Kenali 8 Perubahan Fisik Wanita yang Wajar Terjadi di Usia 40-an

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Seiring dengan pertambahan usia, perubahan tubuh wanita akan semakin terlihat, apalagi ketika memasuki usia 40 tahunan. Hal ini umumnya terjadi akibat perubahan hormon yang cukup besar di dalam tubuh. Untuk memahami lebih jelasnya, berikut berbagai perubahan fisik wanita ketika menginjak usia 40 tahun.

Perubahan tubuh wanita ketika memasuki usia 40an

1. Ingatan mulai menurun

penyebab-tiba-tiba lupa

Memasuki usia 40 tahun, otak mulai menunjukkan penurunan kemampuannya terutama dalam hal ingatan. Mungkin Anda menjadi mudah lupa janji yang Anda buat dengan rekan kerja atau sekadar lupa menaruh suatu barang.

Nah, kondisi ini dinamakan dengan demensia dini, yang sebenarnya wajar terjadi pada wanita yang memasuki masa menopause. Bukan berarti Anda menderita Alzheimer tetapi hal ini hanya menjadi perubahan tubuh wanita yang wajar mengingat otak selama ini sudah bekerja berpuluh-puluh tahun.

Jangan panik, hampir setiap wanita yang memasuki usia 40 tahun akan mengalami hal ini. Supaya kemampuan otak tetap baik, Anda masih bisa melatihnya dengan cara mempelajari sesuatu yang baru atau membaca buku.

Namun, jika kondisi ingatan Anda cukup parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan tes tambahan.

2. Rambut rontok

penyebab rambut rontok

Dari mulai lahir hingga tua, satu-satunya yang akan tumbuh adalah rambut. Seiring bertambahnya usia, akan semakin banyak rambut yang rontok, meski nanti tetap bisa digantikan dengan rambut yang baru.

Perubahan hormon pada tubuh yang terjadi menjelang menopause bisa menyebabkan kerontokan yang cukup parah dibanding hari-hari biasanya. Untuk itu, jangan khawatir jika tiba-tiba saat menyisir rambut Anda ternyata berguguran lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini tergolong normal, karena perubahan hormon yang banyak terjadi ketika menjelang menopause. Namun, jika kerontokan semakin hari semakin parah hingga membuat rambut hampir botak, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk diketahui penyebab pastinya.

3. Uban mulai bermunculan

rambut beruban tak hanya di kepala

Salah satu tanda penuaan yang paling terlihat jelas ialah uban. Jadi, saat Anda memasuki usia 40 tahun jangan heran jika rambut Anda yang tadinya berwarna hitam legam kini mulai didominasi oleh kumpulan rambut berwarna abu-abu.

Tidak usah terlalu pusing memikirkan warna rambut yang berubah karena hal ini sangat wajar terjadi. Namun, jika Anda tidak percaya diri keluar rumah dengan helaian rambut abu-abu di kepala Anda bisa menggunakan pewarna rambut dengan bahan yang tidak terlalu keras untuk mengembalikan kepercayaan diri Anda.

4. Kendali kandung kemih menurun

obstruksi outlet kandung kemih bladder outlet obstruction

Kehamilan, persalinan, dan menopause dapat berakibat pada menurunnya kendali kandung kemih pada wanita. Seiring dengan pertambahan usia, Anda terkadang akan mengalami kesulitan untuk menahan perasaan ingin buang air kecil.

Tak hanya itu, bahkan menurut Barbara Hannah Grufferman, penulis buku Love Your Age: The Small Step Solution to a Better, Longer, Happier Life, juga menyatakan bahwa 40 persen kebocoran ini bisa terjadi saat Anda batuk, bersin, atau tertawa.

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan senam kegel yang dapat memperkuat otot panggul bawah seperti otot rahim, kandung kemih, dan usus besar.

5. Rambut halus bermunculan

sering mencukur bulu lebih lebat

Perubahan tubuh wanita saat memasuki usia 40 tahun adalah munculnya rambut-rambut halus di area wajah, dagu, ruas jari tangan, dan jari kaki.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon estrogen dan testosteron di dalam tubuh. Akibatnya, Anda akan melihat lebih banyak rambut-rambut halus muncul di beberapa bagian tubuh terutama wajah.

6. Vagina mengering

fakta infeksi jamur vagina

Saat tubuh mulai menua, kadar hormon estrogen akan menurun. Akibatnya, vagina menjadi kering. Jika dibiarkan, hal ini akan membuat gairah seks Anda menurun karena kegiatan ini tak lagi menyenangkan.

Vagina yang kering membuat seks terasa lebih menyakitkan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa strategi untuk membantu mengatasi masalah ini.

Menggunakan pelumas, krim estrogen vagina oles, atau obat-obatan tertentu bisa menjadi solusi dari masalah ini. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cara-cara alami seperti melakukan pemanasan lebih lama dan memperlambat aktivitas seks.

Anda juga bisa meminta pasangan untuk meningkatkan gairah seksual sebelum dimulai karena hal ini dapat membantu memperlancar aliran darah dan melubrikasi vagina.

7. Muncul sensasi panas dari dalam tubuh

kepanasan saat menopause

Sekitar 80 persen wanita yang berusia 40 tahun ke atas akan mengalami hot flashes. Hot flashes adalah sensasi panas dari dalam tubuh yang biasanya muncul menjelang dan selama masa menopause.

Biasanya, kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, yakni bisa 7 hingga 11 tahun. Umumnya gejala ini akan muncul lebih sering di malam hari hingga membuat Anda sering berkeringat. Hot flashes muncul sebagai respon tubuh untuk menyesuaikan perubahan hormon yang terjadi.

Untuk mengatasinya Anda bisa melakukan berbagai cara sederhana seperti mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, menerapkan teknik pernapasan perut, dan juga menciptakan suasana kamar tidur yang sejuk.

Untuk kasus yang lebih berat, dokter biasanya akan merekomendasikan terapi penggantian hormon maupun obat antidepresan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/04/2020 . 4 mins read

5 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Menopause

Menopause menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, termasuk berat badan. Meski demikian, Anda dapat menurunkan berat badan setelah menopause dengan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 20/03/2020 . 4 mins read

Cara Mencegah Pattern Baldness, Kebotakan yang Umum Terjadi Pada Pria

Mencegah kebotakan pada pria memerlukan ketekunan dan sifat pantang menyerah. Caranya pun tidak sembarangan. Untuk itu, ikuti beberapa tips berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Mencegah Kebotakan Dini

Jika mengalami kebotakan karena keturunan, Anda tidak akan bisa berbuat banyak. Untuk itu cegah dan atasi kebotakan dengan langkah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Perawatan Pria, Hidup Sehat 30/12/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

suplemen hormon testosteron

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 6 mins read
minyak kelapa memengaruhi testosteron

Benarkah Minyak Kelapa Memengaruhi Hormon Testosteron Pria?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . 4 mins read
Rambut rontok remaja

Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 4 mins read
merawat rambut bagi wanita berhijab

9 Trik Mudah Merawat Rambut Bagi Wanita Berhijab

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 6 mins read