Penyakit Gusi Pada Wanita Lanjut Usia Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit gusi disebabkan oleh infeksi dan pembengkakan gusi. Namun tahukah Anda bahwa penyakit gusi yang terjadi pada wanita lanjut usia ternyata bisa memicu risiko kanker? Mengapa demikian? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Wanita lansia 14 persen berisiko terkena kanker apabila memiliki penyakit gusi

Penyakit gusi atau sering juga disebut dengan periodontitis merupakan infeksi gusi berat yang disebabkan karena adanya penumpukan plak, yaitu lapisan lengket bakteri yang terbentuk di sela-sela gigi. Infeksi parah ini bisa merusak jaringan dan tulang di dalam gusi jika tidak segera diobati.

Bahkan, penyakit gusi juga bisa menyebabkan komplikasi. Pasalnya, bakteri yang ada di dalam jaringan gusi juga bisa masuk ke aliran darah dan menyerang organ tubuh lainnya.

Siapa saja bisa terkena penyakit ini di segala usia, namun lebih umum di kalangan lansia (lanjut usia). Bahkan, CDC menyatakan bahwa penyakit gusi menyerang lebih dari 70 persen orang yang berusia di atas 65 tahun.

Sayangnya, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cancer, Epidemiologi, Biomarkers and Prevention menunjukkan bahwa wanita lansia dengan riwayat penyakit gusi 14 persen lebih berisiko terkena kanker. Penelitian ini melibatkan sebanyak lebih dari 65 ribu responden wanita dari Women’s Health Initiative Observational Study yang berusia antara 54 sampai 86 tahun.

Penyakit gusi meningkatkan risiko kanker kerongkongan

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa risiko kanker akibat penyakit gusi terjadi pada beberapa jenis kanker, terutama pada kanker kerongkongan (esofagus).

Kanker kerongkongan adalah jenis kanker yang paling sering dengan dikaitkan dengan penyakit gusi. Pasalnya, wanita yang memiliki penyakit gusi diketahui tiga kali lebih mungkin mengembangkan kanker kerongkongan dibandingkan wanita yang tidak memiliki masalah kesehatan dengan mulut.

Hal ini terjadi karena patogen (seperti kuman) periodontal yang berada di rongga mulut dapat dengan mudah mengakses dan menginfeksi lapisan kerongkongan sehingga bisa meningkatkan risiko kanker di lokasi tersebut.

Selain itu, bakteri periodontal tertentu terbukti meningkatkan peradangan bahkan dalam jumlah yang kecil. Itu sebabnya, penting untuk menentukan apakah penyakit gusi benar berisiko meningkatkan risiko kanker kerongkongan atau tidak sehingga tindakan pencegahan yang tepat bisa dilakukan.

Jenis kanker lain yang menunjukkan hubungan berarti dengan penyakit gusi adalah kanker paru-paru, kanker kantung empedu, melanoma (kanker kulit) dan kanker payudara.

Sedangkan hubungan antara penyakit gusi dengan kanker kantung empedu adalah penemuan baru. Peradangan kronis telah diketahui terlibat dalam kanker kantung empedu, sayangnya belum ada data yang cukup akurat mengenai hubungan penyakit gusi dan risiko kanker kantung empedu. Oleh karena itu, para peneliti berharap ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasil temuan tersebut.

Lantas, mengapa wanita lansia lebih rentan mengalami kanker?

Kepala peneliti sekaligus asisten profesor di Universituy of Texas di Houston, Ngozi Nwizu mengatakan bahwa wanita lansia lebih rentan mengalami kanker karena hal tersebut sesuai dengan waktu dari proses karsinogenesis pada kebanyakan tipe kanker. Proses karsinogenesis membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Maka dari itu, efek buruk dari penyakit gusi terlihat setelah seorang wanita bertambah usia.

Dibutuhkan penelitian lebih lanjut

Sebenarnya hubungan antara penyakit gusi dan berbagai jenis kanker belum bisa dipahami. Satu penjelasan yang ditawarkan oleh para peneliti adalah bahwa bakteri dan patogen yang ada di dalam mulut mungkin masuk ke dalam aliran darah melalui air liur atau jaringan gusi yang mengalami kerusakan. Dengan cara ini, patogen bisa menjangkau berbagai bagian tubuh dan terlibat dalam proses pembentukan kanker.

Meskipun penelitian ini melibatkan sampel populasi yang luas, namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menetapkan mekanisme aktual yang ada terkait hubungan antara penyakit gusi dengan risiko kanker secara keseluruhan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca