Apa yang Akan Terjadi Kalau Kita Minum Obat Basi?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Obat basi alias yang sudah kedaluwarsa dapat membuat obat tersebut menjadi tidak efektif atau malah berisiko, karena perubahan komposisi kimia atau penurunan tingkat keampuhan. Obat basi ini tentu saja berisiko untuk pertumbuhan bakteri. Antibiotik yang terkandung dalam obat dapat gagal untuk mengobati infeksi, sehingga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan malah menciptakan kekebalan terhadap antibiotik. Ingatlah bahwa setelah tanggal kedaluwarsa berlalu, tidak ada jaminan bahwa obat tersebut akan aman dan efektif. Berikut ini adalah beberapa alasan untuk menghindari obat basi.

Tiga alasan Anda harus membuang obat basi

1. Kehilangan potensi

Beberapa obat dapat kehilangan potensi dari waktu ke waktu, dan menjadi kurang efektif untuk mengobati kondisi yang dimaksud. Hal ini terutama berlaku untuk insulin dan nitrogliserin. Jika dokter berpikir bahwa Anda telah meminum obat yang baik, namun kondisi Anda ternyata memburuk, maka ia akan menambahkan dosis kepada Anda, yang akan sangat berbahaya bagi tubuh. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan di Amerika Serikat merekomendasikan bahwa janganlah Anda meminum obat basi, karena itu mungkin tidak lagi bekerja dengan baik.

2. Berubahnya komposisi kimia

Obat adalah senyawa kimia yang mampu mengubah warna, bau, dan tekstur dari waktu ke waktu. Ia juga dapat memecah kimia, yang menyebabkan efek yang tidak diinginkan dalam tubuh Anda. Meskipun ini merupakan kejadian yang langka, itu bukan alasan untuk membuat Anda ingin mengonsumsinya, terutama jika obat telah kedaluwarsa bertahun-tahun yang lalu.

3. Tidak lagi sesuai

Menyimpan obat lama yang telah basi merupakan hal yang buruk karena berbagai alasan. Sisa antibiotik yang Anda ambil ketika sakit akan benar-benar memperburuk kondisi Anda, jika Anda terinfeksi dengan bakteri yang berbeda. Anda juga dapat menyebabkan bakteri menjadi lebih kuat dan kebal terhadap obat jika Anda tidak mengonsumsi antibiotik secara penuh. Obat lama mungkin akan kontraindikasi terhadap obat yang saat ini diresepkan, dan dokter atau apoteker tidak akan tahu bahwa Anda mengonsumsi obat yang basi. Dengan begitu, kondisi kesehatan Anda akan berubah dari waktu ke waktu, yang akan membuat beberapa obat tidak lagi sesuai untuk Anda. Akhirnya, jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat basi, Anda akan terkena pengaruh ganda dari obat lain yang juga sedang Anda pakai.

Apa yang harus Anda lakukan pada obat yang telah kedaluwarsa?

Pertama, Anda harus membaca label obat dan mengikuti petunjuk pembuangan khusus yang mungkin diharuskan, atau Anda dapat membuang obat pada program tertentu yang dikhususkan untuk membuang obat basi. Melalui program seperti ini, ada beberapa ton obat-obatan yang tidak dibutuhkan dan kedaluwarsa yang akan dibuang dengan proses pembuangan yang tepat.

Ketika program pembuangan obat tidak tersedia, Anda direkomendasikan untuk membuang obat-obatan jauh di tempat sampah rumah tangga setelah dicampur dengan kotoran dan disegel dengan rapat dalam wadah. Selain itu, ada obat-obatan yang secara khusus direkomendasikan untuk dibuang di dalam toilet atau wastafel, karena obat-obat tersebut bisa menjadi sangat berbahaya, bahkan fatal untuk anak-anak, hewan peliharaan, atau orang lain yang mengambilnya secara tidak sengaja.

Menggunakan penyimpanan yang tepat

Penyimpanan yang tepat adalah salah satu cara untuk membantu memastikan obat-obatan Anda tetap aman dan efektif hingga tanggal kedaluwarsanya. Pastikan untuk membaca label untuk melihat apakah ada petunjuk penyimpanan khusus untuk obat Anda. Beberapa obat tertentu harus disimpan dalam lemari es, sedangkan yang lain tidak dapat terkena suhu tinggi. Penyimpanan yang tidak tepat, seperti di tempat yang lembap, dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat, meskipun belum mencapai tanggal kadaluarsa. Sebagian besar obat-obatan dapat Anda letakkan di tempat yang sejuk dan kering, seperti laci lemari, kotak penyimpanan, lemari rak, atau lemari dapur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Obat Rematik Seperti Methotrexate Aman Dikonsumsi Ibu Hamil?

Methotrexate adalah obat yang ampuh mengatasi gejala rematik. Namun, obat rematik ini dinilai berisiko bagi ibu hamil dan bisa memicu cacat lahir. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, Sembarang Minum 4 Obat Ini Dapat Merusak Saraf Mata

Setiap obat harus diminum sesuai dosis dan aturan pakainya. Empat jenis obat ini efek sampingnya dapat merusak saraf mata jika digunakan sembarangan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Paramex

Paramex adalah obat sakit kepala. Cari tahu informasi dosis dan cara pakai Paramex di Hello Sehat. Termasuk risiko efek samping dan keamanannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 18/06/2019 . Waktu baca 8 menit

Pahami Obat Salut Selaput, Jenis Obat Pengontrol Dosis Dalam Tubuh

Apa Anda tahu apa yang dimaksud dengan tablet salut selaput? Apa fungsinya? Baca info lengkapnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
cara menyimpan obat padat

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . Waktu baca 4 menit
vasodilator

Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/03/2020 . Waktu baca 4 menit
obat herbal penyakit hati

4 Obat Herbal yang Efek Sampingnya Meningkatkan Risiko Penyakit Hati

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019 . Waktu baca 3 menit