5 Mitos Keliru Tentang Sistem Imun Manusia yang Perlu Diluruskan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/12/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Meski demikian, masih ada orang-orang yang percaya mitos sistem kekebalan tubuh yang jelas-jelas salah. Apa saja mitosnya?

Mitos tentang sistem kekebalan tubuh yang terbukti salah

fakta seputar sistem kekebalan tubuh

Mitos #1: Minum vitamin menangkal penyakit

Salah. Banyak orang mengonsumsi vitamin C dan vitamin A dosis tinggi agar tidak gampang sakit.

Padahal, multivitamin atau suplemen harian yang Anda minum fungsinya bukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin dan suplemen yang Anda minum fungsinya membantu mengisi kekurangan nutrisi dalam tubuh Anda yang mungkin tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari.

Kebanyakan mengonsumsi vitamin juga tidak baik. Kelebihan vitamin A bisa membuat Anda keracunan, ditandai dengan kulit yang menguning, mual dan muntah, hingga bahkan gejala kerusakan hati (liver). Kondisi ini disebut dengan hipervitaminosis A.

Mitos #2: Menutup mulut mencegah penularan batuk atau flu

Salah. Menutup mulut ketika batuk atau bersin adalah etika yang tepat untuk membatasi penyebaran penyakit, tapi tetap tidak lantas menutup kesempatan menularkannya pada orang lain di sekitar Anda. Kenyataannya, sistem kekebalan tubuh Anda sendirilah yang menentukan seberapa besar risiko Anda bisa tertular penyakit.

Risiko penularan penyakit seperti flu dan batuk tidak hanya menjadi “tanggung jawab” si orang yang sakit, tapi juga datang dari diri Anda sendiri. Jika daya tahan tubuh Anda sedang dalam kondisi prima ketika berdekatan dengan orang yang sakit flu, Anda tidak akan mudah ketularan meski si orang tersebut tidak menutup mulutnya saat bersin.

Begitu juga sebaliknya jika Anda yang memakai masker untuk mencegah menghirup virus atau memalingkan wajah saat ada yang bersin. Apabila daya tahan tubuh Anda memang sudah lemah sebelum terpapar virus, memakai masker tidak akan banyak membantu mengurangi risiko penularan

Tidak semua virus dan bakteri dapat masuk ke dalam tubuh lewat hidung. Virus dan bakteri tertentu dapat mendarat di permukaan benda dan bertahan hidup hingga berjam-jam lamanya. Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi ini dapat memperlebar kesempatan Anda untuk tertular penyakit. Maka dari itu sering-seringlah cuci tangan dan hindari menyentuh wajah Anda, terutama hidung, mulut, dan mata dengan tangan kotor.

Mitos #3: Olahraga bikin gampang capek

Salah. Olahraga tidak akan membuat kekebalan tubuh Anda menurun, selama tidak dilakukan berlebihan. Olahraga malah bisa membantu memperkuat sistem imun melawan beberapa penyakit tertentu. Rutin olahraga juga dapat menstabilkan tekanan darah dan gula darah guna menjaga kebugaran tubuh.

Mitos #4 anak-anak wajib minum vitamin

Salah. Anak-anak tidak membutuhkan suplemen untuk menguatkan daya tahan tubuhnya. Sama prinsipnya seperti konsumsi vitamin atau suplemen pada orang dewasa, asupan suplemen tambahan semata bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak apabila dirasa perlu. 

Bila Anda sudah bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak lewat pola makan sehat dan seimbang, maka anak tidak perlu vitamin atau suplemen tambahan.

Mitos #5: vaksin bikin kekebalan tubuh lemah

Salah. Banyak orangtua yang ragu atau bahkan menolak anaknya divaksin. Mereka menganggap kalau vaksin adalah virus aktif yang sengaja dimasukkan ke tubuh sehingga bisa menurunkan daya tahan si anak.

Mitos vaksin ini sudah terbukti salah  besar oleh banyak literatur medis modern. Anak sudah memiliki kemampuan alami untuk melindungi dirinya dari virus dan bakteri sejak masih dalam kandungan. Meski demikan sistem imun anak memang belum sekuat orang dewasa, sehingga tetap perlu diperkuat dengan imunisasi guna mendorong sistem kekebalan tubuhnya bekerja lebih baik lagi.

Vaksin justru memperkuat sistem imun tubuh anak dan tidak merusak atau mengganggu sel tubuh yang sehat lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit