap cairan yang terkandung dalam pelembab Anda. Ketika Anda memakai produk Anda, jangan lupakan daerah kelopak mata dan leher, kecuali petunjuk pemakaian mengatakan sebaliknya. Tunggu selama beberapa menit jika Anda ingin memakai makeup di wajah Anda. Jika pelembab Anda tidak memiliki fungsi ganda sebagai pelindung dari sinar UV, Anda dapat memakai tabir surya setelah mengaplikasikan pelembab.

Setelah menggunakan pelembab Anda secara teratur selama beberapa hari atau minggu, cobalah untuk mengevaluasinya. Apakah Anda merasa wajah Anda lebih segar, terhidrasi, dan nyaman? Jika, ya, selamat! Berarti Anda telah menemukan pelembab yang cocok untuk kulit Anda. Jika belum, jangan kecewa, Anda selalu dapat memilih produk lain, tentu saja dengan mencermati bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

    Tapi taukah Anda jika setelah diminum, ternyata ampas teh pun dapat dimanfaatkan untuk perawatan wajah? Bagaimana caranya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Kecantikan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit