Krim Wajah yang Mengandung Hydroquinone, Apa Benar Aman?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Krim wajah mengandung hydroquinone adalah produk perawatan wajah primadona bagi banyak perempuan selama beberapa tahun belakangan. Klaimnya, krim wajah ini mampu memutihkan dan mencerahkan warna kulit, menyamarkan flek kecokelatan di wajah, noda penuaan, chloasma, serta menghilangkan bekas jerawat. Tapi, apa benar krim ini berbahaya bagi kulit, seperti yang selalu digembar-gemborkan media massa? Simak di sini penjelasan lengkapnya.

Apa itu hydroquinone?

Hydroquinone adalah agen pemutih kulit. Sampai saat ini, hydroquinone masih merupakan bahan aktif topikal yang paling efektif dalam memutihkan kulit. Namun, di AS, menurut statistik FDA, jumlah produk yang mengandung hydroquinone telah berkurang dari 206 (pada tahun 1993) ke 151 (pada tahun 2007) dan pada tahun 2009 hanya tinggal 32 produk.

Bagaimana cara kerja hydroquinone pada kulit?

Cara kerja hydroquinone adalah dengan mencegah pigmentasi kulit.

Melanosit adalah sel-sel berpigmen (yang disebut melanin) di lapisan terluar kulit (epidermis). Ada banyak jumbai longitudinal yang mencapai lapisan sel epidermis atas untuk mengangkut kantung melanin ke atas sana.

Melanin berperan dalam melindungi kulit dari efek radiasi ultraviolet. Inilah mengapa setelah terpapar sinar matahari, kulit Anda akan menjadi lebih gelap. Orang berkulit putih cenderung untuk tidak memiliki kantung melanin ketika terpapar sinar matahari. Jika terpapar sinar matahari untuk waktu yang lama tanpa perlindungan dari melanin “penjaga” ini, Anda akan sangat rentan terhadap kanker kulit. Melanin hanya terbentuk jika terdapat enzim yang disebut tirosinase. Hydroquinone adalah zat penghambat enzim tersebut.

Tidak ada tirosinase, tidak ada melanin. Tidak adanya melanin akan membuat kulit Anda lebih terang. Ini menyebabkan kulit tidak lagi terlindungi oleh mekanisme alaminya. Namun, ini bukanlah alasan sebenarnya mengapa hydroquinone menjadi kurang populer dalam produk pemutih.

Mengulik kontroversi seputar keamanan hydroquinone

Menurut FDA pada tahun 1982, kadar hydroquinone di bawah 2% dianggap aman. Namun, pada tahun 2006, FDA mencabut pernyataannya mengenai keamanan hydroquinone setelah beberapa penelitian menunjukkan bahwa hydroquinone bekerja menembus kulit dan menyebabkan penyakit hati dan ginjal pada tikus lab. Akan tetapi sampai saat ini, tidak ada penelitian yang dapat memastikan bahwa hydroquinone mampu menyebabkan perubahan patologis pada manusia. Jadi, tidak ada kesimpulan resmi dari FDA. Kita hanya tahu bahwa hydroquinone masih disetujui untuk digunakan dalam produk bebas dan merupakan satu-satunya bahan aktif yang diakui FDA dalam mengobati gangguan hipertonik.

Pada tahun 2006, American Academy of Dermatology menganjurkan bahwa hydroquinone 4% yang digunakan dalam pengawasan dokter bersifat aman dan efektif dalam mengobati gangguan hiperpigmentasi. Menurut laporan terbaru dari Cosmetic Ingredient Review (CIR) pada tahun 2014, tingkat keamanan hydroquinone yang diizinkan dalam kosmetik adalah 1% atau kurang. Namun, kita tidak bisa menggunakannya secara terus menerus untuk waktu yang lama. Menurut laporan ini, bahkan dalam konsentrasi dan penggunaan tersebut, hydroquinone hanya aman untuk digunakan dalam produk kosmetik jangka pendek. Selain itu, hydroquinone masih dianggap aman dalam produk perawatan kuku.

Semoga artikel ini memberikan Anda sedikit pengetahuan mengenai hydroquinone, yang merupakan bahan pemutih yang efektif tetapi juga memiliki banyak perdebatan terkait keamanannya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 7, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca