Bagaimana Cara Kerja Koyo untuk Meredakan Nyeri di Tubuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Koyo merupakan obat tempel yang sering digunakan banyak orang karena dianggap ampuh untuk menghilangkan pegal-pegal, nyeri otot ataupun sendi di badan. Tapi apa benar, dengan pakai koyo bisa menghilangkan beragam keluhan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Seberapa umumkah pengobatan pakai koyo?

Koyo atau istilah medisnya patch transdermal adalah jenis obat luar yang ditempelkan pada kulit pasien untuk menghilangkan pegal-pegal, nyeri otot, ataupun persendian pada tubuh. Koyo dibuat dari berbagai macam bahan kimia obat yang dirancang sedemikian rupa sehingga obat tersebut bisa meresap ke kulit. Berbagai macam bahan kimia yang terkandung di dalam koyo di antaranya adalah menthol, glycol salicylate, dan biofreeze yang terbukti efektif untuk meredakan gejala nyeri otot.

Selain itu ada pula kandungan bengay dan aspercreme yang mengandung salisilat yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan sendi. Terakhir, munculnya rasa panas saat memakai koyo dikarenakan adanya kandungan capsaicin yang beriteraksi dengan sensor neuron. Capsaicin juga bekerja dengan cara mengurangi zat alami tertentu dalam tubuh Anda (substansi P) yang membantu memberikan sinyal rasa sakit ke otak.

Nah, ketika semua bahan ini dikombinasikan, maka akan memancarkan rasa panas serta mengirimkan sinyal ke tubuh untuk mengurangi rasa nyeri. Itulah sebabnya sampai saat ini koyo menjadi obat yang banyak digunakan masyarakat untuk menyembuhkan rasa nyeri ataupun pegal-pegal di badan, dibandingkan harus mengonsumsi obat oral yang nantinya memberikan efek samping.

Bagaimana cara kerja koyo?

Kulit manusia memiliki tiga lapisan, yaitu; epidermis, dermis dan hipodermis. Lapisan pertama disebut epidermis atau biasa disebut kulit ari. Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit bagian teratas pada kulit manusia. Nah di lapisan pertama inilah koyo ditempelkan.

Lapisan kedua kulit disebut dermis, yang terdiri dari dari pembuluh darah, kelenjar minyak, folikel rambut, ujung-ujung saraf indra, dan kelenjar keringat. Di lapisan kulit ini  koyo mengirimkan obat ke lapisan terdalam.

Sedangkan lapisan kulit ketiga adalah jaringan subkutan yang merupakan lapisan kulit lemak atau jaringan ikat yang terletak di bawah lapisan dermis yang mana merupakan tempat penyimpanan lemak dalam tubuh. Di dalam lapisan ini kandungan obat  yang terkandung pada koyo diserap melalui pembuluh darah ke dalam aliran darah. Dari situ, darah membawa obat melalui sistem peredaran darah dan menyebarkan ke tubuh Anda.

Apa saja efek samping pakai koyo?

Umumnya, efek samping yang mungkin muncul ketika pakai koyo adalah iritasi pada kulit karena adanya reaksi alergi Anda mungkin mengalami rasa gatal, kemerahan, panas, merasakan sensasi terbakar, bahkan sampai melepuh di area kulit yang ditempalkan koyo.

Jika ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan lepaskan koyo dari daerah yang mengalami iritasi dengan hati-hati. Meskipun sepele, sangat penting untuk memperhatikan cara pakai koyo yang benar sesuai dengan instruksi yang ada di kemasan sebelum Anda memakainya. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami masalah yang lebih serius.

Baca Juga:

Sumber