Kenapa Makanan yang Terlalu Pedas Bisa Bikin Tuli Sementara?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020
Bagikan sekarang

Masih ingat tantangan makan mie super pedas asal Korea yang sempat booming belum lama ini? Bagi para pecinta makanan pedas, mungkin tantangan makan mie ini terkesan nikmat. Tapi, lain cerita bagi yang memang tidak menyukai pedas. Pasalnya, makan secuil mienya saja mungkin akan membuat keringat mengalir deras di dahi.

Kemudian belum lama ini juga ada seorang vlogger asal Indonesia yang bernama Ben Sumadiwiria mengaku tuli sementara setelah mengonsumsi makanan super pedas. Peristiwa ini sontak menghebohkan dunia maya.

Lantas, apa kata para ahli terkait peristiwa ini? Apa benar makanan yang terlalu pedas bisa membuat tuli? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Tuli akibat mengonsumsi makanan super pedas, bukan mitos belaka

Efek tuli, atau “budeg” sementara yang ditimbulkan akibat mengonsumsi makanan yang super pedas ini pada dasarnya terjadi karena pengaruh zat kimia dalam cabai yang disebut dengan capsaicin.

Capsaicin adalah senyawa komponen bioaktif yang memiliki banyak manfaat untuk ketahanan tubuh terhadap infeksi. Tapi di sisi lain, capcaisin ini merupakan senyawa pemicu sensasi panas yang bisa memicu iritasi pada sel manusia, terutama yang terletak di membran mulut, tenggorokan, lambung, dan mata.

Dalam jumlah sedikit, capsaicin umumnya hanya akan memicu sensasi panas yang memberikan sedikit rasa hangat seperti menimbulkan efek “kegerahan” saat Anda kepedasan. Namun, ketika Anda mengonsumsi makanan yang super pedas semakin banyak, tubuh secara otomatis akan memproduksi ingus dan air mata sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk melawan capsaicin. Hasilnya, Anda akan mengalami hidung meler, mulut berair karena terjadi peningkatan air liur dalam mulut, dan tentunya mengeluarkan keringat.

Nah, tuli sementara yang diakibatkan makan makanan pedas ini bisa dipicu karena adanya sumbatan lendir atau ingus di saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan telinga.

Penyebab tuli setelah mengonsumsi makanan pedas

Michael Goldrich, seorang ahli otolaringologi dari Robert Wood Johnson University Hospital di New Jersey mengatakan, sensasi tuli sementara itu sebenarnya mirip dengan “bindeng” saat flu. Hanya saja, sumbatan ingus lebih banyak sehingga tak hanya “bindeng” tetapi sampai menyebabkan tuli.

Kemungkinan lain seseorang mengalami tuli sementara setelah mengonsumsi makanan pedas adalah kerena mendapatkan stimulus yang berlebihan pada saraf trigeminal, yaitu saraf pada bagian mulut dan wajah yang berhubungan dengan saraf koklea di telinga.

Akibatnya, akan terjadi perubahan aliran darah di bagian koklea sehingga menyebabkan hilangnya pendengaran sementara, ungkap Sam Marzo, kepala Department of Otolaryngology di Loyola Medicine, seperti dikutip dari laman Livescience. 

Tak hanya memicu tuli sementara, capsaicin ternyata juga memicu sekresi endorphin, hormon yang meredakan stress dan memicu rasa bahagia. Maka, tak mengerankan jika setelah makan makanan pedas, manusia bisa lebih rileks. Hilang pendengaran akibat makanan pedas biasanya hanya berlangsung sebentar. Jika bertahan berhari-hari, maka penderita harus segera ke dokter.

Mengonsumsi makanan pedas boleh saja, asalkan….

Pada dasarnya seberapa besar sensasi panas yang Anda rasakan bergantung pada tingkat sensitivitas tubuh Anda terhadap rasa pedas itu sendiri. Dalam beberapa kasus, makanan pedas dapat mempengaruhi atau memperburuk sebuah kondisi medis.

Namun, efek dari makanan pedas ini hanya meningkatkan intensitas gejala kondisi medis tertentu, bukan sebagai faktor risiko penyebab penyakit. Itu sebabnya, bagi Anda yang mengalami perut yang sensitif, entah itu karena penyakit tertentu atau gangguan pencernaan lainnya, Anda sebisa mungkin harus membatasi makanan pedas dalam jumlah yang berlebihan.

Selain itu, hindari mengonsumsi makanan pedas pada malam hari menjelang tidur. Pasalnya, mengonsumsi makanan pedas menjelang tidur bisa menyebabkan gangguan pencernaan yang membuat Anda kesulitan untuk tidur nyenyak. Bahkan, ini juga berlaku bagi orang yang memang sudah terbiasa mengonsumsi makanan pedas.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Cegukan Saat Makan Makanan Pedas?

Selain tubuh berkeringat, makan pedas juga bisa membuat Anda cegukan. Apa sebabnya Anda cegukan saat makan pedas? Cari tahu di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Bolehkah Langsung Makan Pedas Saat Buka Puasa?

Rasa pedas dapat menambah cita rasa makanan berbuka puasa. Namun, amankah jika Anda langsung makan pedas saat buka puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 24/05/2019

Mengapa Perut Terasa Mulas Setelah Makan Pedas?

Makanan pedas dapat menimbulkan berbagai efek pada sistem pencernaan, termasuk mulas atau sakit perut. Kenapa perut bisa sakit setelah makan pedas?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Bolehkah Makan Pedas Saat Sahur? Ini Saran Ahli

Makanan sahur yang tidak tepat, bisa mengganggu sahur Anda. Lantas, bolehkah makan pedas saat sahur? Simak pendapat ahli berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hari Raya, Ramadan 17/05/2019

Direkomendasikan untuk Anda

Mengonsumsi makanan pedas

Benarkah Keseringan Mengonsumsi Makanan Pedas Bikin Cepat Pikun?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 05/02/2020
anak suka makanan pedas

Si Kecil Ketagihan Makanan Pedas, Adakah Batas Amannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020
bumbu balado

3 Resep Masakan Bumbu Balado yang Sehat dan Menggoyang Lidah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 14/08/2019
cara mengobati sakit perut setelah makan pedas

5 Cara Mengatasi Perut Sakit Setelah Makan Pedas

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2019