4 Hal yang Menyebabkan Perut Membesar, Padahal Sedang Tidak Hamil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/09/2017
Bagikan sekarang

Salah satu gejala awal kehamilan adalah rahim yang membesar, yang ditandai dengan membesarnya perut. Meski begitu, ada beberapa alasan lain yang mungkin menyebabkan rahim membesar selain kehamilan. Misalnya saja menopause. Wanita yang berada di usia menopause umumnya mengalami kondisi ini. Ada juga kondisi medis lain yang mungkin menjadi alasan di balik penyebab rahim membesar Anda, yang mungkin bersifat jinak atau ganas. Berikut beberapa informasinya.

Apa penyebab rahim membesar, padahal sedang tidak hamil?

1. Adanya fibroid rahim

Fibroid rahim adalah benjolan atau tumor non kanker kecil yang ditemukan di sepanjang dinding rahim. Menurut Office on Women’s Health (OWH) Departemen Kesehatan dan Layanan A.S., antara 20 atau 80 persen wanita memiliki fibroid sebelum berusia 50 tahun. Fibroid rahim sering terjadi pada wanita berusia di atas 30 tahun. Wanita yang gemuk atau dengan berat badan yang berlebih, memiliki risiko lebih besar memiliki fibroid. Faktor hormonal dan genetik mempengaruhi pertumbuhan fibroid.

Fibroid dapat tumbuh sebagai tumor tunggal atau dalam kelompok. Ukuran fibroid kecil dan beratnya mencapai beberapa kilogram. Selain rahim yang membesar, gejala uterine fibroid bisa meliputi:

  • Merasa kenyang atau tekanan di perut bagian bawah
  • Nyeri panggul
  • Siklus menstruasi berat, menyakitkan, atau tahan lama, kadang dengan jalan menggumpal darah
  • Perdarahan antar menstruasi
  • Sembelit
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat hubungan seksual

Ketika fibroid kecil dan tidak menglhawatirkan, operasi mungkin tidak diperlukan. Jika fibroid menyebabkan rasa sakit dan mengkhawatirkan, prosedur bedah yang disebut miomektomi dapat digunakan untuk menghentikan pertumbuhan. Jika gejalanya parah, histerektomi atau operasi pengangkatan rahim mungkin diperlukan untuk meringankan gejala. Obat untuk membantu mengendalikan nyeri saat menstruasi juga bisa digunakan. Pilihan pengobatan lainnya termasuk alat kontrasepsi untuk mengurangi perdarahan.

2. Adenomiosis

Adenomiosis adalah penebalan dinding rahim yang terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim (endometrium) bergerak ke luar dinding otot rahim. Selama siklus menstruasi, sel-sel otot berdarah, menyebabkan rasa sakit dan bengkak. Adenomioma adalah bagian bengkak dinding rahim.

Penyebab adenomiosis belum diketahui. Adenomiosis biasanya terjadi pada wanita berusia di atas 30 tahun yang sudah memiliki anak dan sering terjadi pada wanita yang telah menjalani operasi rahim, termasuk operasi caesar. Selain pembesaran rahim, gejalanya meliputi:

  • Menstruasi yang lama atau pendarahan berat
  • Menstruasi yang menyakitkan, yang terus bertambah buruk
  • Nyeri saat hubungan seksual

Kondisi ini terjadi terutama pada wanita muda yang telah memiliki anak. Wanita berusia 30-an, terutama mereka yang memiliki operasi caesar selama persalinan atau mereka yang telah menjalani operasi rahim lebih mungkin untuk mengembangkan adenomiosis. Jika gejala tidak mengkhawatirkan, obat untuk menghilangkan rasa sakit dapat digunakan seperti, Pil KB dan alat kontrasepsi yang mengandung progesteron dapat membantu menurunkan perdarahan berat. Wanita dengan gejala parah mungkin memerlukan histerektomi untuk menghilangkan gejala.

3. Kanker endometrium

Kanker endometrium yang sering dikenal sebagai lapisan rahim, adalah selaput lendir rahim. kanker endometrium juga merupakan salah satu dari daftar penyebab rahim yang membesar. Ini adalah jenis kanker yang dimulai di sel-sel yang membentuk lapisan dinding rahim. Sebuah pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkendali dalam sel untuk membentuk jaringan kelenjar dari dinding rahim menyebabkan endometrioid. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita di atas 50 tahun.

Gejalanya meliputi:

  • Nyeri selama hubungan seksual
  • kesulitan buang air kecil
  • perdarahan vagina saat menstruasi atau setelah menopause

Rahim juga dapat diperluas. Dalam keadaan seperti itu, pengobatan rahim yang membesar melibatkan operasi pengangkatan rahim. Pendekatan ini juga dapat membantu dalam pengobatan kanker endometrium.

4. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung atau kantung berisi cairan di ovarium atau di permukaan ovarium. Sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya dan mayoritas menghilang tanpa adanya perawatan beberapa bulan. Namun, dalam beberapa kasus, kista ovarium dapat pecah dan menyebabkan gejala serius.

Gejala umum dari rahim yang membesar disebabkan oleh kista ovarium meliputi:

  • Tekanan dan rasa sakit di perut
  • Nyeri punggung
  • Kesulitan buang air kecil
  • Nyeri saat menstruasi
  • Perdarahan abnormal

Untuk memastikan diagnosis di balik rahim membesar yang Anda alami sekaligus melindungi kesehatan Anda, lakukan pemeriksaan panggul yang teratur dan kenali gejala yang bisa menandakan kondisi serius.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Fibroid Rahim Berbahaya Bagi Kehamilan?

Fibroid rahim memang tergolong sebagai tumor jinak. Namun, apakah fibroid rahim memiliki bahaya tertentu terhadap kesehatan ibu dan janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Serba-serbi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) yang Penting Diketahui Wanita

Tak seperti haid, ovulasi umumnya tak menyebabkan nyeri. Namun, sebagian wanita mengalaminya. Kondisi ini disebut mittelschmerz. Berikut berbagai faktanya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Dengan mengenal sistem reproduksi manusia, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Higroma Kistik, Ketika Muncul Benjolan Pada Leher Atau Kepala Si Kecil

Pernah melihat tumbuhnya benjolan di bagian leher atau kepala bayi? Kemungkinan besar bayi tersebut mengalami higroma kistik. Kok bisa, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

fibroid rahim dan pcos

Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
Benjolan

5 Benjolan Tubuh Ini Tidak Berbahaya dan Bukan Ciri Penyakit Serius

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26/01/2020
ruptur uteri rahim robek

Semua Hal Seputar Ruptur Uteri, Komplikasi Saat Melahirkan Karena Rahim Robek

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2019