Kapan Jangka Waktu yang Tepat untuk Melakukan Scaling Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seiring waktu, sisa makanan dan liur akan menumpuk pada gigi dan membentuk plak. Bakteri pada plak lambat laun bisa menyebabkan pembusukan gigi serta penyakit gusi. Scaling adalah prosedur yang bertujuan untuk membersihkan plak tersebut. Agar lebih efektif, scaling gigi sebaiknya dilakukan secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

Mengapa scaling gigi begitu penting?

membersihkan karang gigi, menghilangkan karang gigi, obat karang gigi, cara memutihkan gigi

Plak gigi masih dapat terbentuk sekalipun Anda rajin menyikat gigi dan membersihkan celahnya dengan benang gigi. Plak yang menumpuk lama-kelamaan akan mengeras, lalu membentuk tartar alias karang gigi.

Jika tidak rutin dibersihkan, tartar yang menumpuk dapat membentuk celah antara gusi dan gigi. Bakteri lalu memasuki celah ini dan menyebabkan berbagai masalah, seperti penyakit gusi, gigi goyang, gigi copot, atau bahkan kerusakan jaringan tulang rahang.

Menyikat gigi tidak akan menghilangkan tartar. Endapan ini hanya bisa dibersihkan dengan alat khusus yang digunakan saat scaling. Scaling memecah tartar sehingga gigi kembali bersih dan celah gigi pun tertutup, paling tidak untuk jangka waktu tertentu.

Menurut sebuah penelitian dalam The Journal of The American Dental Association, scaling bisa memperkecil celah antara gigi dan gusi sebanyak 0,5 milimeter. Dengan cara ini, Anda turut mengurangi risiko penyakit gusi serta berbagai komplikasinya.

Scaling juga memiliki keunggulan lain bagi kesehatan. Melalui prosedur ini, dokter gigi dapat mendeteksi masalah kesehatan yang Anda alami sehingga bisa ditangani sejak dini. Dokter juga bisa memberikan perawatan tambahan untuk gigi apabila diperlukan.

Jangka waktu yang tepat untuk scaling gigi

cara menghilangkan karang gigi

Dokter gigi biasanya menyarankan scaling apabila Anda menunjukkan gejala penyakit gusi. Pada beberapa orang, scaling mungkin diperlukan jika gusi tampak mengalami peradangan, membengkak, berdarah, atau terjadi perubahan tertentu pada gigi.

Walau demikian, tak ada salahnya melakukan scaling gigi dengan lebih rutin. Seberapa sering Anda perlu melakukannya tergantung dari sejumlah faktor, yakni:

  • Kebersihan mulut dan gigi
  • Riwayat penyakit mulut dan gigi dalam keluarga
  • Usia
  • Kebiasaan merokok
  • Pola makan
  • Perubahan hormon
  • Kondisi medis lainnya

Guna menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, jangka waktu yang ideal untuk scaling adalah dua kali dalam setahun. Anda dapat menjalani prosedur ini pada pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan sekali.

Jika kebersihan gigi Anda tergolong baik, Anda mungkin hanya perlu melakukan scaling setiap satu tahun sekali. Namun, lagi-lagi semua ini tergantung pada berbagai faktor yang telah disebutkan sebelumnya.

Dokter gigi akan menilai kondisi mulut dan gigi Anda, lalu menentukan seberapa sering Anda perlu melakukan scaling. Rentang waktunya bisa saja berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi mulut dan gigi. Inilah mengapa pemeriksaan gigi rutin amat penting.

Hal yang harus dilakukan setelah scaling

mencegah gigi berlubang

Scaling tidak hanya dilakukan dalam satu kali kunjungan ke dokter gigi. Setelah jangka waktu tertentu, dokter biasanya akan meminta Anda datang kembali untuk memeriksa hasil scaling gigi dan kemungkinan efek samping.

Selagi menunggu jadwal pemeriksaan selanjutnya, Anda dapat membersihkan gigi dan mulut seperti biasanya. Sikatlah gigi Anda sedikitnya 2 kali sehari, gunakan benang gigi untuk membersihkan celah-celahnya, dan berkumurlah dengan larutan kumur.

Anda juga perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta membatasi makanan manis yang berpotensi menyebabkan gigi berlubang. Semua ini tidak hanya membuat gigi Anda bersih dari tartar, tapi juga senantiasa kuat dan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Cara Paling Jitu untuk Menghilangkan Karang Gigi

Karang gigi tak boleh disepelekan karena sebabkan berbagai masalah mulut. Ada banyak cara mudah menghilangkan dan membersihkan karang gigi membandel.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 08/08/2019 . 12 mins read

Karang Gigi

%%title%% adalah plak yang mengeras di gigi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan dan cara pencegahan %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 11/07/2019 . 13 mins read

Sudah Tahu Apa Bedanya Karies, Karang Gigi, dan Gigi Berlubang?

Banyak orang yang sulit membedakan antara karang gigi, karies gigi dan gigi berlubang karena tampak mirip. Agar tidak tertukar, cek perbedaannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/11/2018 . 3 mins read

Kenapa Muncul Bercak Cokelat Di Gigi? Bagaimana Menghilangkannya?

Bercak coklat di gigi bisa disebabkan karena malas gosok gigi atau mungkin tanda penyakit tertentu. Berikut berbagai penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 09/09/2018 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

gigi sensitif setelah scaling

Apakah Scaling Dapat Membuat Gigi Menjadi Sensitif?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . 5 mins read
membersihkan karang gigi saat hamil

Bolehkah Membersihkan Karang Gigi Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020 . 4 mins read
membersihkan karang gigi

Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Karang Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020 . 3 mins read
perawatan gigi yang paling umum

5 Prinsip Utama Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019 . 6 mins read