Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/10/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Di zaman yang serba digital ini, orang-orang hampir tidak bisa lepas dari koneksi Internet. Oleh karenanya, saat ini Anda bisa dengan mudah mendapatkan koneksi internet nirkabel (Wi-Fi). Ke mana pun Anda pergi, hampir bisa dipastikan Anda akan menemukan sinyal Wi-Fi. Baik itu di gedung kantor, kampus, restoran, kafe, maupun ruang publik seperti taman, stasiun, dan bandara. Anda juga bisa memasang sendiri pemancar Wi-Fi di rumah atau membawa perangkat Wi-Fi portabel saat bepergian.

Karena Wi-Fi berada di sekitar Anda dan keluarga setiap harinya, muncullah kecemasan seputar keamanan dan efek sampingnya bagi manusia. Sebuah penelitian di Saudi Arabia yang diterbitkan dalam Journal of Microscopy and Ultrastructure menyebutkan bahwa radiasi Wi-Fi berisiko memicu kanker pada anak. Menurut penelitian tersebut, anak-anak lebih rentan terhadap bahaya radiasi dibandingkan orang dewasa. Namun, sejumlah peneliti dan ahli kesehatan lainnya masih memperdebatkan kesimpulan yang ditarik dari penelitian tersebut. Lalu mana yang benar? Apakah radiasi Wi-Fi mampu meningkatkan risiko kanker, terutama pada anak-anak? Simak jawabannya di bawah ini.

Radiasi dari Wi-Fi

Sebelum membahas risiko kesehatan dari radiasi Wi-Fi, Anda perlu memahami jenis radiasi apa yang dihasilkan oleh perangkat Wi-Fi. Setiap perangkat elektronik, termasuk yang bisa memancarkan sinyal Wi-Fi, akan menghasilkan radiasi elektromagnetik. Radiasi ini adalah gabungan dari medan listrik dan medan magnet. Untuk mengukur besar radiasi yang dihasilkan, peneliti menggunakan kisaran frekuensi rendah sampai tinggi.

Wi-Fi dan risiko kanker anak

Munculnya penelitian yang menyebutkan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap radiasi Wi-Fi tentu meresahkan masyarakat. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Radiasi Wi-Fi tidak memicu kanker, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam situs resminya menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara radiasi Wi-Fi dengan risiko kanker, terutama pada anak-anak. Pernyataan WHO ini juga didukung oleh para ahli dan ilmuwan di seluruh dunia.

Menurut Kepala Tenaga Medis American Cancer Society, dr. Otis Brawley, banyak ditemukan kecacatan dalam penelitian yang mengklaim bahwa radiasi Wi-Fi bisa menyebabkan kanker anak. Penelitian tersebut tidak memilih peserta penelitian secara acak. Alih-alih memilih secara acak, penulisnya hanya memilih kasus tertentu yang menunjukkan adanya kemungkinan dampak buruk radiasi Wi-Fi terhadap kesehatan anak. Sementara itu, penulis sama sekali tidak mengindahkan kasus di mana radiasi Wi-Fi tidak menunjukkan kaitan apa pun dengan kanker atau kesehatan anak dan orang dewasa.

Seorang pakar Fisika dari Drexel University di Amerika Serikat menjelaskan lebih jauh bahwa radiasi Wi-Fi memiliki sifat yang berbeda dengan sinar gamma yang dihasilkan oleh tenaga nuklir atau sinar ultraviolet (UV). Radiasi yang dihasilkan sinar gamma dan sinar UV mampu menyebabkan perubahan DNA atau mutasi genetik dalam tubuh manusia. Mutasi genetik bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Sementara itu, radiasi Wi-Fi yang dipancarkan gelombang elektromagnetik tidak bisa menyebabkan mutasi genetik, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Itu berarti radiasi Wi-Fi tak bersifat karsinogenik atau menyebabkan penyakit kanker.

WHO juga memprakarsai penyelidikan khusus yang berhasil membuktikan bahwa pada berbagai kasus di mana para pengidap kanker anak sering mengakses atau berada di dekat perangkat Wi-Fi, tidak ada kesamaan sifat atau jenis kanker yang diderita. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak tersebut mengidap kanker karena faktor risiko lainnya, bukan karena radiasi Wi-Fi.

Jadi apakah radiasi Wi-Fi aman?

Radiasi elektromagnetik dari perangkat Wi-Fi yang digunakan sehari-hari aman bagi Anda dan keluarga. Satu-satunya efek samping radiasi elektromagnetik bagi kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah adalah naiknya suhu tubuh kira-kira sebesar satu derajat Celsius. Namun, hal ini pun hanya mungkin terjadi jika Anda berada dalam sebuah pabrik atau fasilitas industri yang beroperasi untuk memancarkan sinyal dalam frekuensi sangat tinggi. Semakin jauh dari sumber pemancar, semakin sedikit pula gelombang elektromagnetik yang Anda terima.

Selain itu, frekuensi yang dihasilkan radiasi Wi-Fi di kantor, rumah, atau di tempat-tempat umum sangatlah rendah. Saking rendahnya, radiasi tersebut tidak berdampak apa pun bagi Anda dan keluarga. Perlu diingat juga bahwa radiasi elektromagnetik dihasilkan oleh perangkat rumah tangga Anda yang lain seperti oven, telepon tanpa kabel, bel rumah, serta telepon seluler. Para produsen alat-alat tersebut, termasuk produsen perangkat Wi-Fi Anda, telah memiliki standar khusus yang direkomendasikan para ahli dan tenaga medis dalam mengatur frekuensi dan tingkat radiasi yang aman bagi manusia. Jadi, Anda bisa bernapas lega sekarang.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 mins read

    Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

    Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    anak disunat

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
    mitos hepatitis C

    Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 5 mins read
    kacang almond

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read