Alasan Kenapa Anda Sariawan Setelah Cabut Gigi Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/09/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sariawan umumnya terjadi saat mulut Anda terluka karena tergigit atau kekurangan nutrisi tertentu. Beberapa di antaranya juga pernah merasakan sariawan setelah cabut gigi ke dokter. Namun, apakah kondisi ini normal terjadi? Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu semua jawabannya pada ulasan berikut ini.

Kenapa muncul sariawan setelah cabut gigi?

Bila Anda merasakan sariawan pada pipi bagian dalam setelah mencabut gigi, Anda tidak perlu cemas. Kondisi ini umum terjadi dan bukan menandakan adanya infeksi dari proses pencabutan gigi.

Meski penyebab sariawan beragam, bila terjadi setelah gigi dicabut kemungkinan besar disebabkan oleh iritasi. Iritasi pada gusi ini terjadi akibat adanya tekanan dan gesekan saat dokter gigi berusaha menggoyangkan dan menarik gigi yang ingin dicabut.

Semakin besar goyangan untuk menggoyahkan gigi, semakin besar juga tekanan dan gesekan pada gusi. Itu artinya, orang yang butuh bantuan ekstra untuk mencabut giginya akan lebih berisiko mengalami sariawan.

Tips mengobati sariawan setelah cabut gigi

Sariawan yang muncul memang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini mungkin membuat Anda sulit bicara dan makan, terutama saat mengonsumsi makanan asam, asin, dan pedas.

Untungnya, sariawan dapat pulih dengan sendirinya dalam 7 atau 10 hari.

Walaupun dapat sembuh dengan sendirinya, Anda bisa mempercepat proses pemulihannya. Beberapa cara berikut ini dapat membantu meredakan gejala sekaligus mengatasi sariawan setelah cabut gigi berikut ini.

1. Minum obat sariawan

obat antasida

Ada banyak obat tanpa resep yang bisa Anda minum untuk mengobati sariawan. Beberapa obat sariawan yang bisa Anda coba, antara lain:

  • Obat oles bentuk gel atau krim yang membantu meredakan nyeri sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Kandungan bahan aktif pada obat tersebut meliputi benzocaine, fluocinonide, atau hidrogen peroksida.
  • Obat minum bila obat oles tidak bekerja dengan efektif, contohnya obat sucralfate.

2. Kumur dengan larutan garam atau baking soda

manfaat air garam untuk kesehatan mulut

Selain minum obat, laman Mayo Clinic menyebutkan bahwa sariawan setelah cabut gigi bisa diredakan gejalanya dengan berkumur larutan garam atau baking soda.

Larutan garam memang menimbulkan rasa perih di mulut, tapi bisa mengurangi peradangan sariawan. Sementara baking soda dapat membantu mengembalikan keseimbangan pH mulut yang membantu menyembuhkan sariawan.

3. Mengemut es batu

Cara ini memang tidak menyembuhkan sariawan, namun bisa membantu meredakan gejalanya. Masukkan sebongkah kecil es batu ke dalam mulut. Kemudian diamkan es tersebut dalam mulut hingga larut. Sensasi dingin dari es bisa mengurangi rasa nyeri sariawan.

4. Hindari makanan tertentu

makan pedas saat sahur

Agar sariawan setelah cabut gigi lebih cepat sembuh, untuk sementara batasi makanan yang sifatnya mengiritasi. Contohnya, makanan yang terlalu asam, pedas, atau keras. Makanan ini bisa memicu rasa perih bahkan memperluas luka sariawan.

Haruskah pergi ke dokter?

Umumnya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan dokter. Namun, bukan berarti Anda menyepelekan gejala sariawan yang tidak kunjung membaik.

Bila sariawan menjadi lebih besar, menimbulkan sariawan baru, berlangsung lebih dari 2 minggu, dan menimbulkan rasa sakit parah serta demam, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?

Gigi gingsul dianggap sebagai sesuatu yang unik dan menggemaskan bagi sebagian orang. Namun, gigi gingsul sebaiknya dibiarkan atau dicabut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Kebiasaan Harian yang Bisa Bantu Mencegah Masalah dalam Mulut

Kebiasaan harian dapat berdampak pada kesehatan. Yuk, lakukan kebiasaan baik ini untuk mencegah masalah dalam mulut, seperti bau mulut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
infeksi mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 08/05/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Menjaga Kebersihan Mulut Agar Tak Jadi Sarang Penyakit

Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara optiimal tak hanya dengan gosok gigi saja. Lakukan beberapa langkah ini agar terhindar dari berbagai penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
kebersihan gigi dan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 06/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Daftar Obat Alami untuk Sariawan pada Ibu Hamil

Sariawan dapat mengganggu bila dibiarkan, termasuk pada ibu hamil. Berikut beragam obat alami yang aman untuk mengobati sariawan pada ibu hamil.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 04/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
asam penyebab gigi berlubang di mulut

Tips Mencegah Penumpukan Asam Penyebab Gigi Berlubang di Mulut selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
sikat gigi baru dan bekas

Jarang Mengganti Sikat Gigi Bisa Picu Gigi Sensitif

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit