Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/05/2020
Bagikan sekarang

Tidak bisa lepas dari gadget atau sebentar-bentar ingin mengecek media sosial tanpa disadari membuat Anda lupa waktu? Melakukan detoks digital mungkin pilihan yang tepat. Apa itu detoks digital?

Manfaat detoks digital bagi kesehatan

mengurangi penggunaan gadget

Detoks dalam istilah kesehatan adalah penyembuhan secara menyeluruh. Lebih lanjut, detoksifikasi adalah proses pengeluaran sampah, racun, dan hal-hal berbahaya dari dalam tubuh.

Tujuan detoks adalah memberikan kesempatan pada tubuh untuk menyembuhkan diri dan mengisinya kembali dengan hal positif.

Sementara itu, detoks digital mengacu pada periode waktu seseorang dalam memutuskan tidak menggunakan (semua atau beberapa) teknologi seperti gadget, komputer, dan tablet, juga media sosial. Jeda waktu tersebut disebut masa ‘detoksifikasi’ dari perangkat digital. 

Hal ini dipandang sebagai cara untuk fokus pada interaksi sosial yang nyata tanpa gangguan. 

Mirip seperti detoksifikasi pada tubuh, detoks digital dirancang untuk memiliki manfaat mengurangi stres, stimulasi berlebihan, dan perilaku kompulsif terkait dengan penggunaan teknologi.

Dengan melepaskan perangkat digital, setidaknya untuk sementara, Anda dapat melepaskan stres yang berasal dari hubungan dengan dunia maya. Beberapa penyebab stres dari dunia maya di antaranya:

  1. Jumlah waktu online atau penggunaan gadget
  2. Konsumsi media sosial dan hiburan yang berlebihan
  3. Konsumsi konten online yang berlebihan
  4. Masuk terlalu jauh dalam dunia maya
  5. Ketergantungan sangat tinggi pada penggunaan gadget
  6. Periode konektivitas digital terus menerus tanpa henti

Kenapa detoks digital perlu dilakukan?

manfaat detoks digital

Bagi mayoritas masyarakat urban, terkoneksi dengan dunia digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Menurut penelitian dari Nielsen Company yang dilakukan pada 2018, rata-rata orang dewasa di Amerika menghabiskan 11 jam setiap harinya untuk mendengarkan, menonton, atau berinteraksi dengan media digital.

Internet memberikan kita waktu 24/7 untuk berkunjung tanpa henti dan menyediakan hampir semua informasi yang dibutuhkan. Dari satu buah smartphone, kita bisa mengonsumsi informasi lebih dari pada yang kita butuhkan.

Namun, pada saat bersamaan, hal lain terjadi. Teknologi masuk jauh lebih dalam ke kehidupan pribadi sehingga membuat Anda merasa dituntut untuk lebih banyak menaruh perhatian dan keterlibatan di dalamnya.

Teknologi yang seharusnya membantu menghemat waktu dalam melakukan pekerjaan malah membuat Anda menghabiskan lebih banyak waktu di sana.

Dari ketergantungan digital ini, banyak hal yang berpotensi mengganggu kesehatan Anda. Detoks digital memiliki manfaat mengeluarkan Anda dari ketergantungan ini. 

manfaat detoks digital

Meskipun kecanduan teknologi tidak termasuk dalam kategori gangguan kesehatan, beberapa ahli percaya bahwa penggunaan perangkat digital berlebihan merupakan perilaku kecanduan nyata dan dapat menyebabkan masalah fisik, psikologis, dan sosial.

Sebuah studi skala besar dilakukan oleh gabungan dari beberapa universitas di Amerika Serikat. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang yang jarang menggunakan media sosial memiliki risiko depresi lebih sedikit dari mereka yang intens menggunakannya. 

Studi lain dilakukan oleh para peneliti di Swedia. Mereka menemukan bahwa ketergantungan penggunaan teknologi di kalangan dewasa muda dikaitkan dengan masalah tidur, gejala depresi, dan peningkatan tingkat stres.

Itulah mengapa memberi waktu pada tubuh dan pikiran untuk berjeda dari dunia maya akan mampu membuat psikologi Anda lebih sehat.

Tanda-tanda Anda sudah perlu melakukannya

Berikut beberapa tanda Anda sudah perlu melakukan detoks digital.

  • Merasa cemas ketika tidak bisa menemukan atau lupa menaruh gadget. 
  • Merasa harus memeriksa gadget setiap beberapa menit.
  • Merasa tertekan, cemas, atau marah setelah menghabiskan waktu di media sosial. 
  • Merasa takut kehilangan sesuatu jika tidak terus memeriksa gadget.
  • Sering tidak sadar bergadang karena berselancar di dunia digital. 

Cara jitu memulai detoks digital

manfaat detoks digital

Detoks digital memiliki manfaat bagi kesehatan Anda. Namun, itu bukan berarti Anda harus langsung melepas kebutuhan digital secara total. Lakukan detoks digital secara bertahap dengan simak tips berikut.

1. Putuskan dengan realistis

Melakukan detoks digital secara keseluruhan dan terputus dengan dunia media sosial mungkin sesuatu yang menyegarkan bagi sebagian orang. Namun, bagi Anda yang mengandalkan teknologi digital untuk hal-hal wajib, hal itu terdengar tidak mungkin.

Untuk menikmati manfaat detoks digital, kuncinya adalah putuskan secara realistis kegiatan digital yang tidak berfungsi pada jadwal kegiatan wajib Anda.

Misal, jika Anda membutuhkan gadget untuk bekerja pada siang hari, coba lakukan detoksifikasi singkat pada malam hari. Beri sedikit waktu untuk mematikan perangkat digital Anda, lalu fokus menghabiskan malam bebas dari hal-hal seperti media sosial dan gangguan elektronik lainnya.

2. Tetapkan batasan

Matikan gadget misalnya pada waktu-waktu tertentu. Misal, saat Anda makan, terutama saat makan bersama orang lain. Anda juga bisa melakukannya saat menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga, juga ketika melakukan hobi Anda yang tidak berkaitan dengan gadget atau teknologi digital.

3. Hapus gangguan

Cara lain untuk melakukan detoks digital adalah dengan mematikan notifikasi gadget Anda. Banyak aplikasi media sosial termasuk Facebook, Instagram, Twitter, serta situs web berita mengirimkan notifikasi setiap kali ada informasi baru, dan itu memang mengganggu.

Detok digital sungguh terdengar tidak mungkin. Namun, bila dilakukan secara perlahan-lahan dan rutin, Anda akan mendapatkan manfaat dari melakukan detoks digital.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus Bunuh Diri Selama Pandemi dan Cara Mencegahnya

Efek kesehatan mental dari pandemi coronavirus ini mungkin sangat mendalam. Banyak kekhawatiran bahwa kasus bunuh diri meningkat di masa pandemi COVID-19.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 11, 2020

Tidak Hanya untuk Fisik, Puasa Juga Memiliki Manfaat Psikologis

Puasa menyebabkan banyak perubahan fisiologis, biokimiawi, dan metabolisme dalam tubuh, juga memberikan ragam manfaat kesehatan psikologis.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan Mei 10, 2020

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 3, 2020

Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Hidup Sehat, Psikologi April 23, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal tayang Mei 26, 2020
kesehatan sosial

Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
stres anak saat pandemi

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Kelulusan saat pandemi

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 13, 2020