Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Gigi bayi dan anak seharusnya memiliki warna yang lebih putih ketimbang gigi pada orang dewasa. Hal ini dikarenakan gigi pada anak memiliki kandungan florin yang lebih banyak. Namun, tidak sedikit orang tua yang dihadapkan dengan masalah gigi hitam pada anak.

Sebenarnya, apa saja faktor yang bisa menyebabkan anak-anak memiliki gigi hitam? Apakah ada langkah pengobatan dan pencegahan agar gigi hitam dapat diputihkan kembali seperti normal? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengenal berbagai penyebab gigi hitam pada anak

penyebab gigi hitam pada anak

Gigi susu adalah kumpulan gigi yang dimiliki bayi dan anak-anak mulai usia 6 bulan hingga 4 tahun. Gigi susu yang berjumlah 20 buah akan mulai tanggal satu per satu dan digantikan gigi permanen seiring mereka beranjak dewasa.

Namun sebelum memasuki masa itu, banyak anak dihadapkan dengan masalah terkait gigi susu, salah satunya gigi anak berubah warna menjadi hitam.

Gigi berwarna hitam dapat menurunkan rasa percaya diri anak-anak, di mana kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti berikut.

1. Tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik

Biasakan anak untuk menjaga kebersihan giginya dengan baik, yaitu dengan mengajarkan anak menyikat gigi rutin dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Bila masih bayi, Anda bisa menyikat gigi si kecil dengan menggunakan kain kasa atau lap basah.

Pasalnya jika area mulut tidak bersih, maka plak yang terbentuk dari sisa-sisa makanan dapat menumpuk dan akhirnya menyebabkan gigi berubah warna jadi hitam.

Ketika gigi susu anak tanggal satu per satu, maka warna gigi akan kembali putih seperti normal. Jika Anda ragu, sebaiknya diskusikan hal ini pada dokter gigi yang menangani anak Anda.

2. Konsumsi makanan dan minuman manis

Anak-anak umumnya sangat suka mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, kue, cokelat, sereal, roti, es krim, susu, dan jus buah. Tanpa sadar, sisa-sisa makanan tersebut bisa menempel pada gigi anak.

Bakteri dalam rongga mulut akan mengubah kandungan gula dalam sisa makanan tersebut menjadi zat asam. Lama-kelamaan, zat asam yang kian menumpuk dapat mengikis lapisan enamel sehingga timbul lubang atau karies gigi pada anak.

3. Kebiasaan menyusu pakai botol

Beberapa orang tua memiliki kebiasaan membiarkan anaknya menyusu dengan botol atau sippy cup sampai tertidur. Padahal kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan kerusakan gigi pada bayi dan anak kecil yang dikenal sebagai karies botol atau gigi gigis.

Gigi gigis terjadi saat kandungan gula dalam susu menempel pada permukaan gigi anak. Gula yang menempel dalam waktu lama dapat memicu perkembangan bakteri jahat di dalam mulut, yang salah satunya dapat menyebabkan gigi berlubang hingga membusuk.

4. Cedera gigi dan gusi

Cedera pada bagian gigi dan gusi juga dapat mengubah warna gigi si kecil. Misalnya saja ketika mereka bermain dan terjatuh sehingga menyebabkan gusi berdarah. Jika darahnya tidak keluar, maka darah akan menggumpal di dalam gusi dan akhirnya memengaruhi warna gusi dan gigi.

Gigi dapat berubah warna menjadi biru hingga kehitaman. Kondisi ini umumnya akan hilang setelah beberapa waktu. Namun apabila Anda khawatir dengan kondisi si kecil, sebaiknya segera bawa ke dokter gigi.

5. Menggunakan obat-obatan tertentu

Ada beberapa obat yang memiliki efek samping menghilangkan atau mengurangi kadar enamel gigi. Enamel adalah lapisan struktur gigi paling luar yang bersifat keras dan berfungsi untuk melindungi lapisan gigi yang lebih dalam.

Enamel gigi yang semakin berkurang akibat konsumsi obat-obatan tertentu akan memengaruhi kesehatan gigi termasuk warna putih cemerlangnya.

Jika si kecil diberikan obat tertentu oleh dokter, pastikan bahwa Anda telah mengetahui segala efek samping yang mungkin akan terjadi. Bila timbul gangguan pada gigi dan mulut, segera konsultasi dan periksakan si kecil ke dokter.

6. Bawaan genetik

Hal lain yang paling mungkin menyebabkan gigi anak hitam adalah faktor bawaan genetik. Kondisi ini memang jarang diketahui, namun bukan tidak mungkin terjadi.

Beberapa gen tertentu diketahui dapat membuat warna gigi seseorang menjadi lebih hitam, meskipun orang tersebut rutin menjaga kesehatan mulut dan gigi sesuai anjuran.

Umumnya orang yang memiliki genetik ini akan memiliki gigi berwarna kebiruan, keabu-abuan, hingga kehitaman. Kondisi ini dapat terjadi pada gigi susu maupun gigi permanen saat anak sudah beranjak dewasa.

Untuk mengetahui penyebab pasti dari gigi hitam anak, sebaiknya Anda segera periksakan ke dokter gigi untuk memastikannya.

Bagaimana cara mengobati masalah gigi anak hitam?

dokter gigi anak

Bukan hanya menyebabkan gigi berubah kehitaman, kerusakan pada gigi anak juga dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman dalam mulutnya. Selain itu, kerusakan gigi bisa menimbulkan infeksi yang berpengaruh pada kesehatan anak secara keseluruhan.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan segera, maka dapat menyebabkan gigi susu tanggal sebelum waktunya. American Dental Association menyatakan gigi susu yang tanggal lebih cepat dapat menyebabkan gigi permanen berantakan sehingga sulit dibersihkan.

Untuk mengobati masalah gigi hitam pada anak, Anda harus segera membawa anak ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan perawatan gigi sesuai dengan gejala, umur, dan kondisi kesehatan anak secara keseluruhan.

Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, sebagian kasus gigi hitam pada anak diobati melalui prosedur penambalan gigi. Dokter terlebih dulu akan menghilangkan bagian yang hitam dan rusak pada gigi anak.

Kemudian dokter akan menambal dengan bahan seperti amalgam atau resin agar kondisinya kembali seperti semula. Proses ini biasanya hanya cukup sekali kunjungan saja.

Sementara pada kasus kerusakan gigi anak yang ringan, dokter akan merekomendasikan orang tua untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula pada anak.

Selain itu, dokter juga akan menganjurkan perawatan gigi harian yakni dengan menyikat gigi anak rutin dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride.

Apa saja langkah pencegahan gigi hitam pada anak?

mengajarkan anak sikat gigi

Untuk mencegah kerusakan gigi anak seperti gigi hitam, ada berbagai langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan, di antaranya:

  • Lakukan perawatan gigi dan mulut sejak dini, yakni saat gigi bayi pertama kali muncul pada usia 6 bulan. Cukup menyikat gigi bayi dengan kain kasa atau lap basah setelah menyusui.
  • Ajarkan anak mengenai pentingnya merawat kesehatan mulut dan gigi sejak dini, yakni dengan menyikat gigi rutin dengan teknik yang benar, flossing, dan menggunakan obat kumur.
  • Hindari penggunaan botol atau sippy cup untuk menyusu sebelum tidur. Kandungan gula pada susu formula dapat menimbulkan kerusakan gigi pada bayi dan anak.
  • Pastikan anak mendapatkan asupan makanan bernutrisi dan hindari makanan yang tinggi kandungan gula, seperti permen, kue, biskuit, dan sebagainya.
  • Periksa gigi anak ke dokter sejak gigi pertama kali muncul dan lakukan rutin tiap enam bulan sekali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Franco, V., 2017. What Causes Black On Children’s Teeth?. [online] Howtoadult.com. Available at: <https://howtoadult.com/peg-teeth-in-children-8655493.html> [Accessed 22 October 2017].

Salinas, T., 2017. Discolored Baby Teeth: A Cause For Concern?. [online] Mayo Clinic. Available at: <https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/baby-teeth/faq-20057765> [Accessed 22 October 2017].

nhs.uk. 2019. Tooth Decay. [online] Available at: <https://www.nhs.uk/conditions/tooth-decay/> [Accessed 6 January 2021].

Johns Hopkins Medicine. 2019. Tooth Decay (Caries Or Cavities) In Children. [online] Available at: <https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/tooth-decay-caries-or-cavities-in-children> [Accessed 6 January 2021].

Ada.org. 2018. Tooth Decay In Baby Teeth. [online] Available at: <http://www.ada.org/~/media/ADA/Publications/Files/ADA_PatientSmart_BBTD.ashx> [Accessed 6 January 2021].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 29/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan