Lari Lebih Lama atau Lari Lebih Jauh: Mana yang Lebih Penting?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu orang yang suka lari? Melakukan olahraga lari pastinya dengan tujuan tertentu, untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, untuk membakar kalori demi menurunkan berat badan, atau untuk alasan lainnya. Tak jarang, Anda yang sangat suka lari mungkin menggunakan salah satu aplikasi lari untuk mengukur jarak dan waktu tempuh lari. Aplikasi ini mungkin menjadi salah satu pembakar semangat Anda untuk lari. Tapi, lebih penting mana sih mengukur jarak atau waktu lari?

Lebih pilih melihat jarak atau waktu lari?

Lebih memilih jarak atau waktu lari mungkin ini tergantung dari kebutuhan Anda. Masing-masing dari Anda mungkin sudah menentukan tujuan saat lari, misalnya harus lari dengan jarak lima mil, harus lari dalam waktu 30 menit, harus lari sampai merasa lelah, dan sebagainya. Pada dasarnya adalah semakin banyak jarak yang Anda tempuh dan semakin lama waktu yang Anda habiskan untuk lari, maka semakin banyak kalori yang Anda bakar.

Beberapa dari Anda mungkin ada yang lebih suka menggunakan waktu sebagai tujuan Anda. Dengan mengatur waktu lari harus berapa lama, Anda bisa lebih mengetahui kemampuan Anda. Seberapa lama Anda mampu lari tanpa berhenti. Saat lari dengan acuan waktu, Anda pun menjadi lebih bebas kapan Anda harus berlari santai dan kapan Anda harus berlari lebih kencang sesuai dengan kemampuan Anda. Anda pun bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan, karena Anda tidak mengacu pada jarak tempuh. Bagi orang yang tidak mempunyai waktu banyak untuk lari, mungkin akan lebih memilih waktu sebagai acuan untuk lari.

Sebaliknya, beberapa orang ada juga yang suka dengan acuan jarak sebagai tujuan lari. Dengan menggunakan jarak, Anda bisa memacu diri Anda untuk menempuh jarak yang lebih lagi dan lagi setiap Anda lari. Anda mungkin selalu ingin meningkatkan kecepatan Anda saat lari agar bisa mencapai jarak tertentu. Namun, ingat bahwa kecepatan lari yang dipaksakan dan tidak bervariasinya latihan Anda dapat menyebabkan cedera. Sebaiknya sesuaikan juga dengan kemampuan Anda.

Apa yang mempengaruhi jumlah kalori yang terbakar saat lari?

Untuk mengetahui berapa banyak kalori yang terbakar saat lari, biasanya yang digunakan sebagai acuan untuk itu adalah jarak tempuh lari. Berapa mil yang sudah Anda lewati saat lari? Jika Anda sudah melewati 1 mil (1610 meter), kira-kira lemak yang terbakar saat Anda lari adalah sebanyak 100 kalori.

Namun, angka ini rupanya berbeda-beda antar individu. 100 kalori per 1 mil adalah angka rata-rata. Kalori yang terbakar saat Anda lari banyak dipengaruhi oleh hal lain, seperti berat badan Anda yang menjadi faktor utama. Semakin besar berat badan Anda, maka kalori yang terbakar saat Anda lari semakin banyak. Ini terdengar baik bagi Anda yang mempunyai berat badan berlebih, bukan?

Menurut The American Council on Exercise, orang dengan berat 54 kg yang lari dalam waktu 10 menit per mil dapat membakar kalori sebanyak 114 kalori. Sedangkan, orang dengan berat 82 kg dapat membakar kalori sebanyak 170 kalori dalam waktu dan jarak tempuh yang sama.

Selain itu, faktor lain yang memengaruhi kalori yang terbakar saat lari adalah kecepatan Anda saat lari. Bahkan, kecepatan saat lari juga memengaruhi berapa banyak kalori yang terus terbakar setelah Anda lari. Hal ini karena setelah lari, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan, yang juga membutuhkan kalori untuk dipakai. Jadi, semakin cepat Anda lari, maka semakin banyak kalori yang terbakar saat Anda lari dan setelah lari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Menjadi atlet sejak usia belia sebaiknya berdasarkan keinginan si anak sendiri. Inilah kisah-kisah para atlet muda Indonesia atas pilihannya.  

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit