5 Jenis Olahraga yang Aman Bagi Pengidap Epilepsi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Katanya, para penderita tidak boleh berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat. Hal ini dipercaya bisa membuat kejang alias ayan penderitanya kambuh. Padahal, ada banyak manfaat olahraga untuk penderita epilepsi. Lalu, apa saja ya jenis olahraga yang tepat dan aman untuk pengidap epilepsi?

Jenis olahraga untuk penderita epilepsi

1. Berenang

peralatan berenang

Berenang sebenarnya dapat dilakukan oleh penderita epilepsi. Walaupun gejala kejang dapat dikontrol, Anda mungkin membutuhkan anjuran keamanan saat melakukan jenis olahraga di dalam air ini. Berikut adalah petunjuk keamanannya.

  • Jangan berenang sendirian
  • Pastikan orang yang bersama Anda mengetahui penyakit epilepsi yang diderita.
  • Jika masih muncul rasa khawatir, pakai pelampung untuk berjaga-jaga.
  • Hindari situasi kolam yang begitu ramai. Dikhawatirkan jika Anda mengalami kejang, tidak akan terlalu terlihat.

2. Yoga

pose yoga sambil duduk

Jenis olahraga ini sangat bermanfaat untuk para penderita epilepsi. Yoga dipercaya dapat membantu tubuh menyeimbangkan pikiran dan tubuh. Akan tetapi, yoga memiliki banyak jenis gerakan.

Nah, bagi para penderita epilepsi disarankan untuk tidak melakukan pranayama (mengatur napas) atau trataka (fokus pada objek meditasi). Gerakan tersebut dikhawatirkan bisa memicu kejang.

3. Sepak bola

periksa kesehatan sebelum main bola

Pada umumnya, olahraga sepak bola aman untuk penderita epilepsi. Walaupun peluang untuk cedera cukup besar, tubuh akan jadi bugar jika olahraga ini dilakukan dengan rutin. Alhasil, tubuh yang bugar justru dapat mencgah kambuhnya epilepsi. Akan tetapi, perlu diperhatikan beberapa anjuran berikut sebelum bermain sepak bola.

  • Berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter
  • Gunakan selalu pelindung yang direkomendasikan pada saat berolahraga
  • Pikirkan jika Anda tiba-tiba mengalami kejang pada saat bermain sepak bola, apa yang akan terjadi?

4. Lari dan jogging

olahraga jogging

Jika Anda senang berolahraga dengan lari dan jogging, prhatikan beberapa hal berikut supaya kejang tidak kambuh:

  • Hindari berlari di tepi sungai atau danau. Jika Anda mengalami kejang, dikhawatirkan dapat tercebur dan tenggelam.
  • Ambil jalan dengan penerangan yang cukup dan tentunya bebas dari kendaraan.
  • Dianjurkan untuk lari dan jogging didampingi dengan seseorang. Atau setidaknya membawa ponsel supaya dapat menghubungi seseorang jika mengalami kejang.

5. Bersepeda

manfaat bersepeda

Bagi para penderita epilepsi, olahraga dengan bersepeda dianjurkan untuk memakai pengaman yang lengkap. Jenis olahraga ini tentunya bisa membuat Anda terluka jika tidak memakai pengaman dan mengalami kejang di saat yang bersamaan.

Oleh karena itu, cobalah untuk menghindari jalanan yang ramai, tepi sungai, atau jalanan umum yang ramai. Selain itu, bersepeda di trotoar tidak dianjurkan bagi penderita epilepsi berumur di atas 10 tahun.

Olahraga yang harus dihindari penderita epilepsi

Para penderita epilepsi dengan gejala kejang yang tidak terkontrol mungkin harus menghindari beberapa olahraga yang ekstrim. Jenis olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama kegiatan tersebut, mungkin bisa menyebabkan cedera yang berat saat kejang terjadi. Berikut jenis olahraga yang harus dihindari oleh penderita epilepsi.

  1. Scuba diving
  2. Panjat tebing
  3. Terjun payung
  4. Mendaki gunung.

Pada akhirnya, olahraga untuk penderita epilepsi bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Mulai dari kepercayaan diri, bersosialisasi, hingga meningkatkan kesehatan untuk jangka panjang.

Akan tetapi, sangat perlu diperhatikan beberapa cara pencegahan ketika kejang berlangsung selama olahraga. Oleh karena itu, berolahraga dengan teman adalah salah satu cara pencegahan yang paling baik bagi penderita epilepsi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 11, 2019 | Terakhir Diedit: April 11, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca