Barret Esofagus, Kondisi Kerongkongan Luka yang Bisa Berubah Jadi Kanker

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernah dengan barret esofagus? Penyakit ini jarang terdengar tapi cukup berbahaya. Barret esofagus adalah kondisi yang membuat sel-sel kerongkongan (jalur makanan) berubah tidak normal dan rusak.

Sayangnya, penyakit ini tidak menunjukkan gejala khusus pada awalnya, sehingga sulit disadari.  Gejala dan tanda yang muncul pun setidaknya seperti orang yang mengalami GERD atau gangguan asam lambung saja. Tidak ada ciri khas lain. Lantas, apa penyebab barret esofagus?

Penyebab barret esofagus

spasme esofagus

Pada dasarnya, penyebab pasti dari barret esofagus belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi, Barret paling sering terjadi pada orang yang mengalami GERD.

GERD terjadi ketika katup antara lambung tidak berfungsi dengan baik sehingga asam lambung sering naik dan melukai kerongkongan.

Barret esofagus adalah penyakit yang terjadi saat sel-sel kerongkongan rusak dan berubah bentuknya jadi mirip seperti sel-sel yang ada di usus manusia. Perubahan ini terjadi karena dinding kerongkokan terkena asam terlalu banyak, sehingga memengaruhi bentuk sel.

Akan tetapi, tidak semua orang dengan barret esofagus sebelumnya mengalami GERD. 3 dari 5 kasus barret esofagus memang terjadi pada orang dengan GERD, tapi 2 sisanya belum diketahui dengan pasti apa penyebabnya.

Selain itu, barret esofagus adalah penyakit yang bisa berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Sel-sel kerongkongan yang rusak bisa saja berubah jadi sel kanker yang agresif.

Meski begitu, memang tak semua kasus barret esofagus akan mengarah pada kanker, tergantung dengan kondisi serta pengobatan yang dilakukan.

Apa saja gejala yang bisa muncul akibat Barret ?

penyebab utama sakit perut

Tidak ada tanda khas yang muncul ketika sel-sel kerongkongan mulai berubah. Maka itu, perlu pemeriksaan medis lanjutan untuk tahu apakah seseorang mengalami penyakit ini atau tidak.

Kalaupun ada gejala dan tanda, biasanya gejalanya seperti GERD sebab kebanyakan orang dengan Barret memang mengalami GERD. Gejala umum dari barret esofagus adalah:

  • Dada terasa panas seperti terbakar
  • Sering sakit perut
  • Sulit menelan makanan
  • Nyeri dada
  • Muntah darah
  • Buang air besar berwarna hitam atau berdarah

Jika ini terjadi sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter. Lakukan pemeriksaan menyeluruh hingga diketahui apa penyebab gejala tersebut timbul, apakah memang karena GERD, atau memang di luar GERD.

Siapa saja yang berisiko mengalami Barret esofagus?

mata berair pada lansia

Jika Anda mengalami penyakit GERD selama lebih dari 10 tahun, maka risiko Anda mengalami Barret akan jauh lebih besar dibandingkan orang lainnya.

Faktor risiko lain dari barret esofagus adalah:

  • Laki-laki lebih tinggi risikonya mengalami Barrett.
  • Di atas 50 tahun. Penyakit ini lebih sering terjadi pada lansia
  • Merokok atau memiliki riwayat sebagai perokok aktif
  • Orang yang kelebihan berat badan. Semakin banyak jumlah lemak di abdomen atau rongga perut semakin tinggi risikonya mengalami Barret.

Apakah Barret esofagus bisa disembuhkan?

prosedur operasi ambeien

Meski terdengar menyeramkan dan berbahaya, barret esofagus adalah penyakit yang bisa disembuhkan jika dilakukan perawatan yang tepat.

Biasanya, penanganan barret esofagus akan disesuaikan dengan seberapa banyak dan parah perubahan sel kerongkongan yang terjadi.

Jika tidak cukup parah, dokter akan melakukan pengobatan untuk mengendalikan gejala GERD dengan obat-obatan atau tindakan seperti:

  • Operasi untuk memperkuat katup antara lambung dan esofagus bawah (Nissen fundoplication).
  • Pemasangan LINX di sekitar kerongkongan bagian bawah. LINX adalah perangkat yang berbentuk seperti manik-manik logam kecil. Perangkat ini bekerja seperti magnet untuk menjaga isi perut keluar ke kerongkongan.
  • Memperkuat otot antara kerongkongan dengan lambung melalui prosedur Stretta. Prosedur Stretta memberikan perubahan pada otot-otot bagian dalam dengan pancaran gelombang radio. Gelombang radio ini juga akan membantu menurunkan refluks isi lambung yang masih tersisa di kerongkongan.

Pada kasus tingkat berat, tindakan yang dilakukan biasanya adalah:

  • Ablasi frekuensi radio. Prosedur ini menggunakan endoskopi dengan memancarkan panas. Panas ini yang akan membunuh sel-sel yang berbentuk abnormal.
  • Cryotherapy. Prosedur ini dilakukan dengan memberikan cairan atau gas dingin ke sel-sel yang abnormal. Lalu sel-sel dibiarkan mencair, dan kemudian dibekukan lagi sampai sel-sel abnormal mati.
  • Terapi photodynamic. Pada penanganan ini, dokter akan menyuntik Anda dengan  bahan kimia porfimer yang sensitif terhadap cahaya. Endoskopi akan dijadwalkan selama 24-72 jam setelah disuntik, dan selama endoskopi inilah laser akan mengaktifkan zat kimia tertentu dan membunuh sel-sel abnormal.

Selain beberapa tindakan di atas, untuk mengurangi gejala GERD dan kemungkinan gejala semakin parah maka Anda perlu melakukan perubahan pola hidup, seperti menjaga berat badan ideal, menghindari menggunakan baju terlalu ketat, tidak merokok, dan tidak tidur terlentang setelah makan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 28, 2018 | Terakhir Diedit: September 25, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca