5 Penyebab Ngorok yang Paling Sering Terjadi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mendengkur alias ngorok mungkin sudah jadi bagian dalam kehidupan Anda sehari-hari. Entah Anda sebagai penderita ngorok yang sering diprotes teman tidur, atau malah Andalah korban dari pasangan tidur yang setiap malam mengganggu ketenangan dengan suara dengkurannya. Namun, sebenarnya apa sih penyebab ngorok dan bisakah kita cegah?

Proses terjadinya ngorok

Ngorok terjadi ketika Anda tidak dapat mengeluarkan udara secara bebas melalui tenggorokan dan hidung. Hal ini membuat jaringan di sekitar jalur pernapasan bergetar, sehingga menghasilkan suara ngorok yang mengganggu. Orang-orang yang sering mengorok memiliki terlalu banyak jaringan hidung dan tenggorokan yang lebih rentan bergetar. Selain itu, posisi lidah Anda saat tidur juga bisa menghalangi jalur keluar-masuk udara selama tidur.

Orang mengorok untuk berbagai alasan berbeda. Jika Anda memahami benar apa yang menyebabkan Anda mengorok, maka Anda dapat mulai menentukan solusi yang tepat untuk mendapatkan tidur malam yang lebih tenang dan nyenyak.

Penyebab ngorok yang paling umum

Dilansir dari Help Guide, beberapa penyebab ngorok yang paling sering dialami banyak orang antara lain adalah:

1. Kelebihan berat badan

Jaringan berlemak dan massa otot yang buruk berkontribusi terhadap dengkuran Anda. Bahkan, jika Anda tidak memiliki kelebihan berat badan, memiliki beban tambahan di sekitar leher dan tenggorokan saja sudah bisa menyebabkan Anda mengorok. Umumnya, rutin berolahraga dan berusaha menurunkan berat badan bisa menyiasati gangguan tidur ini.

2. Usia

Di pertengahan usia, tenggorokan Anda bisa menyempit, dan massa otot di tenggorokan Anda bisa menurun. Usia memang tidak bisa diutak-atik, namun Anda bisa mengelola dengkuran Anda dengan mengubah gaya hidup, perubahan waktu tidur, dan senam tenggorokan.

3. Anatomi tubuh

Pria memiliki jalur pernapasan yang lebih sempit daripada wanita, dan lebih mungkin untuk ngorok. Jalur tenggorokan yang sempit, sumbing, kelenjar gondok yang membesar, dan atribut fisik lainnya adalah produk genetika yang bisa berpengaruh pada seringnya Anda mengorok. Genetik tidak bisa diubah, namun Anda bisa menyiasati dengkuran dengan perubahan rutinitas tidur dan gaya hidup yang tepat, tidur lebih awal, dan senam tenggorokan.

4. Masalah pernapasan

Hidung tersumbat, apapun alasannya (pilek, alergi, sinusitis), bisa membuat Anda sulit bernapas dan membuat ruang kosong dalam tenggorokan, yang menyebabkan dengkuran. Mandi air hangat sebelum tidur untuk membuka saluran napas lebih lega. Neti pot bisa juga digunakan untuk membersihkan jalur pernapasan dengan bantuan larutan garam dan air.

5. Alkohol, rokok, obat-obatan

Ketiga hal ini bisa berpengaruh pada dengkuran Anda. Obat penenang, seperti lorazepam dan diazepam, dapat meningkatkan kelemasan otot yang menimbulkan ngorok. Solusinya: hindari alkohol dan berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter Anda tentang obat-obatan resep yang Anda gunakan, karena beberapa jenis obat bisa membuat Anda tidur sangat lelap dan membuat suara dengkuran semakin parah.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit