Berbagai Manfaat Cacing Tanah Bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/10/2019
Bagikan sekarang

Cacing tanah telah lama dimanfaatkan sebagai suatu bentuk gizi. Sun et al (1997), menemukan bahwa cacing tanah mengandung 78-79 gram per liter amino, serta mengandung konsentrasi tinggi vitamin dan mineral penting, seperti zat besi dan kalsium. Selanjutnya Paoletto et al (2003), menyelidiki diet Amerindian Amazonas di Venezuela. Mereka menemukan bahwa orang-orang tersebut menggunakan dedaunan dan invertebrata pemakan sampah, sebagai sumber utama protein, lemak, dan vitamin esensial.

Claire Louise menyatakan dalam eHow.com bahwa cacing tanah dapat menjadi tambahan gizi untuk diet manusia, karena tingginya tingkat protein pada tubuhnya, yaitu sekitar 60-70 persen protein. Tubuh mereka juga mengandung sangat sedikit lemak dan juga mudah untuk dimasak karena mereka tidak memiliki tulang. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat cacing tanah bagi manusia, mari kita lihat di bawah ini.

Manfaat cacing tanah bagi tubuh manusia

Penggunaan hewan invertebrata ini sebagai pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit, telah digunakan di Cina dalam waktu yang lama. Penelitian mengenai efek farmasi dari cacing tanah telah dimulai seiring dengan perkembangan teknologi biokimia. Banyak molekul bioaktif yang dapat dipertimbangkan sebagai obat, telah terdeteksi di dalam tubuh cacing tersebut. Molekul-molekul ini memperlihatkan berbagai kegiatan, seperti pengenalan imunologi, fibrinolytic, anticoagulative, antikanker, dan antimikroba, dan dengan demikian cacing tanah dapat berfungsi untuk mengobati berbagai penyakit.

1. Pengenal imunologi

Hewan ini merupakan salah satu organisme pertama dalam evolusi yang memiliki pengenalan imunologi dan memori. Cacing tanah, seperti invertebrata kompleks lainnya menghasilkan beberapa jenis leukosit, serta menyintesis dan menyekresi berbagai molekul imunoprotektif. Mereka memiliki kekebalan bawaan, termasuk beberapa fungsi yang terkait dengan kekebalan adaptif (penolakan jaringan alogenik). Ceomocytes yang terlibat dalam kekebalan bawaan, memainkan peran sentral dalam sistem kekebalan tubuh cacing tanah.

2. Fibrinolitik

Enzim fibrinolitik yang ampuh dan aman, telah dimurnikan dan dipelajari dari beberapa spesies cacing tanah, termasuk Lumbricus rubellas dan Eisenia fetida. Efek terapi dan pencegahan terhadap penyakit yang berhubungan dengan trombosis telah dikonfirmasi secara klinis. Potensi penggunaan enzim fibrinolitik dalam pencegahan dan pengobatan penyakit jantung dan cerebro-vascular serius telah menarik perhatian bidang kedokteran dan farmakologi.

3. Antitumor

Efek antitumor dari cacing tanah telah diteliti secara in vitro dan in vivo. Hal ini telah terbukti bahwa EFE (enzim fibrinolitik cacing tanah) yang terisolasi dari E. fotida menunjukan aktivitas antitumor melawan sel hepatoma manusia. Hepatocellular carcinoma (HCC) merupakan kanker kelima yang paling umum dan penyebab utama ketiga terhadap kematian oleh kanker di seluruh dunia. Tampaknya, EFE menginduksi sel-sel apoptosis pada sel-sel ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa EFE dapat digunakan dalam pengobatan hepatoma. Selain itu, campuran makromolekul dari homogenat E. foetida menghambat pertumbuhan sel-sel melanoma in vitro dan in vivo.

4. Antipiretik dan antioksidan

Kegiatan antipiretik juga telah terdeteksi pada cacing spesies Lumbricus dan Perichaeta, serta dalam mineral cacing tanah lampito mauritii. Aktivitas ini mirip seperti apa yang diperoleh aspirin. Mineral daro L. mauritii juga menunjukkan tindakan antipiretik dan antioksidan yang luar biasa dalam pengobatan ulkus peptikum pada tikus.    

Perlindungan tubuh manusia terhadap redikal bebas sangatlah penting, karena hal itu terhubung dengan kemajuan pertahanan untuk banyak penyakit kronis. Antioksidan non-enzimatik, seperti glutathione, vitamin C dan E, Tocopherol dan Ceruloplasmin, melindungi sel dari kerusakan oksidatif. 

5. Antibakteri

Selama 700 juta tahun keberadaan mereka, cacing tanah telah berevolusi di lingkungan yang penuh dengan mikroorganisme. Beberapa di antaranya mengancam keberadaan mereka. Oleh karena itu, mereka telah mengembangkan mekanisme yang efisien terhadap serangan mikroorganisme. Ada berbagai hubungan antara cacing tanah dan mikroba, yaitu:

  • Mikroba merupakan makanan bagi cacing tanah.
  • Mikroba merupakan bahan nutrisi untuk pertumbuhan dan reproduksi.
  • Mikroba sebagian merupakan bakteri Gram positif.
  • Patogen dicerna oleh cacing tanah dan dengan demikian memfasilitasi penggandaan mikroba dalam usus.
  • Mikroba didistribusikan ke tempat-tempat baru di tanah.

Molekul-molekul yang mempertahankan cacing tanah dari mikroba telah terdeteksi dalam cairan selomik dari Lumbricus dan Eisenia. Beberapa laporan juga ada yang membahas mengenai agen anti-mikroba yang berasal dari jaringan cacing tanah.

6. Penyembuh luka

Banyak ilmuwan dan kelompok medis telah mencari cara untuk meningkatkan perawatan luka dan membantu peyembuhan luka. Penyembuhan luka pada kulit adalah proses yang kompleks, ditandai dengan epitelisasi (pertumbuhan sel-sel kulit muda yang menutup luka) dan pemulihan jaringan ikat.

Mineral yang diperoleh dari cacing spesies L. mauritii dapat beraksi menjadi antiinflamasi, antioksidan, dan aktivitas hepatoprotektif. Karena itu, cacing ini dapat dipertimbangkan dalam pengobatan luka termasuk untuk berbagai panyakit manusia.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

    Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro

    Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

    Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

    Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    mulut terasa pahit saat puasa

    5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020