Kesehatan gigi, bukan hanya diperhatikan ketika gigi permanen mulai tumbuh. Melainkan sejak gigi susu pertama si kecil tumbuh. Setelah gigi susu tumbuh, asupan gizi seimbang yang dikonsumsi si kecil akan memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang giginya. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan si kecil yang terlihat sepele, tapi bisa merusak gigi sehingga muncul plak. Jika tidak dibersihkan dengan baik, tidak mengherankan jika dalam waktu lama bisa menjadi karang gigi. Lantas, usia berapa si kecil bisa membersihkan karang gigi dengan scaling? Berikut penjelasannya.

Bagaimana karang gigi bisa terbentuk dalam mulut si kecil?

Karang gigi adalah plak gigi yang menumpuk dalam waktu lama dan mengeras. Plak gigi sebenarnya masih dapat dihindari dengan menyikat gigi sehari dua kali. Namun, jika si kecil jarang menyikat gigi atau bahkan tidak menyikat gigi dengan bersih, hasilnya plak gigi akan mengeras dan menjadi karang gigi.

Terbentuknya karang gigi ini terjadi setelah 24 jam gigi tidak dibersihkan dengan menyikat atau kumur-kumur. Plak yang memang ada di dalam gigi akan menyerap kalsium dan fosfor yang terkandung di dalam air liur. Akibatnya, plak yang tadinya masih bisa dibersihkan dan lunak bisa mengeras.

Seperti yang dilansir dari WebMD, inilah yang menyebabkan timbulnya kalkulus atau yang lebih dikenal dengan istilah karang gigi. Jika sudah terbentuk, perlu bantuan dokter gigi untuk menghilangkan atau membersihkan karang gigi. Dan jika diabaikan, akibatnya bisa parah bisa menyebabkan radang gigi dan gusi.

Apakah karang gigi bisa dibersihkan dengan sikat gigi saja? 

Dalam beberapa kasus, karang gigi sudah melekat dan membandel sehingga sikat gigi atau flossing (membersihkan gigi pakai benang khusus) saja tidak cukup. Lalu apa yang bisa dilakukan? Jawabannya adalah dengan scaling.

Untuk menghindari karang gigi bertambah parah dan menimbulkan radang, proses pembersihan karang gigi dengan cara scaling perlu dilakukan. Scaling adalah cara membersihkan karang gigi yang ada pada bagian putih gigi, pada perbatasan dengan bagian gusi, hingga bagian akar.

Sebelum proses ini dilakukan, lakukan konsultasi dengan dokter gigi anak untuk mengetahui kondisi kesehatan maupun riwayat kesehatan si kecil. Mengapa penting? Karena hal ini akan memengaruhi proses scaling sekaligus pemberian antibiotik untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Anak yang memiliki kondisi tertentu mungkin memiliki risiko tinggi untuk mengalami infeksi parah.

Beberapa kondisi yang membutuhkan antibiotik sebelum dan sesudah proses scaling adalah anak yang pernah menjalani operasi katup jantung, pinggul buatan, atau operasi pemasangan bagian tubuh buatan lainnya. Lalu, anak yang memiliki masalah dengan sistem imun dan pasien yang memiliki masalah kesehatan jantung juga berisiko alami infeksi yang cukup parah.

Ketika proses pembersihan mulai dilakukan, dokter akan memberikan bius lokal untuk menghilangkan sakit selama proses membersihkan karang gigi dan mungkin juga antibiotik jika si kecil memiliki kondisi tertentu. Alat yang digunakan untuk melakukan scale dan root planning ini pun beragam. Sebagian dokter gigi anak menggunakan alat pengikis standar dan sebagian lainnya menggunakan alat ultrasonik untuk menghilangkan atau membersihkan karang gigi.

Umur berapa si kecil bisa membersihkan karang gigi dengan scaling?

Karang gigi bisa muncul kapan pun setelah si kecil tumbuh gigi. Pada usia dua sampai tiga tahun, biasanya anak sudah mempunyai gigi lengkap berjumlah 20 gigi, masing-masing 10 gigi di rahang atas dan rahang bawah. Gigi ini dikenal sebagai gigi susu atau gigi bayi. Susunan gigi susu lengkap ini akan bertahan sampai usia anak sekitar enam atau tujuh tahun.

Pada usia dua sampai enam atau tujuh tahun ini, biasanya gigi si kecil rentan untuk mengalami masalah seperti plak atau karang gigi. Anak Anda bisa melakukan scaling untuk membersihkan karang gigi di usia berapa pun, tapi tentu dengan atas anjuran dokter spesialisasi gigi anak. Dokter ini akan menjelaskan mengapa tindakan scaling perlu dilakukan, bagaimana prosesnya, dan apa risikonya (jika ada).

Untuk itu, penting bagi Anda untuk rajin memeriksakan gigi si kecil bahkan sebelum giginya tumbuh lengkap. Anda bisa mulai membawa si kecil ke dokter spesialisasi gigi anak di usia pertama si kecil atau usia satu tahun. Selanjutnya Anda bisa menjadwalkan enam bulan sekali untuk pergi ke dokter spesialisasi gigi anak.

anak takut ke dokter gigi

Apa yang terjadi selama gigi si kecil dibersihkan dengan scaling?

Anda perlu tahu bagaimana proses scaling atau membersihkan karang gigi pada si kecil dilakukan. Penggunaan alat tertentu akan memengaruhi tingkat kebersihan gigi, gusi, dan sela-selanya. Misalnya alat ultrasonik bisa membersihkan karang gigi dengan getaran. Getaran ini akan menghasilkan gelembung-gelembung udara yang dapat membunuh bakteri anaerob (bakteri yang hanya hidup dalam keadaan tanpa udara) yang tinggal di sela-sela gigi dan gusi.

Tapi sayangnya, metode ini tidak dapat mengjangkau bagian-bagian gigi yang ada di dalam gusi. Karena ini bicarakan dulu metode apa yang akan digunakan dokter spesialisasi gigi anak sehingga Anda mendapatkan hasil yang maksimal.

Setelah proses pembersihan selesai, untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko munculnya infeksi, biasanya dokter akan memberikan antibiotik sebelum dan sesudah proses scaling. Antibiotik ini akan diberikan di antara gusi dan gigi, nantinya setelah satu minggu antibiotik akan kembali diangkat.

Untuk meningkatkan kebersihan gigi, si kecil mungkin memerlukan proses polishing (poles). Polishing dilakukan dengan tujuan menghapus noda atau tanda yang dihasilkan oleh karang gigi. Proses scaling dan polishing mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali jika plak dan karang gigi sudah menumpuk.

Scaling atau proses membersihkan karang gigi ini dapat dilakukan sebagai cara mencegah terjadinya infeksi gigi dan gusi. Dengan rutin melakukan scaling, plak gigi tidak akan menjadi karang gigi yang dapat memicu infeksi gusi (gingivitis).

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca