Pengukuran tekanan darah di rumah sakit sering kali hanya dilakukan pada satu lengan, sangat jarang dilakukan pada keduanya. Bahkan banyak orang yang masih belum mengetahui bahwa pengukuran tekanan darah bisa dan sebaiknya dilakukan di kedua lengan. Pengecekan tekanan darah pada kedua lengan umumnya hanya dilakukan pada pasien dengan kasus hipertensi atau paru-paru.

Dr. Chris Clark, seorang dosen di Exeter University Medical School, mengatakan bahwa pengukuran tekanan darah seharusnya dilakukan pada kedua lengan, terutama pada pasien dengan hipertensi, untuk mengkonfirmasi adanya perbedaan tekanan darah yang bisa terkait dengan kesehatan pasien kedepannya. Beberapa literatur juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan atau pengukuran tekanan darah pada dua lengan, bukan hanya pada kasus hipertensi atau paru-paru. Lebih khusus, pengukuran tekanan darah pada kedua lengan penderita penyakit tekanan darah tinggi penting untuk mendiagnosis dan melakukan penanganan hipertensi lebih cepat dan tepat.

Penyebab perbedaan tekanan darah kedua lengan

  • Pada orang berusia muda, perbedaan tekanan darah antar lengan bisa disebabkan oleh tekanan pembuluh darah arteri di tangan oleh otot di sekitarnya atau masalah struktural pembuluh darah yang mencegah aliran darah melalui arteri.
  • Pada orang berusia lanjut, perbedaan tekanan darah biasanya terjadi karena adanya halangan akibat aterosklerosis (penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri), penyumbatan pembuluh darah, stroke, peripheral artery disease (PAD), dan masalah kardiovaskular lainnya.

Hubungan perbedaan tekanan darah pada kedua lengan dan hipertensi

Pada saat dilakukan pengukuran, tekanan darah pada kedua lengan mungkin menunjukkan angka yang berbeda, baik pada pengukuran sistol (angka atas) maupun diastol (angka bawah). Hal ini merupakan hal yang normal dan tidak mengkhawatirkan selama rentang selisih antara tekanan darah yang terukur pada lengan kanan dan kiri tidak terlalu besar – tidak lebih dari 20 mHg untuk sistol dan tidak lebih dari 10 mmHg untuk diastol (selisih kurang dari 20/10 mmHg). Namun, perbedaan tekanan darah pada kedua lengan yang besar dan terus-menerus seringkali dihubungkan dengan risiko penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah.

Menurut Professor Jeremy Pearson, perbedaan tekanan darah pada kedua lengan tidak hanya dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian oleh penyakit kardiovaskular pada mereka yang sebelumnya telah memiliki tekanan darah tinggi, tapi juga pada mereka yang dianggap sehat dan bebas dari penyakit jantung. Pernyataan serupa juga dikatakan oleh seorang ahli jantung, Thembi Nkala, bahwa seseorang dengan tekanan darah tinggi yang berbeda di kedua lengan, walaupun orang tersebut tidak mempunyai faktor yang menyebabkan risiko penyakit jantung, tetap memiliki kemungkinan peningkatan risiko masalah kardiovaskular di kemudian hari.

Penyakit dan kelainan yang berhubungan dengan perbedaan tekanan darah pada kedua lengan

Perbedaan tekanan darah pada pengukuran bisa disebabkan oleh beberapa kelainan pembuluh darah pada kedua lengan seseorang. Kemungkinan terbesar adalah penyumbatan dinding pembuluh darah arteri, baik karena lemak ataupun plak lainnya, pada lengan dengan tekanan darah yang lebih tinggi. Adanya plak ini juga menandakan terjadinya PAD, yaitu penyumbatan arteri oleh kolesterol pada pembuluh darah di seluruh tubuh. PAD merupakan penyakit yang berbahaya karena bisa menimbulkan serangan jantung dan struk apabila kolestrol bertumpuk di jantung dan otak, hal ini seperti yang telah dilansir oleh American Journal of Medicine. Sementara itu, pada bagian lengan dengan tekanan darah yang lebih rendah, kemungkinan juga terjadi arterial stenosis atau penyempitan pembuluh darah arteri sehingga aliran darah menjadi kurang lancar.

Terdapat berbagai penyakit, baik yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular maupun tidak, yang ditandai oleh adanya perbedaan tekanan darah di kedua lengan. Penyakit-penyakit tersebut antara lain koartasio aorta, diseksi aorta, aneurisme pada aorta di bagian toraks, serta penyakit Takayasu. Penyakit serebrovaskular (CVD) juga mengalami peningkatan risiko sebesar 60% pada seseorang dengan perbedaan nilai sistol lebih dari 15 poin; yang nantinya bisa berakibat lanjut ke penyakit dementia dan stroke. Tidak hanya meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, perbedaan tekanan darah juga dihubungkan dengan beberapa penyakit lainnya, antara lain penyakit ginjal dan diabetes. Perbedaan tekanan darah bukan hanya meningkatkan morbiditas, keadaan ini juga bisa meningkatkan mortalitas seseorang. Bahkan, risiko kematian dari penyakit kardiovaskular bisa meningkat hingga 70%.

Tips meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko penyakit

  • Mengurangi paparan asap rokok, baik secara langsung maupun tidak langsung
  • Memperbanyak olahraga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menjaga dan menyeimbangkan pola makan
  • Menghindari stress

Apakah Anda sudah mengecek tekanan darah di kedua tangan?

Banyak orang yang masih belum sadar akan pentingnya memeriksa tekanan darah pada kedua lengan. Apakah Anda salah satunya? Jika ya, pada pemeriksaan selanjutnya ke dokter, sebaiknya Anda meminta pengukuran tekanan darah pada kedua lengan Anda, terutama jika Anda mengidap penyakit hipertensi. Apabila terdapat perbedaan yang cukup signifikan, segera konsultasikan ke dokter yang terkait agar segera dilakukan penanganan demi mengurangi bahkan menghindari risiko penyakit lebih lanjut.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca