Mencegah Blefaritis, Infeksi Kelopak Mata Akibat Makeup Mata

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Eye makeup atau riasan di area sekitar mata seperti maskara, eyeshadow, dan eyeliner, tentu tidak asing lagi bagi para wanita. Apakah Anda termasuk salah satu pengguna eye makeup? Hati-hati, penelitian membuktikan bahwa penggunaan riasan mata dapat menimbulkan infeksi kelopak mata atau blefaritis jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Apa itu blefaritis?

Infeksi kelopak mata dalam bahasa medis dikenal sebagai blefaritis. Penyakit kelopak mata ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun berhubungan dengan penyakit lain, seperti dermatitis seboroik ataupun rosacea. Akibatnya, kelopak mata menjadi bengkak dan merah. Infeksi ini bisa dialami semua golongan usia, namun kondisi ini tidak menular.

Apa penyebab blefaritis?

Ada tiga jenis blefaritis yang dibagi berdasarkan lokasi dan penyebabnya, yaitu blefaritis anterior, posterior, dan campuran (kombinasi dari blefaritis anterior dan posterior).

Blefaritis anterior dapat disebabkan karena infeksi bakteri Staphylococcus atau terkait dengan kondisi dermatitis seboroik. Jenis ini ditandai dengan peradangan pada sisi luar kelopak mata tempat melekatnya bulu mata.

Blefaritis posterior dapat disebabkan tersumbatnya kelenjar Meibom (kelenjar yang terletak di sepanjang tepi belakang kelopak mata) ataupun terkait dengan kondisi rosacea. Jenis ini ditandai dengan peradangan tepi bagian dalam kelopak mata yang menyentuh bola mata.

Apa saja ciri dan gejala blefaritis?

Infeksi pada kelopak mata ini akan menyebabkan kelopak mata menjadi merah dan bengkak. Gejala yang dapat timbul, seperti:

  • Gatal, nyeri, dan kelopak mata merah yang saling menempel
  • Bulu mata yang berkerak atau berminyak
  • Sensasi panas pada kelopak mata
  • Kepekaan terhadap cahaya meningkat (fotofobia)
  • Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal atau hilangnya bulu mata pada kasus yang berat

Kondisi ini umumnya mengenai kedua mata dan biasanya salah satu mata akan tampak lebih meradang. Gejala dirasakan lebih berat pada pagi hari.

Bagaimana cara mengobati blefaritis?

Kunci pengobatan dari semua jenis blefaritis adalah menjaga kelopak mata agar tetap bersih dan bebas dari kerak. Kompres hangat pada mata dapat melunakan kerak yang menempel pada daerah tepi kelopak mata dan bulu mata. Kemudian gosok kelopak mata dengan campuran air dan sampo bayi dengan lembut.

Membatasi atau menghentikan penggunaan riasan mata saat mengobati blefaritis sering direkomendasikan, karena penggunaan riasan mata akan membuat kebersihan kelopak mata lebih sulit dijaga.

Jika tidak membaik, Dokter akan memberikan tambahan obat, seperti:

  • Antibiotik jika terdapat infeksi bakteri
  • Steroid dalam bentuk tetes atau salep mata untuk mengurangi inflamasi
  • Obat untuk meningkatkan sistem imunitas
  • Pengobatan untuk penyakit yang mendasarinya, seperti dermatitis seboroik, rosacea

Selama menjalani pengobatan, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang tinggi omega-3 karena dapat membantu mengurangi gejala blefaritis. Contoh makanan yang mengandung omega-3, antara lain: ikan sarden, tuna, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.

Apakah blefaritis bisa dicegah?

Ya. Blefaritis dapat dicegah dengan mudah dengan cara:

  • Jaga kebersihan kelopak mata
  • Memastikan produk makeup yang digunakan berkualitas baik (menggunakan bahan yang aman) dan belum kadaluwarsa (makeup yang sudah kadaluwarsa banyak mengandung bakteri dan jamur)
  • Hapus semua riasan mata sebelum tidur
  • Jangan gunakan eyeliner di bagian belakang kelopak mata Anda
  • Pada tahap awal pengobatan blefaritis, Anda dapat mencegah iritasi lebih lanjut dengan tidak menggunakan makeup
  • Setelah Anda mulai menggunakannya lagi, ganti produk makeup yang digunakan pada kelopak mata Anda karena produk lama Anda mungkin sudah terkontaminasi

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca