Tips Menjaga Higienitas Saat Beribadah Haji

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kebersihan atau higienitas saat ibadah haji adalah langkah awal untuk mencegah penyakit. Kuman penyakit dapat secara mudah ditularkan melalui tangan, makanan, dan minuman yang kemudian masuk ke mulut.

Supaya ibadah haji dapat berjalan lancar, simak tips menjaga kebersihan pada ulasan berikut ini.

Tips menjaga kebersihan saat ibadah haji

Padatnya aktivitas terkadang membuat banyak orang lupa pentingnya kebersihan. Kebersihan dapat dimulai dari diri sendiri, di mana pun dan kapan pun Anda beraktivitas di Tanah Suci.

Pada dasarnya, Islam juga mengajarkan dan mengajak jemaah untuk memperhatikan kebersihan melalui wudhu sebagai ketentuan wajib sebelum salat. Penerapan kebersihan ini alangkah baiknya dilakukan. Setidaknya meminimalkan risiko penyakit umum yang dialami jemaah, seperti diare, disentri, hepatitis, dan gangguan pernapasan.

Tentu jemaah haji dapat senantiasa sehat dengan melakukan langkah sederhana ini dalam menjaga higienitas saat ibadah.

1. Kebersihan personal

cuci tangan

Cuci tangan adalah hal penting dalam menjaga kebersihan di manapun Anda berada, termasuk saat menjalankan ibadah haji. Cuci tangan dengan air mengalir dan bersihkan dengan sabun, terutama saat Anda makan, ke toilet, dan bersentuhan dengan orang sakit.

Jangan lupa untuk mandi dengan air hangat dan sabun, keramas dengan sampo, sikat gigi dengan sikat sendiri, serta rutin memotong kuku untuk mengurangi risiko penularan kuman penyakit.

2. Menjaga kebersihan makanan

cara mencuci buah

Makanan yang tidak terjaga kebersihannya dapat menjadi media penularan penyakit yang mudah. Anda bisa mencegah keracunan makanan dengan menyimpan makanan dan menjaga kebersihan dengan benar.

Misalnya, mencuci tangan sebelum menyentuh makanan mentah. Saat hendak memasak di dalam penginapan, Anda bisa mencuci sayur dan buah serta daging dengan air mengalir. 

Bila Anda membeli makanan, pastikan makanan tersebut dimasak betul. Hindari membeli makanan yang dijual di pinggir jalan, karena higienitas belum tentu terjaga. Saat makanan akan dibawa pulang, jangan lupa untuk membungkus makanan dan tutup rapat agar tak ada debu yang menempel. 

3. Menjaga kebersihan lingkungan saat ibadah haji

buang sampah

Tidak hanya dari makanan, penularan penyakit juga bisa terjadi ketika kebersihan di lingkungan tidak terjaga. Menjaga kebersihan saat ibadah haji perlu diterapkan, misalnya selalu buang sampah pada tempatnya.

Membuang sampah dengan tepat, berarti Anda turut membantu jemaah lain dan diri sendiri terhindar dari penyakit. Jangan lupa untuk cuci tangan setelah Anda membuang sampah.

Sampah dalam bentuk apapun dapat menjadi tempat kuman bersarang. Ketika seseorang berkontak fisik dengan sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, risiko penularan penyakit lebih tinggi.

4. Bercukur tidak sembarangan

mencukur rambut kemaluan pria

Tahallul merupakan salah satu rangkaian wajib para lelaki saat menjalankan ibadah haji yang disimbolkan dengan mencukur rambut. Jika tiba saat mencukur, usahakan untuk bercukur di tempat salon yang bersih dan telah tersertifikasi.

Tempat bercukur yang terautorisasi biasanya di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Biasanya tempat cukur ini tersebar di sekitar Tanah Suci. 

Anda berhak untuk memastikan alat yang dipakai dibersihkan terlebih dulu. Infeksi bisa ditularkan melalui darah yang tersisa pada alat cukur. Memastikan kebersihan ini dapat meminimalkan risiko penularan penyakit.

5. Hindari keramaian dan tetap konsumsi vitamin C

menjaga kebersihaan saat ibadah haji

Menghindari tempat yang terlalu ramai merupakan upaya menjaga kebersihan diri saat ibadah haji. Meskipun sulit karena banyak sekali jemaah yang datang dari seluruh dunia, usahakan ketika sedang tidak beribadah, Anda tetap berjarak dengan keramaian.

Kepadatan lingkungan dapat memudahkan penularan penyakit dari satu individu ke individu lainnya. Oleh karena tak seorang pun tahu riwayat penyakit dari orang lain yang berada di sekitar kita.

Selain menjaga kebersihan diri saat ibadah haji, jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air).

Jangan lupa untuk selalu minum air yang banyak agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

Dengan menjaga kebersihan diri saat haji, Anda pun akan terhindar dari kuman penyakit yang bisa mengganggu ibadah di Tanah Suci.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Bantu Cegah Penyakit, Ini Peran Vitamin C, D, dan Kalsium di Sistem Imun

Demi fungsi sistem imun yang optimal, tubuh butuh asupan nutrisi termasuk vitamin dan mineral. Ketahui peran nutrisi untuk dukung sistem imun dan sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
fungsi sistem imun
Nutrisi, Hidup Sehat 1 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan nutrisi dan makanan untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Salah satu cara mengatasi masalah anemia adalah dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin penambah darah. Apa saja vitamin untuk kurang darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin untuk otak

Daftar Nutrisi dan Vitamin yang Bisa Bantu Menjaga Kesehatan Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
minum vitamin pagi atau malam

Lebih Baik Minum Vitamin Pagi Hari atau Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gambar apa itu suntik putih

Benarkah Suntik Putih Ampuh dan Aman untuk Mencerahkan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
vitamin C mencerahkan kulit

Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit