Suntik Putih, Apa Benar Efektif? Apakah Ada Efek Sampingnya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/05/2019
Bagikan sekarang

Vitamin C adalah vitamin esensial yang dibutuhkan oleh sejumlah fungsi dasar tubuh, salah satunya kesehatan kulit.

Kulit putih dan halus masih menjadi dambaan bagi sebagian besar wanita. Sayangnya, sejumlah faktor memainkan peran besar dalam penuaan kulit yang cukup sulit untuk dihindari. Kulit kusam dan kering sering disebut sebagai hasil dari radiasi sinar UV dan polusi. Tetapi, tanpa adanya ekspos berlebihan terhadap sinar UV, kulit pun tetap bisa menua akibat proses perubahan hormon alami yang menyebabkan tekstur kulit menipis, terlihat pucat, berkeriput, dan kering dari dalam.

Selain krim dan losion pemutih, ada satu tren dunia kecantikan yang diklaim bisa mencegah keriput dan memutihkan kulit dengan instan: suntik putih.

Apa itu suntik putih?

Suntik putih adalah kombinasi dari larutan vitamin C dan bahan-bahan lainnya, seperti gluthatione atau kolagen. Larutan ini cenderung tidak berwarna hingga sedikit berwarna kekuningan.

Selama prosedur ini, larutan vitamin C akan disuntikkan secara lambat (sekitar 5 menit) ke dalam pembuluh darah di lipatan lengan atau punggung tangan.

Radiasi UV memicu melanogenesis, penyebab penggelapan dan pigmentasi kulit. Vitamin C dan gluthatione (GSH) adalah agen antioksidan kuat yang membantu melindungi kulit dari penuaan kulit akibat radiasi, memberikan amunisi bagi sistem imun tubuh untuk melawan balik proses tersebut, dan memperbaiki kerusakan jaringan kulit. Hasilnya, kulit terlihat lebih cerah, kencang, cerah, dan terhidrasi.

Benarkah suntik vitamin C bisa putihkan kulit?

Sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Aesthetics and Anti-Aging Medicine: PRIME terhadap 283 partisipan etnis Asia menunjukkan peningkatan penampilan kulit yang signifikan setelah menjalani suntik vitamin C sebanyak enam sesi dalam rentang per 7-10 hari.

Satu bulan setelah suntikan vitamin C terakhir, 95,4% partisipan melaporkan kulit kencang dan tidak kering, rona wajah segar, cerah, dan terasa seperti kulit bayi. Hanya sekitar 4,6% yang melaporkan tidak terjadi perubahan apapun pada kulit mereka.

Dengan kata lain, penelitian ini mendukung klaim bahwa vitamin C bisa mencerahkan warna kulit dan meningkatkan penampilan kulit dengan total skor kepuasan partisipan mencapai 5 dari 7 poin. Namun perlu dipahami, efek suntik vitamin C hanya mencerahkan warna kulit dan mengembalikan rona aslinya, bukan “memutihkan” yang digembar-gemborkan selama ini.

Selain itu, proses suntik putih sangat bergantung pada jumlah dosis dan ketepatan waktu pemberian dosis. Sebagian besar partisipan merasakan efek penampilan kulit yang jauh lebih baik: kembalinya kelembapan kulit, dan diikuti oleh rona wajah yang sehat dan warna kulit yang semakin cerah mulai dari sesi kedua hingga keenam. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal, suntik vitamin C harus diberikan dalam dosis yang tepat dan teratur

Amankah prosedur suntik putih?

Suntik vitamin C harus dilakukan di bawah pengawasan dokter yang kompeten.

Vitamin C umumnya aman jika digunakan dalam batas normal. Vitamin C adalah vitamin yang mudah larut dalam air dan akan disaring oleh ginjal Anda.

Bagi orang yang sensitif terhadap vitamin C, mengonsumsi vitamin masam ini bisa menimbulkan sakit atau kram perut, nyeri dada, erosi gigi, pusing, diare, kelelahan, wajah memerah, sakit kepala, sesak napas, mual, iritasi kulit, gangguan urinasi, atau muntah.

Berdasarkan penelitian PRIME di atas, hanya 3 dari total 283 partisipan yang mengeluhkan maag ringan, dua orang melaporkan mengalami panas-dingin, dan dua orang mengalami sakit kepala setelah menyelesaikan enam sesi suntik vitamin. Tidak ada komplikasi serius atau overdosis vitamin C yang timbul dari studi tersebut.

Dosis yang dipakai dalam satu ampul 5 ml suntik putih sangat tinggi, mencapai sekitar 1000 hingga 1800 mg (AKG vitamin C dewasa normal adalah 40 mg). Overdosis vitamin C bisa menimbulkan efek samping berbahaya, termasuk penggumpalan darah, batu ginjal, gangguan pencernaan, kerusakan sel darah merah, hingga kematian akibat gangguan jantung. Terlalu banyak vitamin C yang terkandung dalam ginjal bisa menyebabkan kristalisasi dan berisiko menimbulkan gagal ginjal

Sebelum menjalani suntik putih, ada baiknya Anda melakukan tes darah terlebih dahulu untuk memeriksa kesehatan ginjal Anda. Hindari suntik putih dan pilih alternatif metode pencerahan kulit lain jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap vitamin C dan komposisi pendukung lainnya, atau jika Anda mengidap diabetes. Penngidap diabetes tidak dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi dalam jangka waktu panjang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Seringkali Anda menyamakan arti dari hydrating dan juga moisturizing. Agar tidak salah lagi, kenali perbedaan produk skincara hydrating dan moisturizing!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020