home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Menjaga Higienitas Saat Beribadah Haji

Tips Menjaga Higienitas Saat Beribadah Haji

Menjaga kebersihan atau higienitas saat ibadah haji adalah langkah awal untuk mencegah penyakit. Kuman penyakit dapat secara mudah ditularkan melalui tangan, makanan, dan minuman yang kemudian masuk ke mulut.

Supaya ibadah haji dapat berjalan lancar, simak tips menjaga kebersihan pada ulasan berikut ini.

Tips menjaga kebersihan saat ibadah haji

Padatnya aktivitas terkadang membuat banyak orang lupa pentingnya kebersihan. Kebersihan dapat dimulai dari diri sendiri, di mana pun dan kapan pun Anda beraktivitas di Tanah Suci.

Pada dasarnya, Islam juga mengajarkan dan mengajak jemaah untuk memperhatikan kebersihan melalui wudhu sebagai ketentuan wajib sebelum salat. Penerapan kebersihan ini alangkah baiknya dilakukan. Setidaknya meminimalkan risiko penyakit umum yang dialami jemaah, seperti diare, disentri, hepatitis, dan gangguan pernapasan.

Tentu jemaah haji dapat senantiasa sehat dengan melakukan langkah sederhana ini dalam menjaga higienitas saat ibadah.

1. Kebersihan personal

cuci tangan

Cuci tangan adalah hal penting dalam menjaga kebersihan di manapun Anda berada, termasuk saat menjalankan ibadah haji. Cuci tangan dengan air mengalir dan bersihkan dengan sabun, terutama saat Anda makan, ke toilet, dan bersentuhan dengan orang sakit.

Jangan lupa untuk mandi dengan air hangat dan sabun, keramas dengan sampo, sikat gigi dengan sikat sendiri, serta rutin memotong kuku untuk mengurangi risiko penularan kuman penyakit.

2. Menjaga kebersihan makanan

cara mencuci buah

Makanan yang tidak terjaga kebersihannya dapat menjadi media penularan penyakit yang mudah. Anda bisa mencegah keracunan makanan dengan menyimpan makanan dan menjaga kebersihan dengan benar.

Misalnya, mencuci tangan sebelum menyentuh makanan mentah. Saat hendak memasak di dalam penginapan, Anda bisa mencuci sayur dan buah serta daging dengan air mengalir.

Bila Anda membeli makanan, pastikan makanan tersebut dimasak betul. Hindari membeli makanan yang dijual di pinggir jalan, karena higienitas belum tentu terjaga. Saat makanan akan dibawa pulang, jangan lupa untuk membungkus makanan dan tutup rapat agar tak ada debu yang menempel.

3. Menjaga kebersihan lingkungan saat ibadah haji

buang sampah

Tidak hanya dari makanan, penularan penyakit juga bisa terjadi ketika kebersihan di lingkungan tidak terjaga. Menjaga kebersihan saat ibadah haji perlu diterapkan, misalnya selalu buang sampah pada tempatnya.

Membuang sampah dengan tepat, berarti Anda turut membantu jemaah lain dan diri sendiri terhindar dari penyakit. Jangan lupa untuk cuci tangan setelah Anda membuang sampah.

Sampah dalam bentuk apapun dapat menjadi tempat kuman bersarang. Ketika seseorang berkontak fisik dengan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, risiko penularan penyakit lebih tinggi.

4. Bercukur tidak sembarangan

mencukur rambut kemaluan pria

Tahallul merupakan salah satu rangkaian wajib para lelaki saat menjalankan ibadah haji yang disimbolkan dengan mencukur rambut. Jika tiba saat mencukur, usahakan untuk bercukur di tempat salon yang bersih dan telah tersertifikasi.

Tempat bercukur yang terautorisasi biasanya di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Biasanya tempat cukur ini tersebar di sekitar Tanah Suci.

Anda berhak untuk memastikan alat yang dipakai dibersihkan terlebih dulu. Infeksi bisa ditularkan melalui darah yang tersisa pada alat cukur. Memastikan kebersihan ini dapat meminimalkan risiko penularan penyakit.

5. Hindari keramaian dan tetap konsumsi vitamin C

menjaga kebersihaan saat ibadah haji

Menghindari tempat yang terlalu ramai merupakan upaya menjaga kebersihan diri saat ibadah haji. Meskipun sulit karena banyak sekali jemaah yang datang dari seluruh dunia, usahakan ketika sedang tidak beribadah, Anda tetap berjarak dengan keramaian.

Kepadatan lingkungan dapat memudahkan penularan penyakit dari satu individu ke individu lainnya. Oleh karena tak seorang pun tahu riwayat penyakit dari orang lain yang berada di sekitar kita.

Selain menjaga kebersihan diri saat ibadah haji, jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air).

Jangan lupa untuk selalu minum air yang banyak agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

Dengan menjaga kebersihan diri saat haji, Anda pun akan terhindar dari kuman penyakit yang bisa mengganggu ibadah di Tanah Suci.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Harvard Health Publishing. (2019). Six ways you can help your immune system – Harvard Health. Retrieved February 10, 2020, from Harvard Health website: https://www.health.harvard.edu/healthbeat/six-ways-you-can-help-your-immune-system

فريق بوابة وزارة الصحة. (2019). Articles    –    Cleanliness during Hajj. Retrieved February 10, 2020, from Moh.gov.sa website: https://www.moh.gov.sa/en/Hajj1432/DataCenter/Articles/Pages/Cleanliness-during-Hajj.aspx

Sorice, A., Guerriero, E., Capone, F., Colonna, G., Castello, G., & Costantini, S. (2014). Ascorbic Acid: Its Role in Immune System and Chronic Inflammation Diseases. Mini-Reviews in Medicinal Chemistry, 14(5), 444–452. https://doi.org/10.2174/1389557514666140428112602

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 26/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x