3 Kondisi yang Membuat Gigi Susu Harus Dicabut di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/11/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Idealnya, gigi susu akan mulai tanggal satu per satu mulai sekitar usia enam sampai tujuh tahun. Memasuki usia 15-17 tahun, biasanya semua gigi susu telah tergantikan dengan gigi dewasa. Namun, terkadang dokter akan menyarankan Anda untuk cabut gigi susu sebagai jalan tempuh terbaik ketika dirasa ada yang tidak beres dalam pergantian gigi bayi menuju gigi permanen. Kenapa, ya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Cabut gigi susu, kapan harus dilakukan?

Proses cabut gigi susu mau tidak mau harus dilakukan ketika ada gangguan atau masalah pada rongga mulut. Di antaranya yaitu:

1. Kapasitas rahang tidak memadai untuk pertumbuhan gigi baru

Ukuran rahang yang kecil umumnya disertai dengan ukuran gigi susu yang kecil pula. Padahal, ukuran gigi dewasa yang tumbuh nantinya bisa saja jauh lebih besar daripada gigi susu sebelumnya. Persediaan ruang yang kurang memadai ini akan membuat gigi dewasa yang baru keluar jadi saling menumpuk dan terkesan tidak rapi.

Bahkan tak jarang gigi dewasa sulit keluar karena tidak memiliki ruang yang cukup atau terhalang oleh gigi lainnya. Satu-satunya pilihan untuk memperbaiki struktur gigi ini adalah dengan pemasangan kawat gigi atau biasa disebut behel.

Selain berfungsi untuk meratakan gigi yang tidak rapi, pemakaian behel juga akan membantu memperbesar ukuran rahang yang minim.

2. Gigi susu tidak kunjung tanggal

Sebelum usia 17 tahun, seharusnya seluruh gigi susu telah copot dan digantikan dengan gigi permanen. Sayangnya, tidak semua anak mendapatkan fase gigi tanggal sesuai waktunya. Memang, dalam beberapa kasus terkadang gigi susu tampak sangat kuat sehingga tidak menunjukkan tanda mau copot sama sekali.

Itu sebabnya, cabut gigi susu biasanya menjadi pilihan untuk menggantikannya dengan gigi dewasa yang sudah saatnya keluar. Sebab jika tidak dicabut, kemungkinan besar gigi susu masih tetap akan bertahan di dalam mulut tanpa tahu kapan akan copot dan digantikan oleh gigi permanen.

3. Infeksi

Ketika gigi susu mengalami kerusakan yang cukup parah akibat infeksi, biasanya akan meluas sampai ke bagian pulpa. Dalam anatomi gigi, pulpa adalah lapisan paling dalam setelah enamel dan dentin. Pulpa bisa juga disebut sebagai pusat atau inti gigi yang tersusun dari pembuluh darah, saraf, serta jaringan lunak lainnya.

Infeksi yang sudah mencapai pulpa tidak bisa dianggap remeh karena berarti bakteri akan lebih mudah untuk masuk dan tinggal di dalam pulpa. Jika pemberian antibiotik tidak mampu menyembuhkan infeksi gigi tersebut, maka pencabutan gigi susu bisa menjadi pilihan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kiat Memilih Sikat Gigi yang Tepat untuk Balita

Menjaga kebersihan gigi dan mulut tentu sudah harus dilatih sejak dini. Langkah awalnya, Anda harus memilih sikat gigi anak yang tepat. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 02/11/2019 . Waktu baca 3 menit

Gabung Mama Sigi dan Pepo Dalam Misi Memberantas Masalah Gigi

Kesehatan gigi dan mulut akan menunjang tumbuh kembang anak secara umum. Ini beberapa kebiasaan yang harus ortu tanamkan agar gigi anak tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 29/10/2019 . Waktu baca 5 menit

Kesalahan Umum yang Dilakukan Ortu Saat Mengajari Anak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Mengajari anak menyikat gigi tidak boleh setengah-setengah. Jika anak terbiasa dengan cara-cara ini, giginya akan lebih sering bermasalah saat besar nanti!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 28/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

Setelah cabut gigi, gusi Anda akan terasa nyeri. Bila dilihat dari sisi medis, bolehkah melakukan seks oral setelah cabut gigi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/10/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi gingsul dicabut

Gigi Gingsul, Lebih Baik Dibiarkan atau Dicabut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit
cabut gigi geraham

Amankah Melakukan Prosedur Cabut Dua Gigi Geraham Sekaligus?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi untuk pertumbuhan gigi anak

Makanan Apa yang Bisa Membantu Pertumbuhan Gigi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28/12/2019 . Waktu baca 3 menit
pasta gigi untuk anak

Pentingnya Memilih Pasta Gigi Anak Terbaik untuk Kesehatan Rongga Mulutnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 08/11/2019 . Waktu baca 3 menit