7 Cara Agar Tidak Kehabisan Napas Saat Lari

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/07/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berlari adalah olahraga yang dapat meningkatkan sistem kardiovaskular. Namun, ada beberapa orang tidak menyukai olahraga ini, padahal berlari merupakan olahraga yang mudah untuk dilakukan dan juga memiliki banyak manfaat.

Ternyata, salah satu faktor yang membuat orang memilih untuk tidak melakukan olahraga ini adalah karena mereka cepat kehabisan napas. Mengapa begitu?

Penyebab kehabisan napas ketika berlari sebenarnya beragam, mulai dari melakukan kesalahan saat berlari, memiliki asma, alergi, dan sebagainya. Bagi Anda yang memiliki masalah yang sama, jangan khawatir, karena beberapa cara berikut ini dapat membuat Anda bernapas lebih baik ketika berlari. 

Yang bisa Anda lakukan agar tidak cepat kehabisan napas saat berlari

1. Melakukan pemanasan yang memadai

Lakukan pemanasan selama minimal 20 menit dengan berjalan atau jogging dengan kecepatan yang standar. Pemanasan berfungsi mempersiapkan tubuh Anda sebelum melakukan olahraga yang secara bertahap meningkatkan denyut jantung dan pernapasan. Berkeringat merupakan tanda yang baik bahwa tubuh Anda telah memanas, jadi gunakan hal itu sebagai panduan dan kemudian secara bertahap mulailah mempercepat langkah.

2. Mempraktikkan teknik pernapasan yang tepat

Pernapasan yang salah dapat menjadi salah satu penyebab sesak napas. Jika pernapasan terlalu dangkal, maka hal itu tidak akan efektif untuk pertukaran udara. Cobalah bernapas dalam-dalam pada posisi diam, mulailah dengan menenangkan diri, tarik napas sepenuhnya, lalu turunkan bahu perlahan sambil menghembuskan napas. Saat Anda mengeluarkan napas dalam-dalam dan memaksa udara keluar dari paru-paru Anda dengan diikuti oleh tarikan napas yang dalam, maka ini dinamakan sebagai pernapasan perut. Hal ini ditandai oleh perut Anda yang bergerak naik-turun.

Anda dapat menyentuh perut Anda untuk merasakan pergerakan perut tersebut, jika perut bergerak naik-turun maka Anda telah bernapas dengan benar.

3. Mencoba berlari di dalam ruangan

Cobalah berlari di dalam ruangan menggunakan treadmill. Bagi Anda yang memiliki keluhan sulit bernapas akibat alergi, maka berlari di dalam lingkungan dengan iklim yang terkontrol dapat mengurangi gejala alergi akibat suhu rendah, suhu lembap, dan penyebab lainnya.

4. Menggabungkan berjalan dan berlari

Beristirahatlah dengan berjalan sejenak saat berlari untuk memulihkan stamina dan memungkinkan Anda bernapas. Buatlah jadwal interval untuk berjalan sebelum Anda terengah-engah dan atur waktu interval berlari selama 5 menit dan berjalan selama 1 menit, lalu ulangi urutan ini. Lihatlah apakah hal tersebut dapat membantu Anda mengurangi atau menunda sesak napas.

5. Berjalan dengan langkah yang panjang

Gerakan ini dapat membuat Anda melangkah lebih jauh dengan usaha yang minimal dan dapat mengurangi tuntutan yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular Anda. Selanjutnya, Anda mungkin tak menyadari irama napas Anda yang mengikuti gerakan langkah saat berjalan. Ketika Anda melangkah, Anda pasti bernapas, hal ini dapat membuat Anda tidak memiliki kemungkinan untuk kehabisan napas.

6. Bernapas melalui mulut

Tarik napas melalui mulut Anda. Meskipun praktik pernapasan banyak yang menyarankan untuk bernapas melalui hidung untuk mengontrol aliran udara, namun ketika berlari tubuh Anda akan menuntut asupan oksigen yang lebih besar dari volume oksigen yang disalurkan melalui hidung Anda, sehingga napas melalui mulut merupakan solusi yang terbaik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hiruplah napas dalam-dalam, jangan menghirup dengan tergesa-gesa, lakukanlah pengambilan napas yang panjang dan stabil.

7. Berlari dengan kecepatan yang tepat

Cobalah berjalan pada kecepatan yang dapat membuat Anda bernapas lebih mudah. Gunakan tes berbicara untuk mencari tahu apakah kecepatan Anda telah sesuai. Anda harus dapat berbicara dengan kalimat lengkap, tanpa terengah-engah. Jika Anda tidak dapat melakukannya, maka Anda harus mengurangi kecepatan atau mengambil istirahat dengan berjalan.

Yang perlu diwaspadai

Pusing dan mual merupakan gejala umum dari hipoksia (penyakit yang disebabkan oleh kekurangan oksigen) yang juga mengiringi habisnya napas ketika berlari. Gejala tersebut akan hilang dalam beberapa menit setelah napas Anda kembali normal. Jika gejala terus muncul meskipun napas Anda telah pulih, periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

square breathing

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit