Cedera Tendon Achilles (Cedera Achilles Tendon)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cedera tendon achilles?

Cedera tendon achilles adalah suatu cedera yang mempengaruhi tendon/urat yang menghubungkan otot betis ke tumit. Tendon achilles adalah tali berserat yang kuat. 

Jika tendon achilles terlalu menegang, maka sangat mungkin bagian urat ini robek dan akhirnya cedera. Cedera urat tendon dapat sangat menyakitkan dan terkadang menyebabkan kesulitan berjalan.

Bila Anda mengalami kondisi ini, mungkin Anda akan mendengar suara dari kaki. Diikuti dengan rasa nyeri yang sangat terasa pada bagian belakang pergelangan kaki. 

Seberapa umum kondisi ini?

Cedera tendon achilles adalah kondisi yang tergolong umum. Cedera tersebut umumnya menyerang pria berusia 40-50 tahun, terutama atlet yang berpartisipasi dalam aktivitas atletik setelah lama berhenti latihan.

Penyakit tersebut dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala cedera achilles tendon?

Gejala cedera tendon achilles yang paling umum adalah:

  • Sakit luar biasa pada otot kaki bagian bawah.
  • Nyeri saat jalan-jalan, terutama ketika mencoba jalan dengan kaki Anda.
  • Pembengkakan pada betis.
  • Tidak bisa berjingkat

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami hal di bawah ini:

  • Nyeri dan kesemutan pada kaki
  • Merasa ada sesuatu yang putus atau robek dalam tumit, terutama ketika Anda mengalami kesulitan berjalan setelahnya.

Penyebab

Apa penyebab cedera tendon achilles?

Urat dapat robek, baik sebagian maupun sepenuhnya, ketika melompat atau menekukkan kaki terlalu keras. Maka itu, kondisi ini sering kali terjadi ketika Anda melakukan olahraga.

Jatuh dari ketinggian atau mengalami kecelakaan tertentu, juga bisa menyebabkan robeknya urat achilles. Sebagai tambahan, beberapa obat seperti antibiotik quinolone mungkin meningkatkan risiko kondisi ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

Faktor risiko cedera tendon achilles adalah:

  • Usia: Usia pasien dengan penyakit ini biasanya di antara 40-50 tahun.
  • Jenis kelamin: Persentase pria dengan yang mengalami cedera pada bagian tubuh ini,  5 kali lipat lebih tinggi daripada wanita.
  • Olahraga: cedera pada achilles  sering terjadi dalam olahraga yang melibatkan lari, lompat, sepakbola, basket, dan tenis.
  • Suntikan steroid: Banyak dokter kadang-kadang menyuntikkan steroid ke sendi pergelangan kaki untuk meredakan nyeri dan radang. Namun, pengobatan ini dapat melemahkan tendon di sekitarnya dan mengakibatkan cedera tendon.
  • Beberapa antibiotik: Antibiotik Fluoroquinolone, seperti Ciprofloxacin (Cipro) atau Levofloxacin (levaquin), meningkatkan risiko kondisi ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk cedera achilles tendon?

Pengobatan untuk mengatasi cedera achilles tendon adalah tergantung dari usia, kadar aktivitas, dan keparahan dari cedera yang Anda alami. Umumnya, orang yang muda dan aktif, khusus atlet, cenderung memilih operasi untuk mengobati cedera achilles tendon, sedangkan beberapa orang lainnya memilih perawatan non-bedah. 

Perawatan non-bedah

Perawatan cedera achilles tendon jenis ini adalah:

Perawatan non-bedah cenderung menghindari risiko yang dapat ditimbulkan dari operasi, seperti infeksi. Namun, perawatan ini meningkatkan peluang untuk mengalami kendala yang sama di kemudian hari.

Operasi

Prosedur ini biasanya terdiri dari sayatan di belakang kaki bagian bawah dan menjahit tendon yang robek. Tergantung pada kondisi jaringan yang robek, perbaikan mungkin diperkuat dengan tendon lainnya. 

Komplikasi dapat mencakup infeksi dan kerusakan saraf. Prosedur invasif minimal mengurangi tingkat infeksi dibandingkan prosedur terbuka.

Rehabilitasi

Setelah menjalani salah satu perawatan, Anda disarankan melakukan latihan terapi fisik untuk memperkuat otot-otot kaki dan tendon achilles. Kebanyakan orang dapat melakukan aktivitas seperti semula dalam empat hingga enam bulan. 

Setelah itu, penting untuk melanjutkan latihan kekuatan dan keseimbangan karena beberapa cedera dapat bertahan hingga satu tahun. 

Apa saja tes yang paling umum untuk mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter mungkin melakukan:

  • Pemeriksaan fisik – dokter akan memeriksa pembengkakan dan kelembutan kaki bagian bawah Anda.
  • Ultrasound atau scan MRI – ini akan membantu dokter untuk menentukan apakah ada urat yang sobek.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi kondisi ini?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi cedera achilles tendon adalah:

  • Lindungi bagian yang digips agar tetap tanpa benjolan dan tak ada perubahan bentuk sampai dokter melepasnya. Minum obat penghilang nyeri sesuai petunjuk.
  • Hubungi dokter jika Anda merusak plester atau terluka lagi.
  • Hubungi dokter jika rasa sakit pada otot betis semakin menjadi, dan Anda tidak dapat berjingkat.

Pencegahan

Bagaimana mencegah agar tidak mengalami cedera tendon achilles?

Jika memang Anda memiliki aktivitas yang sangat padat dan aktif, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cedera tendon achilles adalah:

  • Lakukan peregangan dan menguatkan otot betis

Regangkan betis sampai Anda merasakan tarikan yang nyata, tapi tidak sakit. Jangan sampai tubuh Anda seakan terpental ketika melakukan peregangan. 

Dikutip dari Mayo Clinic, latihan penguatan betis juga dapat membantu otot dan tendon menyerap lebih banyak kekuatan dan mencegah cedera. 

  • Variasikan olahraga yang dilakukan

Jangan selalu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, hal ini sangat mungkin membuat Anda cedera. Variasikan olahraga alternatif berdampak tinggi, seperti berlari dan olahraga berdampak rendah, seperti berjalan, bersepeda, atau berenang. 

Hindari aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada tendon achilles Anda, seperti berlari di bukit dan melompak. 

  •  Pilih permukaan yang aman untuk berjalan

Hindari atau batasi permukaan yang keras atau licin. Pakaian yang layak sesuai cuaca dan kenakan sepatu atletik yang pas dengan bantalan yang tepat di tumit. 

  • Tingkatkan intensitas latihan secara perlahan

Cedera tendon achilles adalah kondisi yang umumnya terjadi setelah peningkatan intensitas aktivitas yang tiba-tiba. Tingkatkan jarak, durasi, dan frekuensi latihan Anda dengan tidak lebih dari 10 persen setiap minggu. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Terlalu Lama Dibiarkan, Trauma Masa Kecil Bisa Picu Penyakit Saat Dewasa

    Dampak trauma berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan psikis pada penderitanya. Bahkan, dampaknya bisa sampai memicu penyakit kronis. Kok bisa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Mengenal Glasgow Coma Scale (GCS), Penilaian Tingkat Kesadaran Manusia

    Meski Glasgow Coma Scale (GCS) terbilang sederhana, namun metode ini efektif untuk merekam tingkat kesadaran seseorang setelah mengalami cedera kepala.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Sama-Sama Bikin Ketakutan, Apa Bedanya Fobia dan Trauma?

    Fobia dan trauma sama-sama mengakibatkan rasa cemas dan ketakutan berlebih. Namun jika dilihat lebih jauh, keduanya berbeda. Apa saja perbedaannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Apakah Saya Tetap Boleh Olahraga Meski Sedang Cedera?

    Mengalami cedera membuat Anda harus meliburkan diri dari melakukan aktivitas berat. Namun, bolehkah seseorang tetap olahraga saat cedera? Simak disini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Direkomendasikan untuk Anda

    stres ibu rumah tangga

    Mendengar Cerita Korban Trauma Juga Bisa Bikin Stres, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/12/2019
    trauma masa kecil

    9 Langkah Efektif untuk Memulihkan Diri dari Trauma Masa Kecil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 28/02/2019
    penyakit kepribadian ganda

    Kepribadian Ganda Bisa Memunculkan Berapa Banyak Karakter Berbeda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 21/12/2018
    efek trauma

    Jika Tak Segera Dipulihkan, Trauma Masa Lalu Bisa Turunkan Daya Ingat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 01/12/2018