Mengenal Bonding Gigi, Solusi Ampuh Memperbaiki Tampilan Gigi yang Rusak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/09/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Gigi yang patah, pecah, atau berubah warna tentu akan merusak penampilan dan menurunkan kepercayaan diri. Namun, Anda tak perlu berkecil hati. Bonding gigi bisa menjadi solusi mudah dan murah untuk mengatasi masalah penampilan akibat kerusakan pada gigi.

Bonding gigi dan manfaatnya

Bonding gigi adalah teknik memperbaiki penampilan gigi dengan menempelkan bahan tertentu pada gigi yang rusak. Bahan yang digunakan biasanya berupa resin yang telah disesuaikan agar warna dan bentuknya menyerupai gigi alami.

Prosedur ini memang bertujuan untuk memperbaiki penampilan gigi yang rusak. Akan tetapi, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk menyamakan warna dan ukuran gigi, menutup celah pada gigi, atau kebutuhan lainnya.

Dibandingkan pemasangan veneer ataupun implan, bonding gigi dinilai lebih murah dan efektif. Prosedurnya pun sederhana, singkat, dan tidak memerlukan bius. Kecuali, Anda perlu menambal gigi berlubang yang bisa terasa nyeri sewaktu-waktu.

Seperti apa prosedurnya?

Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan sebelum menjalani prosedur bonding. Anda hanya harus berkonsultasi dengan dokter gigi untuk memastikan bahwa prosedur ini sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Dokter gigi biasanya tidak menyarankan bonding apabila gigi Anda mengalami kerusakan parah atau telah membusuk. Sebagai gantinya, Anda mungkin perlu mempertimbangkan metode yang lebih sesuai seperti veneer atau implan gigi.

Untuk melakukannya, pertama-tama, dokter akan membuat permukaan gigi Anda menjadi lebih kasar dan mengoleskan gel khusus. Tahap ini bertujuan agar resin menempel lebih kuat pada gigi. Setelah itu, dokter akan menempelkan resin pada bagian gigi yang memerlukannya.

Resin lalu dibentuk sedemikian rupa hingga mencapai bentuk, ukuran, dan tekstur yang diharapkan. Dokter kemudian melanjutkan bonding gigi dengan menyinari resin menggunakan laser atau sinar biru khusus.

Proses penyinaran bertujuan agar resin lebih cepat mengeras. Begitu resin mengeras, barulah dokter bisa menghaluskan permukaannya hingga menyerupai gigi asli. Keseluruhan proses ini memakan waktu selama 30-60 menit.

Cara merawat gigi setelah proses bonding

cara menyikat gigi yang benar

Pada dasarnya, tidak ada prosedur perawatan khusus yang harus Anda lakukan. Anda hanya perlu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan celah gigi dengan benang gigi, dan berkumur dengan larutan antiseptik.

Anda pun tidak perlu melakukan kunjungan khusus ke dokter gigi. Cukup lakukan kunjungan rutin, enam bulan sekali, seperti biasanya untuk membersihkan karang gigi dan dan memantau kesehatan gigi secara menyeluruh.

Seperti prosedur estetika gigi lainnya, bonding gigi juga memiliki kelemahan. Daya tahan resin tidak seperti veneer porselen dan implan gigi. Kebiasaan menggigit kuku, mengunyah makanan keras, dan membuka kemasan dengan gigi dapat merusak resin.

Resin juga dapat berubah warna, terutama akibat rokok atau teh dan kopi. Meski demikian, bonding umumnya dapat bertahan hingga 10 tahun asalkan Anda mampu menjaga kebersihan mulut dan menghindari kebiasaan yang merusak gigi.

Tidak semua orang cocok dengan prosedur bonding. Daya tahannya pun bergantung pada kebiasaan Anda dalam merawat gigi. Namun, bonding tetaplah salah satu metode yang bisa diandalkan untuk mengatasi penampilan akibat gigi yang rusak.

Bonding juga bisa menjadi pilihan terbaik apabila kerusakan pada gigi Anda masih tergolong ringan. Agar hasilnya lebih optimal, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum mantap menjalani prosedur ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Wanita Lebih Sering Terkena Masalah Gigi Dibandingkan Pria, Ini Sebabnya

Masalah gigi dan gusi dapat terjadi pada siapa saja, tapi wanita ternyata lebih sering mengalaminya dibandingkan pria. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 18/09/2019 . 3 mins read

5 Prinsip Utama Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Punya gigi bersih dan sehat adalah dambaan semua orang. Supaya tidak jadi impian belaka, mulailah rutin lakukan beragam perawatan gigi ini. Mudah, kok!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16/09/2019 . 6 mins read

6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

Bila sakit gigi tidak juga sembuh, mungkin solusinya minum antibiotik. Berikut daftar antibiotik yang sering diresepkan dokter untuk mengobati sakit gigi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 14/09/2019 . 7 mins read

9 Penyebab Gigi Keropos dan Cara Tepat Mengatasinya

Bila Anda sering mengeluhkan gigi sensitif, bisa jadi ini tanda gigi mulai keropos. Jangan dianggap sepele, apa saja penyebab gigi keropos?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 22/08/2019 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

memperbaiki enamel gigi

Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 4 mins read
hypodontia adalah

Mengenal Hypodontia, Kelainan Genetik Saat Sejumlah Gigi Tak Tumbuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2019 . 4 mins read
efek samping crown gigi

Sebelum Memasang Crown Gigi, Kenali Dulu Ragam Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 02/12/2019 . 4 mins read
obat gigi ngilu

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/09/2019 . 10 mins read