Mengenal Prosedur Dental Bridge untuk Membenarkan Gigi Renggang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gigi renggang bisa menurunkan rasa percaya diri ketika kita harus tersenyum atau sekadar membuka mulut. Gigi yang renggang pun bisa membuat mengunyah makanan jadi tugas yang sulit. Itu mengapa Anda sebenarnya sangat dianjurkan untuk menjalani prosedur dental bridge untuk membenarkan gigi yang renggang.

Apa itu dental bridge?

Dental bridge adalah yaitu prosedur penutupan atau pembuatan penyangga antar ruang gigi yang renggang menggunakan gigi palsu (disebut pontik). Biasanya, pontik terbuat dari bahan porselen agar menyesuaikan dengan warna alami gigi. Setelah pontik ditanam, maka tidak ada lagi ruang antar gigi yang kosong.

Secara umum, prosedur ini dibutuhkan untuk:

  • Mengembalikan kemampuan gigi untuk menggigit dan mengunyah.
  • Memperjelas ucapan saat Anda berbicara.
  • Mempertahankan bentuk wajah.
  • Mencegah gigi yang masih tersisa copot atau bergeser posisi.

Pemasangan pontik melalui proses ini perlu diulang setiap 5-15 tahun sekali, tergantung pada jenis perawatannya.

Jenis-jenis dental bridge

Dikutip dari Healthline, ada empat jenis dental bridge yang menjadi pilihan untuk “menjembatani” ruang gigi yang kosong:

1. Traditional

Traditonal bridge adalah jenis yang paling populer. Cara ini digunakan ketika terdapat ruang kosong di antara dua gigi akibat gigi copot. Melalui prosedur ini, pontik ditahan oleh mahkota gigi (crown) yang telah disemen pada masing-masing gigi penyangga.

2. Cantilever

Hampir mirip dengan traditional bridge. Perbedaannya adalah pontik ditahan oleh mahkota gigi yang disemen hanya pada satu gigi penyangga. Hanya dibutuhkan gigi asli di sebelah celah gigi yang hilang.

3. Maryland

Prosedur ini juga mirip dengan traditional bridge karena menggunakan dua gigi penyangga, masing-masing satu di setiap sisi celah.

Namun, traditional bridge menggunakan mahkota gigi pada gigi penyangga. Sementara jenis ini menggunakan kerangka logam atau porselen yang diikat ke bagian belakang gigi penyangga.

4. Implant-supported dental bridge

Seperti namanya, jenis ini menggunakan implan gigi sebagai ganti mahkota gigi atau kerangka. Satu implan akan dipasang di tulang rahang melalui prosedur operasi untuk setiap gigi yang hilang. Fungsinya untuk menahan gigi agar tetap pada posisinya.

Operasi kedua dilakukan untuk memasang jembatan gigi. Jika tidak memungkinkan, pontik dipasang di antara dua mahkota gigi yang telah dipasang implan. Jenis ini dianggap paling kuat dan stabil.

Biaya pemasangan dental bridge

Biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan dental bridge bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah gigi yang dibutuhkan untuk mengisi ruang antar gigi, bahan yang digunakan untuk membuat gigi palsu (pontik), kerumitan pemasangan, dan ada atau tidaknya perawatan tambahan untuk mengatasi masalah pada gigi (seperti gum disease).

Tiap jenis pemasangan dental bridge juga membutuhkan biaya yang berbeda-beda.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan