Mengenali Penyebab Demam Rematik Pada Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit rematik mungkin sudah akrab di telinga Anda, tapi pernahkah Anda mendengar tentang penyakit demam rematik? Penyakit ini merupakan komplikasi serius dari infeksi pada tenggorokan. Penyebab demam rematik umumnya terjadi pada anak, dan berasal dari reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi bakteri.

Apa penyebab demam rematik pada anak?

sakit tenggorokan pada anak

Demam rematik umumnya menyerang anak. Penyebab utama penyakit demam rematik adalah bakteri streptokokus grup A.

Bakteri ini menginfeksi tenggorokan dan menimbulkan penyakit yang disebut strep throat. Penyakit ini biasanya lebih parah dibandingkan sakit tenggorokan akibat infeksi virus.

Terkadang, penyakit tenggorokan juga disertai dengan demam scarlet, impetigo, atau selulitis. Demam scarlet merupakan reaksi demam dan ruam yang timbul saat anak terinfeksi bakteri, sedangkan impetigo dan selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit.

Bakteri penyebab strep throat sebenarnya tidak secara langsung memicu demam rematik. Penyakit yang banyak menyerang anak-anak ini timbul sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh untuk membasmi infeksi.

Bakteri-bakteri ini memiliki sejenis protein yang mirip dengan salah satu protein pada jaringan tubuh manusia. Akibat kemiripan tersebut, sistem kekebalan tubuh pun keliru mengenali jaringan tubuh yang sehat sebagai ancaman.

Akhirnya, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Jaringan tubuh yang paling sering terkena dampaknya adalah persendian, jantung, kulit, dan sistem saraf pusat yang melibatkan otak.

Beragam jaringan tersebut mengalami peradangan, sama seperti penderita rematik yang mengalami peradangan pada sendi-sendinya. Anak-anak yang terserang infeksi juga mengalami demam. Inilah sebabnya penyakit ini disebut sebagai demam rematik.

Apa saja yang meningkatkan risiko penyakit demam rematik pada anak?

anak sakit kepala

Penyakit demam rematik pada umumnya menyerang anak-anak berusia 5-15 tahun. Pada kasus yang lebih jarang, remaja berusia di atas 15 tahun dan orang dewasa juga dapat terinfeksi bakteri penyebab demam rematik.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:

  • Riwayat penyakit demam rematik dalam keluarga. Terdapat suatu jenis gen yang disinyalir meningkatkan risikonya.
  • Jenis bakteri streptokokus yang menginfeksi. Jenis bakteri tertentu tidak dapat menyebabkan penyakit tenggorokan, tapi ada pula bakteri streptokokus yang menginfeksi dengan parah.
  • Tinggal di lingkungan padat penduduk, kumuh, atau minim sanitasi sehingga bakteri dapat menular dengan mudah.
  • Penyakit tenggorokan yang tidak ditangani dengan baik sehingga sulit sembuh atau sering kambuh.

Apakah penyakit demam rematik bisa menular?

Penyakit demam rematik pada anak terjadi akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi. Jadi, penyakit ini tidak akan menular dari anak yang sakit ke anak-anak yang sehat.

Anda justru perlu berhati-hati terhadap bakteri yang menjadi penyebab demam rematik.

Waspadalah jika anak Anda mengalami sakit tenggorokan tanpa gejala flu, demam di atas 38,1 derajat celsius, atau sakit tenggorokan ringan selama lebih dari 3 hari.

Gejala tersebut bisa saja gejala strep throat akibat bakteri streptokokus. Segera periksakan anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mengatasi bakteri streptokokus.

Satu-satunya cara mencegah penyakit demam rematik pada anak adalah dengan mencegah infeksi bakteri penyebab strep throat. Misalnya, hindari kontak atau berbagi barang pribadi dengan anak yang menderita sakit tenggorokan.

Ajari pula anak Anda untuk menjaga kebersihan diri. Caranya dengan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun, menutup mulut ketika batuk dan bersin, serta mandi setiap kali selesai beraktivitas.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca