Apakah Pengaruhnya Kalau Anda Punya Telapak Kaki Rata?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Coba cek kaki Anda. Kebanyakan orang memiliki celah di bawah lengkungan kaki mereka saat mereka berdiri. Lengkungan bagian dalam kaki ini sedikit terangkat dari tanah. Beda dengan orang-orang yang punya kaki rata. Telapak kaki yang datar sama sekali tidak memiliki lengkungan, atau jikapun ada, sangatlah rendah hampir menyentuh tanah. Diperkirakan 20-30% populasi manusia di dunia memiliki kaki rata. Lantas, apakah ini akan memengaruhi cara Anda berjalan atau berlari?

Apa penyebab telapak kaki rata?

Kaki datar sering ditemukan pada bayi dan balita, karena lengkungan kaki anak kecil belum sepenuhnya berkembang. Seiring tumbuh kembang anak, jaringan yang menahan persendian di kaki (disebut tendon) akan mengencang sehingga membentuk lengkungan di telapak kaki. Proses ini umumnya terjadi ketika anak berusia 2-3 tahun. Namun, beberapa orang tidak pernah mengalaminya hingga dewasa. Kaki rata terjadi karena tendon di sekitar telapak kaki mengendur.

Ilustrasi perbandingan kaki rata (kiri) dan kaki normal (kanan) sumber: runsociety.com

Bentuk kaki dan lengkungannya sedikit banyak ditentukan oleh genetik, namun sejumlah kondisi dan faktor eksternal dapat menyebabkan kaki rata atau memengaruhi bentuk kaki Anda. Ini termasuk:

  • Sindrom Ehlers-Danlos
  • Marfan Syndrome
  • Obesitas dan kehamilan — kedua kondisi ini memberi tekanan berlebihan pada lengkungan dan tendon kaki sehingga dapat menyebabkan lengkungan merata
  • Rematik dan diabetes
  • Koalisi tarsal — kondisi di mana tulang-tulang kaki menyatu dengan cara yang tidak lazim, mengakibatkan kaki kaku dan rata. Kondisi ini paling sering didiagnosis selama masa kanak-kanak
  • Masalah saraf tertentu

Tidak menutup kemungkinan bahwa lengkungan kaki normal bisa merata seiring berjalannya waktu. Usia yang makin bertambah dan kaki yang selalu dipakai beraktivitas rutin tanpa henti dapat melemahkan tendon yang membentang di sepanjang bagian dalam pergelangan kaki untuk membantu menunjang lengkungan Anda. Kaki rata juga sering terjadi akibat trauma sobekan pada tendon akibat olahraga yang terlalu berat ataupun kecelakaan lainnya.

Apa jadinya jika seseorang punya kaki rata?

Gejala paling umum dari kaki datar adalah rasa sakit. Nyeri bisa terjadi di area telapak, pergelangan kaki, betis, paha, lutut, pinggul, hingga punggung bawah. Hal ini mungkin terjadi jika pergelangan kaki mengarah ke dalam saat Anda berdiri atau berjalan, yang dikenal sebagai overpronasi.

Kaki rata juga bisa ditandai dengan adanya bengkak atau kekakuan di salah satu atau kedua kaki, atau kaki yang cepat lelah atau sakit. Gerakan kaki, seperti berjinjit di atas jari kaki, juga bisa sulit untuk dilakukan jika Anda punya telapak kaki datar. Pada dasarnya gejala kaki rata bervariasi dan umumnya tergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dimiliki.

Apakah punya kaki rata memengaruhi cara berjalan atau berlari?

Lengkungan kaki berfungsi sebagai pegas untuk mendistribusikan berat badan di kaki saat Anda berjalan. Struktur lengkungan ini menentukan bagaimana pola seseorang berjalan. Kaki harusnya kokoh dan fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan berbagai permukaan dan tekanan.

Orang dengan kaki rata mengalami distribusi berat badan yang tidak merata saat berjalan. Akibatnya, tumit sepatu mereka lebih mudah dan lebih cepat aus di satu sisi saja daripada yang satunya. Gejala kaki rata mungkin juga termasuk keluhan kaki yang cepat lelah atau sakit setelah lama berdiri atau berolahraga. Lari, misalnya, membutuhkan gerakan kaki dan kerja otot kaki secara konstan. Maka tidak heran jika nyeri muncul selama berlari jika Anda punya kaki rata. Kaki bahkan terasa sakit saat memakai sepatu lari yang suportif dan pas di kaki.

Ilustrasi overpronasi pada kaki rata (sumber: Medical News Today)

Masalah yang biasanya timbul dari kaki datar sebenarnya bukan karena kakinya itu sendiri, tapi dari overpronasi. Pronasi adalah gerakan normal di kaki pada akhir setiap langkah yang kita lakukan untuk menyerap benturan pada kaki setiap kali menyentuh tanah. Overpronasi terjadi ketika pergelangan kaki berputar ke dalam terlalu jauh, melewati titik yang diperlukan untuk penyerapan kejutan. Kondisi ini ditandai dengan kedua kaki yang menunjuk ke luar saat berdiri.

Overpronation menyebabkan sendi pergelangan kaki terpaksa memanjang, sehingga menyebabkan tulang kaki bagian bawah, dan selanjutnya tulang kaki bagian atas berputar ke dalam. Hal ini menyebabkan stres berlebihan dan dapat menyebabkan nyeri pada pergelangan kaki, otot kaki bagian bawah, sendi lutut, dan pinggul. Pelari yang mengalami overpronation mungkin lebih rentan terhadap bidal tulang kering (shin splints), masalah punggung, dan tendonitis di lutut.

Apakah kaki rata bisa disembuhkan?

Kaki rata biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan sehingga pengobatan biasanya tidak terlalu diperlukan. Kaki rata hanya perlu diobati jika Anda menunjukkan gejala yang mengganggu seperti nyeri, overpronasi, atau kondisi kesehatan yang mendasarinya. Lakukan peregangan kaki secara berkala untuk mengatur pergerakan kaki agar tidak semakin berputar ke depan. Kurangi berat badan jika kaki datar Anda disebabkan kegemukan. Hal ini membantu meringankan beban dan tekanan pada punggung, lutut, dan telapak kaki.

Jika kaki rata menyebabkan rasa sakit, sepatu berukuran pas yang mendukung bentuk kaki bisa meringankan tekanan dari lengkungan dan mengurangi rasa sakitnya. Beberapa orang menemukan bahwa sepatu dengan sol dalam yang lebar memberi sedikit kelegaan.

Mengenakan sol sepatu tambahan atau ankle brace dapat membantu pasien kaki rata akibat tendinitis tibialis posterior, bisa dipadukan dengan obat pereda nyeri, sampai peradangannya berkurang. Dokter mungkin menyarankan beberapa pasien untuk beristirahat dan menghindari aktivitas fisik yang membuat kaki atau kaki terasa lebih buruk sampai gejalanya membaik.

Jika cara-cara ini tidak berhasil, operasi mungkin diperlukan untuk mengoreksi bentuk kaki rata Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca