Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kondisi Kelainan Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak penyakit kelainan darah, mulai dari yang paling umum seperti anemia, sampai yang cukup jarang terdengar seperti polisitemia vera. Pengobatan untuk masing-masing kondisi kelainan darah tidak selalu sama, beberapa di antaranya kadang harus menempuh prosedur flebotomi demi memulihkan kondisinya. Ya, flebotomi adalah salah satu jenis prosedur laboratorium yang memang dikhususkan untuk mengobati beberapa penyakit kelainan darah, seperti polisitemia vera. Agar lebih paham, berikut ulasan lengkapnya.

Flebotomi adalah salah satu cara atasi penyakit kelainan darah

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, phlebotomy atau flebotomi adalah prosedur laboratorium yang dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah darah. Jadi, flebotomi dilakukan dengan cara memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena guna mengeluarkan darah dari dalam tubuh.

Proses ini sebenarnya bisa dilakukan pada bagian tubuh mana pun. Namun biasanya, akan dipilih area lipatan siku karena memiliki ukuran pembuluh darah vena yang cukup besar. Seperti proses pengambilan darah pada umumnya, kulit akan dibersihkan terlebih dahulu dengan cairan antiseptik.

Selanjutnya, jarum berukuran agak besar mulai dimasukkan secara perlahan ke dalam kulit. Ukuran jarum yang dipakai dalam flebotomi cukup besar, sehingga berbeda dengan jarum yang biasanya digunakan untuk mengambil darah dalam jumlah sedikit.

Ukuran jarum yang besar ini bertujuan untuk melindungi komponen sel yang diambil agar tidak mudah hancur dan rusak. Semua prosedur ini dilakukan oleh seorang ahli yang disebut flebotomist atau phlebotomist.

Flebotomist akan membantu mengeluarkan darah di dalam tubuh tergantung dari berat dan tinggi badan Anda. Umumnya, mulai dari 450-500 mililiter (ml) atau bahkan sekitar 1 liter darah, yang akan disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

Darah yang sengaja dikeluarkan adalah komponen darah yang memang bermasalah. Entah itu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), plasma darah, trombosit (keping darah), atau zat besi sebagai pembentuk sel darah merah.

Keputusan untuk mengeluarkan sejumlah komponen darah tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika terus dibiarkan berada di dalam tubuh untuk waktu lama, tentu akan membawa dampak buruk yang mengancam kesehatan tubuh.

komponen darah tes darah

Apa saja penyakit yang membutuhkan tindakan flebotomi?

Ada beberapa kondisi yang membutuhkan prosedur flebotomi sebagai perawatannya, yakni:

1. Polisitemia vera

Polsitemia vera adalah kondisi yang terjadi ketika terlalu banyaknya produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dari sumsum tulang belakang. Akibatnya, jumlah komponen penyusun darah, terutama sel darah merah, yang melebih batas normal tersebut akan membuat darah menjadi lebih kental.

Itulah mengapa nantinya laju aliran darah di dalam tubuh menjadi jauh lebih lambat. Prosedur flebotomi adalah salah satu tindakan yang setidaknya mampu mencegah perkembangan penyakit, sekaligus menurunkan jumlah produksi sel darah merah.

2. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah suatu kondisi medis yang disebabkan oleh terlalu banyaknya penyerapan zat besi dari makanan sehari-hari. Zat besi dalam jumlah banyak ini kemudian disimpan di dalam organ tubuh, seperti jantung, hati, serta pankreas.

Pengobatan dengan flebotomi diyakini dapat membantu mengurangi jumlah zat besi yang berlebihan, dengan cara mengeluarkan sejumlah sel darah merah dari dalam tubuh. Cara tersebut juga merangsang sumsum tulang belakang untuk menghasilkan sel darah merah baru, menggunakan zat besi yang disimpan oleh tubuh.

Jika tidak segera diobati, hemokromatosis berisiko merusak fungsi jantung, hati, dan pankreas. Lebih dari itu, kondisi ini pun dapat mengancam nyawa karena menyebabkan penyakit kanker, sirosis hati, hingga aritmia.

3. Porfiria

Porfiria adalah suatu kondisi langka yang terjadi karena proses pembentukan heme (komponen dari sel darah merah), terhambat karena tubuh kekurangan enzim tertentu. Normalnya, ada banyak enzim yang terlibat untuk mendukung proses pembentukan heme.

Kekurangan salah satu enzim dapat mengakibatkan senyawa kimia menumpuk di dalam tubuh, yang dikenal sebagai porfirin. Itu sebabnya, gejala dari porfirin ini disebut porfiria, yang membuat kulit terbakar dan melepuh saat terkena sinar matahari.

Dalam kasus ini, prosedur flebotomi akan membantu mengeluarkan sejumlah sel darah merah dari tubuh.

Adakah efek samping dari tindakan flebotomi?

Setiap prosedur kesehatan yang dilakukan tentu memiliki efek samping tertentu, tak terkecuali dengan flebotomi. Efek samping utama dari prosedur pengeluaran darah dari dalam tubuh ini dapat mengubah volume darah dalam tubuh.

Atas dasar inilah, beberapa orang mengeluhkan pusing karena hemoglobin darah merosot rendah (anemia) usai melakukan flebotomi.

Inilah mengapa setelah donor darah, teknisi meminta Anda untuk duduk perlahan sebelum berdiri. Anda harus minum banyak air sesudahnya. Jika gejalanya menetap atau tidak dapat ditoleransi, setelah darah dikeluarkan, cairan normal salin dapat diberikan melalui infus untuk menggantikan volume yang dihilangkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah jenis anemia berat yang bisa menimbulkan komplikasi berupa kerusakan organ tubuh jika tidak ditangani segera.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 10 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang “Menolak” Sperma

Banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuburan, misalnya tubuh ibu yang menolak sperma (antibodi antisperma). Terapi PLI mungkin adalah salah satu solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. William
Kesuburan, Kehamilan 3 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
leukosit rendah atau leukopenia

Mengenal Leukopenia, Kondisi Ketika Kadar Leukosit Rendah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit