Studi: Punya Postur Badan Tinggi, Risiko Kankernya Juga Lebih Tinggi (Kenapa?)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Memiliki tubuh tinggi semampai adalah idaman semua orang. Mungkin termasuk Anda juga. Postur badan tinggi bak supermodel bisa menunjang kepercayaan diri Anda sekaligus menjadi daya tarik bagi lawan jenis. Namun, siapa yang menyangka bahwa punya badan tinggi ternyata menyimpan banyak risiko kesehatan? Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang bertubuh tinggi berisiko lebih besar kena kanker. Waduh!

Punya badan tinggi, kenapa risiko kanker ikut tinggi?

Kaitan antara tinggi badan dengan peningkatan risiko kanker ditemukan oleh sebuah studi oleh Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, setelah bertahun-tahun mengamati lebih dari 5 juta orang bertubuh tinggi dan berusia di atas 20 tahun. Tim peneliti juga mengukur berapa pastinya tinggi badan mereka dan riwayat kesehatannya selama ini.

Hasilnya? Risiko kanker meningkat hingga sekitar 10% untuk setiap 10 sentimeter tambahan pada tinggi badan Anda.

makanan menambah tinggi badan

Badan tinggi tanda pubertas dini

Peneliti menduga bahwa peningkatan risiko kanker terkait dengan proses pertumbuhan orang-orang tinggi yang umumnya lebih pesat daripada mereka yang bertubuh lebih pendek. Postur badan tinggi telah lama dianggap sebagai tanda pubertas dini, bahwa orang tersebut berhasil memenuhi kelengkapan nutrisinya di awal masa pertumbuhan.

Perubahan hormon dan asupan makanan tertentu yang memicu pertumbuhan di masa remaja awal dipercaya ikut meningkatkan risiko seseorang terhadap perkembangan kanker di kemudian hari.

Peneliti juga percaya bahwa orang-orang berbadan tinggi besar umumnya memiliki lebih banyak sel dalam tubuh, begitu pula dengan ukuran dan volume organ yang lebih besar, sehingga cenderung lebih rentan terhadap mutasi sel penyebab kanker.

Teori ini diperkuat oleh studi lain dari University of California yang dikepalai oleh Leonard Nunney, PhD, seorang pakar biologi. Nunney berpendapat bahwa tubuh tinggi memiliki lebih banyak jumlah sel dengan ukuran yang juga lebih besar. Hal ini memungkinkan makin banyak genetik sel yang bisa terprogram secara eror sehingg berkembang abnormal.

Risiko kanker kulit dan kanker prostat dilaporkan paling tinggi

Studi pertama dari Karolinska Institute di Swedia tidak secara spesifik menyebut kanker apa saja yang terkait dengan tinggi badan. Namun, mereka melaporkan tinggi badan tidak memengaruhi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker pankreas, kanker kerongkongan, kanker perut, dan kanker mulut.

Sementara itu, studi yang dilakukan Nunney menemukan peningkatan risiko kanker terkait tinggi badan sangat besar terjadi pada kanker kulit.

Risiko kanker kulit berkaitan dengan hormon. Pada orang berbadan tinggi yang lebih dari rata-rata, sirkulasi hormon pertumbuhan yang disebut IGF-1 sedikit lebih cepat. Ini dapat mempercepat proses pembelahan sel-sel tertentu di kulit sehingga meningkatkan risiko kanker kulit,” jelas Nunney.

Lain halnya dengan studi milik Oxford University yang diterbitkan di BMC Medicine. Mereka menemukan bahwa pria yang punya badan tinggi besar berisiko lebih besar untuk meninggal akibat kanker prostat ganas daripada yang bertubuh pendek. Setiap 10 sentimeter tambahan pada tinggi seorang pria meningkatkan risikonya terkena kanker prostat ganas hingga sebesar 21 persen.

Pria Bertubuh Tinggi Lebih Berisiko Terkena Kanker Prostat Ganas. Apa Alasannya?

Risiko kanker tidak hanya ditentukan oleh tinggi badan

Meski risikonya perlu diwaspadai, bukan berarti Anda harus kepalang panik jika punya badan tinggi. Tinggi badan dan risiko kanker memang sama-sama bisa dipengaruhi oleh genetik warisan orangtua. Meski begitu, gen bukan satu-satunya penentu takdir Anda.

Studi-studi di atas tidak menghubungan kaitan risiko kanker dengan pola gaya hidup, seperti merokok, minum alkohol, paparan sinar matahari, radikal bebas dari polusi, atau faktor lain yang memengaruhi risiko kanker.

Ya! Beragam faktor lingkungan luar seperti kebiasaan harian, pola makan, dan tidak menerapkan prinsip seks aman juga sangat memengaruhi peningkatan risiko kanker. Termasuk juga apabila Anda sudah lebih dulu memiliki kondisi medis lainnya yang bisa memicu kanker. Seperti obesitas.

Risiko kanker untuk orang yang bertubuh tinggi, tenyata tidak lebih besar dari gaya hidup yang buruk. Jadi, jika Anda memiliki tubuh yang tinggi, jangan cemas. Berisiko terkena kanker tidak menjadi jaminan pasti bahwa Anda akan terkena kanker, namun menunjukkan seberapa besar kemungkinan Anda akan mengalami kanker.

Jadi apabila Anda bertubuh tinggi tapi mampu menjaga gaya hidup sehat dan selalu aktif, tidak usah terlalu cemas. Berisiko kena kanker tidak menjadi jaminan pasti bahwa Anda akan terkena kanker, namun menunjukkan seberapa besar kemungkinan Anda akan mengalami kanker.

Selama Anda menjaga pola makan, rutin olahraga, berhenti merokok, dan membatasi minum alkohol, risiko kanker dapat Anda kendalikan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 19, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 6, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca