3 Manfaat Menjadi Seorang Vegan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Vegan dan vegetarian sama-sama tidak memakan daging hewan apa pun. Jadi tidak ada ayam, babi, sapi, makanan laut, atau hewan lain dalam menu makanan mereka. Namun bedanya dengan vegetarian, vegan adalah orang-orang yang juga menghindari makan telur, produk susu, atau produk lain apa pun yang berasal dari hewan — madu, kecap ikan, gelatin, dan lain-lain.

Vegan adalah jenis vegetarian yang paling ketat karena menjadi seorang vegan artinya Anda benar-benar hanya makan buah, sayuran, dan kacang serta biji-bijian.

Beberapa vegan juga menerapkan gaya hidup yang benar-benar menghindari penggunaan barang-barang dari hewan, seperti pakaian yang terbuat dari sutra, bulu dan kulit hewan, wol, dan kosmetik yang dijui coba kepada hewan (animal tested) atau yang mengandung produk-produk hewan.

Lalu, dari mana vegan mendapat asupan gizinya?

Karena banyak makan sayur, buah, dan biji-bijian, diet vegan adalah pola makan yang tinggi serat, magnesium, asam folat, vitamin C, vitamin E, zat besi, dan antioksidan yang banyak bersumber dari tumbuhan.

Bagaimana dengan protein dan karbohidratnya? Tenang. Banyak produk nabati yang tinggi karbohidrat serta protein. Sebut saja gandum, alpukat, beras coklat, kentang, tempe, tahu, bayam, kacang hijau, kacang polong, kacang buncis, hingga kacang merah.

Meski sumber makanan yang bisa dimakan tampak sangat terbatas, menu makanan vegan sebenarnya sangat banyak dan beragam. Kuncinya Anda harus pandai-pandai dalam memilih dan kreatif mengombinasikan berbagai makanan untuk menciptakan menu baru.

Bahkan, saat ini sudah banyak sekali pilihan makanan berbasis susu (misalnya es krim atau cheesecake), daging, burger, bahkan wine atau bir ala vegan.

Manfaatnya jadi seorang vegan adalah…

Karena menu makanannya hanya bersumber nabati, seorang vegan bisa memiliki berbagai keuntungan sebagai berikut:

1. Menurunkan berat badan

Reed Mangels, seorang ahli gizi berlisensi sekaligus dosen Ilmu Gizi di University of Massachusetts, Amerika Serikat, mengatakan bahwa diet vegan adalah solusi untuk menurunkan berat badan dengan hasil yang terpampang nyata.

Pasalnya, pangan nabati mengandung lebih sedikit kalori daripada bahan pangan hewani. Selain itu, asupan serat tinggi dari buah dan sayuran membuat Anda lebih cepat merasa kenyang sehingga meminimalisir keinginan ngidam dan ngemil.

Tumbuhan juga merupakan sumber utama vitamin, serat, dan antioksidan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Diet vegan yang tinggi serat dan kaya gizi penting juga terkait dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

2. Risiko penyakit jantung yang lebih rendah

Selain memiliki berat badan yang lebih ideal, diet vegan juga bantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL dalam tubuh. Pola makan berbasis sumber nabati juga membantu menstabilkan kadar gula dan tekanan darah dalam taraf sehat.

Konsumsi biji-bijian utuh, kedelai, dan kacang-kacangan yang juga menjadi prinsip diet Mediterania dapat melindungi tubuh dari risiko penyakit jantung.

Banyak orang percaya hal ini disebabkan vegan tidak mengonsumi lemak jenuh ataupun bahan kimia berbahaya yang kini banyak ditemukan pada daging atau produk berbahan susu.

2. Menurunkan risiko kanker

Sayuran dan buah-buahan mengandung banyak zat gizi yang dapat melindungi tubuh dari kanker. Salah satu kandungan zat gizi yang ada dalam sayuran dan buah-buahan adalah fitokimia kompleks yang telah diketahui berguna mencegah kanker. Fitokimia adalah antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab pembentukan sel kanker.

Diet vegan rentan kekurangan gizi dan tulang keropos

Diet vegan adalah pola makan yang berpusat pada sayur, buah, dan kacang serta biji-bijian. Ini artinya Anda berisiko untuk kekurangan banyak vitamin dan mineral yang berasal dari makanan hewani, seperti kalsium dan protein. Padahal, kalsium dan protein sangat dibutuhkan untuk kesehatan tulang.

Asupan protein dan kalsium yang jauh dari kata cukup meningkatkan risiko pengeroposan tulang (osteoporosis) dan patah tulang di usia yang lebih tua. Namun selama asupan kalsium dan vitamin D tetap terpenuhi dengan baik dari sumber nabati dan sinar matahari, risiko ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Meski begitu, orang vegan juga berisiko mengalami kekurangan zat gizi lainnya seperti asam lemak omega 3 (termasuk EPA dan DHA), zat besi, dan vitamin B-12. Omega-3 penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otak, biasanya terkandung dalam ikan. Sementara itu, kekurangan zat besi atau vitamin B-12 dapat mengakibatkan anemia. Untuk mencegahnya, Anda perlu mengonsumsi suplemen vitamin B12 dan zat besi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan kesehatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit