Benarkah Makanan Pedas Bikin Lidah Sariawan? Dan Mitos Lainnya Seputar Sariawan

Oleh

Bibir atau lidah sariawan adalah hal yang menyebalkan. Selain perihnya minta ampun, sariawan juga dapat menganggu aktivitas makan, minum, sikat gigi, ataupun bicara. Secara ilmiah, lidah yang sariawan (atau stomatitis aftosa) merupakan suatu akibat dari kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka yang berbentuk bercak putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Sebagian besar sariawan juga tidak memiliki penyebab yang jelas. Sehingga tidak mengeherankan jika banyak informasi yang kurang tepat mengenai sariawan.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa mitos dan fakta mengenai sariawan yang perlu Anda ketahui:

Makanan pedas bikin sariawan

Faktanya, makanan pedas tidak dapat menyebabkan sariawan. Rasa terbakar yang muncul akibat makan makanan pedas merupakan efek capcaisin yang terkandung dalam cabai –dimana capcaisin tersebut hanya akan menimbulkan rasa perih saat tersentuh dengan luka/sariawan di bibir Anda namun capcaisin tidak dapat menimbulkan luka/sariawan pada bibir Anda. Bahkan, capcaisin dapat mencegah terjadinya sariawan. Capcaisin dapat mengubah keasaman rongga mulut sehingga membuat bakteri penyebab sariawan tidak dapat hidup/berkembang.

Sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin C

Tidak benar. Vitamin C adalah salah satu vitamin yang berperan dalam menjaga kesehatan gusi dan mulut. Sehingga tidak mengherankan jika sariawan seringkali dikaitkan dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin C lebih dikaitkan dengan terjadinya radang gusi/gingivitis dan bukan penyebab utama terjadinya sariawan. Sariawan muncul sebagai akibat dari kelebihan vitamin C. Selain itu, vitamin C sebenarnya asam askorbat, dan mulut tidak merespon dengan baik untuk terlalu banyak asam. Dan secara umum, manusia membutuhkan 40mg vitamin C per hari. Sehingga, jika Anda mengonsumsi vitamin C lebih dari yang diharuskan, maka hal tersebut dapat menyebabkan sariawan.

Sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin B9 dan B12

Faktanya, penelitian terbaru menemukan bahwa kekurangan vitamin B9 (asam folat) dan B12 menyebabkan sariawan. Oleh karena itu, orang yang mengalami sariawan disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung mineral dan vitamin (seperti vitamin C dan B). Beberapa makanan yang mengandung vitamin B12 adalah daging, telur, produk susu, dll.

Merokok menyebabkan sariawan

Merokok bukan hanya tidak baik untuk kesehatan Anda. Racun-racun yang terkandung dalam rokok dapat membuat daya tahan tubuh Anda menurun sehingga meningkatkan risiko Anda mengalami sariawan.

Berhenti merokok juga menyebabkan sariawan

Ternyata berhenti merokok dapat membuat Anda berisiko untuk mengalami sariawan. Beberapa studi menemukan bahwa seseorang yang berhenti merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya sariawan ringan – yang biasanya terjadi dalam 2 minggu pertama dan akan membaik setelah 4 minggu. Para peneliti mengatakan lesi adalah hasil dari berhenti merokok, dan bukan karena menggunakan obat berhenti merokok.

Sariawan menular melalui ciuman

Jika sariawan yang muncul adalah akibat dari infeksi herpes, maka, sariawan dapat menular saat berciuman. Bahkan, jika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun, ia dapat tertulat/menularkan herpes di mulut meskipun tidak sedang sariawan. Tapi jika lidah sariawan dikarenakan oleh hal lain selain infeksi (misal, lidah tergigit atau kelebihan vitamin C), sawriawan tidak menular.

Fakta: pasta gigi/obat kumur SLS menyebabkan sariawan

Tanpa Anda sadari, produk pasta gigi/obat kumur yang Anda gunakan dapat memicu munculnya sariawan. Namun, tidak semua produk tersebut menjadi pemicu munculnya sariawan karena ternyata, berdasarkan sebuah studi, produk pasta gigi/obat kumus yang mengandung Sodium Lauryl Sulphate (SLS) lah yang dapat memicu munculnya sariawan. Berdasarkan penelitian, penggunaan produk yang mengandung SLS dapat menyebabkan permukaan rongga mulut menjadi kering dan lebih rentan terhadap iritasi, sehingga meningkatkan risiko sariawan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Pubmed membuktikan bahwa pasta gigi yang mengandung SLS dapat menyebabkan lidah sariawan berukuran lebih besar dibandingkan dengan pasta gigi bebas detergen.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 5, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 21, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca