Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Veneer Gigi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Belakangan ini, veneer menjadi salah satu tren kecantikan yang sedang ramai digandrungi para wanita. Selain bisa memperbaiki struktur gigi, prosedur veneer juga bisa mempercantik penampilan Anda saat tersenyum. Tertarik ingin mencoba veneer? Eits, tunggu dulu! Ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum berangkat ke dokter gigi.

Apa saja? Simak informasinya dalam ulasan berikut.

Apa itu veneer gigi?

syarat veneer gigi

Veneer gigi adalah cangkang tipis yang dipakai untuk melapisi bagian depan gigi Anda. Cangkang buatan ini akan dibentuk menyerupai bentuk gigi aslinya.

Bahan yang digunakan untuk membuat cangkang bermacam-macam, termasuk porselen, komposit, dan keramik. Namun, veneer porselen lebih banyak diminati. Veneer berbahan porselen populer karena cenderung lebih awet dan tidak memunculkan warna putih yang terlalu mencolok.

Biaya perawatan ini akan disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan dan jumlah gigi yang akan dipasang veneer.

Manfaat veneer gigi

cara mencegah gigi goyang secara alami

Mengutip dalam laman American College of Prostodhontists, veneer dapat digunakan untuk memperbaiki:

  • Gigi yang terkelupas atau patah
  • Gigi retak
  • Gigi yang besar sebelah
  • Gigi yang tidak selaras, tidak rata, atau berbentuk tidak teratur
  • Gigi yang memiliki celah (veneer dapat menutup celah di antara gigi satu dengan yang lainnya.

Perawatan gigi satu ini juga dapat digunakan untuk memutihkan warna gigi.

Veneer tidak sama dengan prosedur implan gigi atau crown (mahkota gigi tiruan). Veneer menutupi permukaan depan gigi, sementara implan menggantikan gigi yang lepas. Veneer juga biasanya hanya menutupi permukaan gigi depan saja. Di sisi lain, crown membukus semua bagian gigi yang ada di atas tepi gusi

Orang-orang yang tidak dianjurkan veneer

cara menghilangkan gigi hitam

Tidak semua orang boleh melakukan veneer. Beberapa orang yang tidak dianjurkan untuk melakukan prosedur veneer di antaranya:

  • Orang yang punya gigi terlalu maju.
  • Orang yang jarak giginya terlalu renggang.
  • Orang yang susunan giginya terlalu bertumpuk.
  • Orang yang punya gigi berlubang besar dan mengalami pembusukan parah.

Persiapan sebelum veneer gigi

cara menghilangkan karang gigi

Sebelum veneer, Anda butuh beberapa kali sesi konsultasi dengan dokter gigi. Konsultasi perlu untuk dokter bisa mengetahui riwayat kesehatan Anda dan keadaan mulut Anda secara menyeluruh.

Bila Anda dibolehkan melakukan veneer, barulah dokter menentukan rencana perawatan. Rencana ini termasuk menentukan warna dan bentuk gigi yang cocok dengan permasalahan Anda. Dokter juga dapat melakukan rontgen dan foto gigi untuk memperkuat diagnosis, serta mencegah risiko infeksi di kemudian hari.

Jangan sungkan untuk menyampaikan hasil yang ingin Anda capai dari prosedur ini. Misalnya, Anda ingin tampilan gigi yang alami dan tidak terlalu mencolok. Dokter dapat menyesuaikan jenis cangkang yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Memahami proses veneer gigi

gigi ompong pada lansia
Sumber: VeryWell

Setelah memeriksa kondisi gigi Anda, dokter kemudian akan menghitung seberapa banyak gigi yang perlu dikikir. Setelah itu, dokter akan mengikir sekitar 1/2 milimeter enamel dari permukaan gigi Anda. Jumlah ini hampir sama dnegan ketebalan veneer yang nantinya akan ditambahkan ke permukaan gigi.

Sebelum mengikir enamel, dokter mungkin akan memberikan obat bius lokal agar Anda tidak merasa sakit. Tak hanya itu, dokter juga dapat memberikan obat penghilang nyeri di tengah perawatan supaya pasien tidak merasa sakit.

Selanjutnya dokter akan mencetak gigi Anda. Cetakan ini kemudian akan dikirim ke lab untuk membuat cangkang yang nantinya akan dipasang di permukaan gigi.

Proses cetak gigi ini biasanya memerlukan waktu sekitar 2-4 minggu. Bila kerusakan gigi yang Anda alami begitu parah, dokter dapat menempelkan veneer gigi sementara.

Sebelum cangkang dipasang di permukaan gigi, dokter akan membersihkan gigi Anda terlebih dulu secara menyeluruh. Proses pembersihan ini penting untuk mencegah bakteri terperangkap di bawah lapisan dan menyebabkan pembusukan. 

Setelahnya dokter akan memeriksa kecocokan ukuran cangkang dan warnanya. Dokter mungkin akan berulang kali melepas dan memotong veneer untuk benar-benar mendapatkan hasil yang sesuai. 

Setelah itu, dokter akan mengikir gigi Anda supaya teksturnya lebih kasar dan memudahkan veneer menempel pada gigi. Supaya veneer dan gigi dapat merekat kuat, dokter dapat mengoleskan semen khusus di permukaan gigi yang telah dikikir.

Bila cangkang sudah menempel pada posisi yang tepat, dokter akan menggunakan sinar ultraviolet untuk mengeraskan semen. 

Risiko pasang veneer gigi

tambal gigi

Selain menawarkan manfaat, perawatan gigi satu ini nyatanya juga memiliki sejumlah bahaya yang perlu diwaspadai. Berikut beberapa bahaya pasang veneer gigi yang perlu Anda ketahui.

1. Warna gigi jadi tidak sama

Menurut The Journal of American Dental Association, warna veneer gigi tergantung dari berbagai faktor. Salah satu faktornya adalah warna dasar gigi asli Anda.

Warna alami gigi akan menentukan warna dan jenis zat veneer apa yang akan dipasang. Cleveland Clinic juga mengatakan, bahwa pemasangan veneer pada gigi dapat mengalami perubahan warna atau adanya noda di tepian gigi.

Biasanya hal ini disebabkan karena adanya masalah kelembapan saat dokter memasang veneer.

2. Warna veneer tidak dapat diubah

Dokter tidak dapat mengubah atau memperbaiki warna veneer setelah Anda memasangnya. Sementara warna asli veneer sendiri biasanya bisa bertahan dalam jangka waktu 5-10 tahun setelah pemasangan.

Maka supaya tidak menyesal di akhir, pastikan Anda pasang veneer di dokter gigi yang sudah berpengalaman di bidangnya. Selain mendapatkan hasil yang maksimal, Anda juga tetap merasa aman dan nyaman saat prosedur berlangsung.

Jangan tawar menawar dalam melakukan setiap prosedur medis. Alih-alih mendapatkan manfaat, melakukan prosedur medis di sembarang tempat mungkin malah membuat Anda lebih banyak mengalami efek samping.

3. Masalah pada pemasangan veneer

Sejumlah masalah saat pemasangan veneer sangat mungkin terjadi. Pertama, posisi lapisan veneer yang tidak sesuai justru dapat memicu kerusakan gigi. Di samping itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan pembusukan pada bagian luar tepi veneer.

Lapisan veneer juga bisa berlendir atau kasar. Kondisi ini dapat menyebabkan benang gigi masuk ke tepi veneer. Prosedur ini juga dapat membuat Anda sulit untuk membersihkan gigi dan menyebabkan gusi lebih rentan iritasi. 

4. Gigi jadi makin sensitif

Memasang veneer gigi berarti mengharuskan dokter untuk mengikis enamel gigi dari permukaan gigi. Lapisan enamel yang terpaksa dikikis ini dapat membuat gigi Anda menjadi sensitif setelahnya.

Gigi sensitif dapat menyebabkan Anda merasa ngilu saat mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin atau panas. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga dapat mematikan jaringan gigi. Sebab, lapisan enamel gigi terlalu banyak dikikis. 

5. Risiko lainnya

Cleveland Clinic mencatat bahwa veneer gigi yang terbuat dari porselen dapat mudah retak. Gigi yang dipasang veneer bisa rusak ketika menggigit atau mengunyah benda keras seperti es, pensil atau bahkan kuku jari Anda.

Hal semacam itu bisa memberi tekanan terlalu banyak pada lapisan veneer sehingga membuatnya longgar atau rontok.

Cara merawat gigi setelah diveneer

Proses pemulihan gigi setelah dipasang veneer terbilang singkat. Setelah lapisan veneer berhasil dipasang dan efek obat bius hilang, Anda dapat makan dan mengunyah lagi seperti biasa.

Namun, jangan asal makan. Supaya lapisan veneer yang menyelimuti gigi Anda dapat bertahan lama, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Rajin menyikat gigi

penyebab bau mulut

Meski veneer dapat membuat gigi Anda putih cemerlang, Anda tetap perlu rajin menyikat gigi. Kebersihan gigi yang buruk dapat memengaruhi kualitas lapisan veneer yang menempel di permukaan gigi Anda.

Lebih jauh, jarang menyikat gigi justru akan memicu berbagai masalah gigi lainnya. Maka itu, penting untuk rutin menyikat gigi setiap hari. Anda cukup menyikat gigi sebanyak dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Pastikan cara menyikat gigi Anda benar dan tepat. Sikatlah gigi Anda secara perlahan dengan gerakan melingkar. Jangan menyikat gigi keras-keras karena hal tersebut malah merusak veneer dan memicu masalah lainnya.

Gunakan sikat yang berbulu lembut dan halus. Selain itu, pastikan pula bahwa kepala sikat yang Anda gunakan pas dengan rongga mulut.

2. Flossing gigi

Guna memastikan gigi Anda benar-benar bersih dan bebas noda, Anda butuh flossing. Flossing adalah teknik membersihkan gigi menggunakan benang.

Ketimbang menyikat gigi, flossing dapat membersihkan plak dan sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi. Flossing juga efektif membersihkan bagian terdalam rongga mulut, yang umumnya tidak dijangkau dengan sikat biasa.

Pastikan Anda rutin membersihkan gigi dengan benang setelah menyikat gigi. Ketika flossing gigi, pastikan Anda menggesekkan benang secara perlahan dan jangan sampai mengenai gusi. Terlalu keras menggesekkan benang dapat membuat gusi Anda terluka.

3. Berkumur pakai mouthwash

pakai obat kumur

Perawatan lain yang perlu Anda lakukan untuk menjaga veneer supaya tetap awet adalah rajin pakai obat kumur. Obat kumur dapat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel di permukaan. Tak hanya itu, obat kumur juga efektif untuk melawan bakteri yang bersarang di mulut dan menyegarkan pernapasan.

Oleh karena itu, obat kumur perlu ditambahkan dalam rangkaian perawatan gigi dan mulut Anda setiap hari. Berkumurlah setelah menyikat gigi dan flossing. Hal ini dilakukan supaya kuman dan sisa makanan yang mungkin masih menempel di permukaan gigi atau gusi dapat benar-benar hilang.

Pastikan Anda menggunakan obat kumur sesuai dengan dosisnya. Obat kumur yang digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang berdampak buruk pada tubuh Anda.

4. Hindari makanan keras dan lengket

makanan ringan

Penting bagi Anda untuk memerhatikan setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi setiap hari. Sebab, sejumlah makanan dapat menyebabkan lapisan veneer rusak dan bahkan pecah karena teksturnya yang keras atau lengket.

Bila Anda ingin makan buah dan sayur yang bertekstur keras (apel, brokoli, dan wortel) Anda bisa mengukusnya lebih dulu supaya lunak. Anda juga bisa memotong makanan yang besar dan keras menjadi bagian-bagian yang lebih kecil supaya mudah dilumat.

5. Hentikan kebiasaan menggigit benda

bahaya menggigit kuku

Kebiasaan menggigit benda-benda keras seperti pensil, es, atau jari kuku juga harus dihindari. Anda juga tidak boleh membuka botol minum atau menggigit kemasan plastik menggunakan gigi. Kedua hal tersebut dapat mengikis lapisan veneer.

Pada prinsipnya, Anda harus menghindari semua hal yang bisa merusak gigi asli. Pasalnya, apa pun yang bisa merusak gigi asli juga bisa merusak veneer.

6. Pakai pelindung mulut

Sumber: Sekhon Dentistry

Ingat, lapisan veneer dapat retak atau bahkan pecah bila mendapatkan tekanan atau benturan yang keras. Maka itu, supaya lapisan veneer tidak retak atau pecah, gunakan pelindung mulut ketika Anda ingin berolahraga.

6. Rajin periksa ke dokter gigi

cabut gigi saat puasa

Satu hal penting lainnya yang tak boleh Anda lewatkan adalah rajin periksa ke dokter gigi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat memastikan bahwa kondisi veneer dan gigi Anda dalam keadaan baik dan sehata.

Bila sewaktu-waktu dokter menemukan masalah pada gigi Anda, dokter dapat segera menentukan perawatan yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca