5 Trik Jitu Mengatasi Ketombe di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki serpihan putih kecil yang berjatuhan ketika menggaruk kulit kepala Anda yang gatal? Bisa jadi Anda mengalami ketombe. Ketombe adalah kondisi kulit yang umum memengaruhi kulit kepala atau juga bisa disebut dermatitis seboroik.  Ketombe juga bisa disebabkan oleh eksim, psoriasis, atau, pertumbuhan berlebih dari jamur ragi yang disebut Malassezia. Lantas, bagaimana cara mengatasi ketombe supaya tidak kembali lagi selamanya? Cek di bawah ini.

Perawatan rambut di rumah yang ampuh mengatasi ketombe

Beberapa perawatan di apotek bisa didapat untuk mengatasi masalah ini, termasuk sampo yang mengandung bahan-bahan pembunuh jamur atau memperlambat pertumbuhan dan mengendurkan sel-sel kulit. Namun, sebelum menggunakan bahan-bahan ini, Anda mungkin ingin coba mengatasi ketombe Anda dengan bahan-bahan alami. Berikut pilihannya.

1. Tea tree oil

Tea tree oil adalah minyak esensial yang berasal dari Melaleuca alternifolia. Minyak ini telah lama digunakan sebagai antiseptik dan anti-jamur. Ada banyak shampo yang mengandung tea tree oil di pasaran dan banyak orang melaporkan bahwa produk ini membantu mengatasi ketombe.

2. Baking soda

Baking soda adalah salah satu bahan alami lainnya untuk mengatasi ketombe di rambut. Baking soda bertindak sebagai pengelupas ringan yang dapat membantu menghilangkan kulit mati, serta agen pengering yang dapat mengurangi minyak berlebih di kulit kepala. Baking soda juga mengandung alkaline yang dapat menetralisir kulit kepala Anda dan menyeimbangkan pH.

Untuk menggunakannya campurkan sejumlah baking soda dengan beberapa tetes air. Kemudian gosokkan dan pijat bahan kombinasi ini pada kulit kepala. Bilas bersih dengan air hangat. Jangan gunakan sampo, karena rambut Anda mungkin akan kering saat pertama kali, Akan tetapi setelah beberapa minggu kulit kepala akan mulai memproduksi minyak alami, membuat rambut Anda lebih lembut dan bebas ketombe.

3. Cuka sari apel (apple cider vinegar)

Membilas rambut dengan cuka, bukannya nanti rambut jadi bau? Tidak, jika Anda benar-benar ingin cara efektif untuk mengatasi ketombe. Menggunakan cuka apel adalah salah satu caranya. Cuka apel tinggi akan kandungan asam dan mengandung enzim yang dapat membunuh jamur dan bakteri.

Keasamannya dapat menghilangkan penyumbatan pada pori-pori kulit kepala dan menyeimbangkan pH. Anda bisa menggunakan 60 ml cuka sari apel dengan 60 ml air dalam botol semprot. Semprot kulit kepala Anda secara menyeluruh kemudian tutup kepala Anda dengan handuk selama 15 menit sampai satu jam. Setelahnya, cuci rambut Anda seperti biasa. Lakukan ini dua kali seminggu.

4. Lidah buaya

Walaupun lidah buaya mungkin lebih umum digunakan untuk obat luka bakar ringan, gel serbaguna ini juga bisa digunakan untuk membantu meringankan rasa gatal akibat ketombe.

Aloe vera mengandung zat antiseptik yang bisa membunuh jamur dan zat antiradang yang bisa menenangkan kulit kepala gatal. Anda bisa menggunakan sampo yang mengandung lidah buaya atau menggunakan gel  lidah buaya yang dioles ke rambut semalaman. Cara ini akan membantu melembapkan kulit kepala sehingga terbebas dari gatal-gatal.

5. Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah obat yang sejak lama digunakan untuk mengatasi ketombe. Ketika Anda mengoleskan minyak zaitun pada kulit kepala, minyak zaitun akan melembapkan bagian kulit kepala yang kering. Minyak zaitun juga dapat menyerap ke bagian kulit kepala yang tebal penyebab masalah ketombe. Coba untuk memijat rambut dengan minyak zaitun lalu diamkan semalaman.

Cukup tuangkan 8 sampai 10 tetes minyak zaitun ke telapak tangan Anda dan pijat ke kulit kepala Anda. Gunakan topi mandi (shower cap) pada kepala Anda agar tidak meninggalkan noda pada seprai.  Pagi harinya, keramas menggunakan sampo anti ketombe. Perlu diperhatikan juga, bahwa minyak zaitun bisa membuat rambut Anda cukup berminyak. Jadi pastikan Anda memiliki banyak waktu untuk mencuci rambut keesokan harinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
dermatitis atopik eksim

Dermatitis Atopik (Eksim)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit